<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708</id><updated>2011-12-01T16:16:45.127+07:00</updated><category term='Tips Menulis'/><category term='Petite Story'/><category term='IT-Internet'/><category term='News-Liputan Malam'/><category term='IT-Software Review'/><category term='News-Ekbis'/><category term='IT'/><category term='sastra-cerpen'/><category term='Kolom'/><category term='Obituari'/><category term='Journalism resensi film'/><category term='Gatra'/><category term='Kolom Jati Diri'/><category term='sastra-puisi'/><category term='Kolom Satire'/><category term='News-Papua'/><category term='Journalism Review'/><category term='News-Hukum'/><category term='IT-Tips'/><category term='Kolom Opini'/><category term='IT-Linux'/><category term='journalism'/><category term='News Story'/><category term='IT-Linux Review'/><category term='News-Humanitas'/><category term='sastra'/><title type='text'>Goda Gado Gatot</title><subtitle type='html'>Sharing Documentation on Easy Way</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-1857015470561405870</id><published>2011-08-15T03:12:00.001+07:00</published><updated>2011-08-15T03:13:06.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom Satire'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom'/><title type='text'>Bad Sector Untuk Koruptor</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fuY4U361tD8/TkgsDFKFwLI/AAAAAAAAAPg/94BRMoj03Ho/s1600/bad-sector.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-fuY4U361tD8/TkgsDFKFwLI/AAAAAAAAAPg/94BRMoj03Ho/s1600/bad-sector.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;DALAM dunia IT ada istilah bad sector. Istilah ini dipakai ketika ada  kerusakan hardisk yang beberapa bagian (sector) tak bisa lagi  diperbaiki. Bagian ini sudah tak bisa digunakan untuk baca (read),  apalagi tulis (write). Intinya: rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secanggihnya lulusan IT jebolan top markotop pun tak akan bisa  memperbaiki bagian yang rusak ini. Bisanya dibuang, tak digunakan.  Konsekuensinya: ada penyempitan ruang hardisk. Kapasitas 1 terabyte,  misalnya, bisa jadi 0,9-nya. Tergantung berapa luas yang mengalami  kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Istilah kedokteran yang mirip tindakan diperlukan atas bad sector ini  adalah amputasi. Potong bagian yang tak bisa dipakai dan berdaya guna  itu. Lalu dibuang. Khawatirnya, bagian yang rusak ini akan mempengaruhi  bagian-bagian lainnya. Tindakan yang perlu diambil: di-badsector-kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya, dua tindakan dalam dunia berbeda itu ialah: tegas dan pasti.  Dunia IT tak mengenal toleransi. Adanya true atau false. Benar atau  salah. Tak ada wilayah abu-abu. Karena bilangan biner IT hanya mengenal  angka 0 yang merujuk pada false, dan 1 yang merujuk pada true.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara medis, untuk hal lain bisa terjadi toleransi, tapi khusus  amputasi tak ada keputusan seorang dokter yang ragu melakukannya jika  memang itu sebaik-baiknya yang harus dilakukan demi kesembuhan pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bad sector itu ibarat racun. Dibiarkan, akan menjadikan lainnya turut  rusak. Mudah menular, dan menjalar tanpa kenal hitungan lama. Bisa-bisa  0,9 sisa dari 1 tera yg tak terinfeksi bad sector tadi makin berkurang.  Itulah sadisnya bad sector.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, tindakan yang diambil untuk bad sector ini kurang laku dalam  pemberantasan korupsi. Toleransi sering dijadikan alat untuk  melegalisasi kejahatan yang menjadikan Indonesia terpuruk. Apalagi  ketika yang melakukan kejahatan masih istrinya, kerabatnya, saudaranya,  atau temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaafkan koruptor, seperti yang pernah diwacanakan seorang Ketua DPR RI  menjadi contoh kasat mata masih adanya sifat toleran negara ini  terhadap kejahatan korupsi. Kejahatan ini tak lagi dianggap racun yang  bisa menular dari generasi ke generasi. Akibatnya bisa fatal, menjalar  ke seluruh tubuh dan menjadikan laku korup merupakan permakluman dan  kewajaran. Membentuk mental dan watak, yang akhirnya ber-metamorfosis  dalam kehidupan sosial, menjadi budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sudah separah ini yang terjadi saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mental korup dan watak penyuap dalam satu generasi di suatu negara  mau diumpamakan bad sector dalam seunit hardisk, tentu akan ada tindakan  yang dimbil untuk mengatasi agar kerusakan hardisk tak semakin parah.  Meng-amputasi bagian yang mengalami kerusakan tak lagi toleran, meski  ada data penting dalam bagian yang perlu dipotong itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikirnya: ada satu generasi dari kehidupan negara itu yang mengalami  kerusakan. Mereka penyebar virus yang bisa menular ke generasi lainnya.  Mereka menjadi racun yang dapat menjalar ke generasi berikutnya. Jika  ini tak diamputasi, generasi-generasi yang menjadi bagian dari negara  itu akan terjangkit virus mental korup dan suap menyuap. Bad sector  meluas. Hardisk tak lagi bisa difungsikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan ini tak mengenal sifat toleransi. Sebagaimana bilangan biner  yang hanya 0 dan 1, prinsip benar adalah benar dan salah adalah salah  menjadi keniscayaan. Nilai menjadi obsolut. Output sesuai input. Jika  input 0 outputnya disable. Sebaliknya, input 1 output enable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan berbeda jika berpikir toleransi, menganggap bad sector dalam  generasi di suatu negara masih bisa diperbaiki. Tesisnya: mental korup  seseorang masih bisa dibenahi untuk menjadi mental yang jujur. Namun  sulitnya, ketika mental ini tak hanya dimiliki satu atau dua orang, tapi  sudah menjadi satu kesatuan generasi yang jumlahnya bisa jutaan, atau  puluhan juta, atau bahkan separo dari bagian yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan toleransi ini nampak sewaktu ada pengelompokan takaran perbuatan  korup seseorang. Yang gamblang juga, masih ada ampunan dalam bentuk  pengurangan masa hukuman. Yang menyedihkan dengan adanya toleransi, tak  ada satu pun terpidana korup yang di hukum seumur hidup. Mirisnya, korup  miliaran hukuman yang dijatuhkan kurang dari dua tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran jika akhirnya kejahatan korupsi tak berkurang, malah justru  bertambah, lantaran masih ada amputasi bagian yang mengalami bad sector.  (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-1857015470561405870?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/1857015470561405870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2011/08/bad-sector-untuk-koruptor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/1857015470561405870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/1857015470561405870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2011/08/bad-sector-untuk-koruptor.html' title='Bad Sector Untuk Koruptor'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-fuY4U361tD8/TkgsDFKFwLI/AAAAAAAAAPg/94BRMoj03Ho/s72-c/bad-sector.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-6145548692538004121</id><published>2011-08-07T05:59:00.003+07:00</published><updated>2011-08-07T06:16:45.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom Satire'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom'/><title type='text'>Cara Cepat Jadi Buruh</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-YoWU3QHVb2g/Tj3JcNXMSAI/AAAAAAAAAPY/2nnpCF-EZeA/s1600/kapitalisme.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-0ZncE5JrNOk/Tj3LNg95YRI/AAAAAAAAAPc/KlyZGjMRwBc/s1600/kapitalisme.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-0ZncE5JrNOk/Tj3LNg95YRI/AAAAAAAAAPc/KlyZGjMRwBc/s320/kapitalisme.jpg" width="249" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;JANGAN &lt;/b&gt;pernah berpikir anda akan menemukan spirit dan motivasi saat membaca kolom ini. Karena anda akan diminta jadi buruh dengan cara yang mudah dan cepat. Tak perlu bayar. Apalagi menghabiskan waktu ikut seminar dari pagi hingga malam, yang biasa anda temukan saat tertarik masuk kelas Cara Cepat Jadi Kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan untuk jadi buruh dengan cara cepat bukan pula ingin menghalangi anda yang ingin masuk kelas Cara Gila Jadi Pengusaha. Toh, anda yang punya sisa uang berlebih memiliki hak untuk membayar jutaan guna mengikuti seminar Cara Gila Jadi Pengusaha. Sehingga anda pun akan dapat pembekalan: bagaimana caranya dapat kucuran hingga miliaran dari bank tanpa menggunakan agunan dan memiliki usaha yang belum berjalan genap satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Inilah yang bisa dilakukan untuk secepatnya jadi buruh: sekolah tinggi, melamar kerja, dan diterima di perusahaan-perusahaan dari skala lokal hingga multi-nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pemerintah, cara mudah untuk menjadikan rakyatnya sebagai buruh: inventarisasi potensi-potensi daerah, buat proposal, lalu cari investor--kalau perlu adakan pertemuan dengan pengusaha-pengusaha level multinasional-- bila tertarik akan dirikan pabrik dan rekrut tenaga di sekitar untuk dijadikan buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, berbondonglah pemodal sangat-sangat besar itu, dengan miliaran dollar datang menilik potensi-potensi yang ditawarkan. Mulai dari sumber minyak, gunung emas, bukit tembaga, hingga pegunungan-pegunungan tambang batubara dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian yang tinggal dilakukan: menghitung besaran pajak yang harus dibayarkan oleh investor-investor itu, dan mengharap sedikit saja bagi hasil yang didapat. Itupun perlu keluar uang dulu sebagai penyertaan modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun nantinya ada pencemaran sana-sini yang mengganggu kelangsungan alam dan sosial masyarakat setempat, program Corporate Social Responsibility (CSR) bisa dilakukan untuk meredam aksi-aksi sosial yang muncul. Dosa akan terkaburkan. Sanjungan terucap dari pemerintah, dan sedikit ngeles akan berkata, "Mana bukti pencemaran itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramailah wartawan dan LSM turun lapangan mengumpulkan bukti pencemaran. Bila sudah terdesak, undang LSM ke restoran dan ajak makan. Siapkan amplop, dan selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah berikutnya: rangkul organisasi profesi wartawan, lalu siapkan anggaran untuk menggelar pelatihan-pelatihan jurnalistik atau lomba penulisan jurnalistik dengan hadiah ratusan juta. Selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah persoalan limbah dilewati dengan mulusnya, pembuangan berikutnya akan lebih dihati-hati. Tunggu saatnya hujan deras pada tengah malam. Petugas dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) tak akan ada yang mengawasi pada saat itu. Mereka digaji untuk bekerja dari jam 7 pagi hingga 5 sore. Malah ada yang jam 2 sore sudah pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah semua investor seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentulah tidak. Sebagaimana ada langit, ada bumi. Ada siang, ada malam. Ada hitam, ada putih. Ada investor yang baik, ada pula yang kelakuannya buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebaik-baiknya investor, tak ada dari mereka yang tak berharap modal kembali secepatnya dan untung diraup segedhe-gedhenya. Tak ada investor yang mau rugi. Tak ada investor yang mau berbaik hati memberikan saham gratisan untuk daerah tempat investasinya tertanam. Semua ada hitungannya. Toh, sudah ada pajak yang mereka harus keluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup? Memangnya mau dapat saham? Sertakan penyertaan modal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kalah duit, berbesar-hatilah untuk menerima bagian sedikit. Jangan pernah berpikir bahwa tanah, atau gunung, atau bukit, atau pegunungan tempat investasi itu tertanam adalah milik negara, apalagi daerah. Hanya sekedar bunyi undang-undang dasar yang berkata, "Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi itu tak akan nyaring bila tak punya modal untuk mengolah kekayaan alamnya. Punya tanah berlimpah emas, minyak, tembaga atau tambang lainnya, tapi bila tak punya alat untuk menggali dan mengolahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mudah dan cepat: undang investor dan jadikan rakyat sebagai buruh, serta lupakan cita-cita jadi tuan di negeri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau masih pakai prasayarat dan kontrak karya yang mengharuskan investor memberikan saham gratisan ke pemerintah di daerah, itu bukan cara cepat lagi. Bisa-bisa jadi cara tersulit untuk menarik investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang salah untuk tetap dan selalu berpikir jadi buruh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada. Kebebasan memilih adalah esensi penciptaan manusia. Dibekali akal dan pikiran, selebihnya hati, manusia ditawarkan untuk melakukan pilihan-pilihan yang mereka kehendaki. Tuhan sangat-sangat demokratis. Tak pernah memaksa dengan ancaman neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau jadi buruh, atau pengusaha yang berkeinginan investasi dimana-mana, atau pemimpin yang revolusioner menggerakkan seluruh rakyatnya untuk mengelola kekayaan alamnya, adalah pilihan-pilihan yang tergantung dari tumbuh kembangnya manusia. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-6145548692538004121?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/6145548692538004121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2011/08/cara-cepat-jadi-buruh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6145548692538004121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6145548692538004121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2011/08/cara-cepat-jadi-buruh.html' title='Cara Cepat Jadi Buruh'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-0ZncE5JrNOk/Tj3LNg95YRI/AAAAAAAAAPc/KlyZGjMRwBc/s72-c/kapitalisme.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-8482113881726590706</id><published>2010-11-03T09:07:00.005+07:00</published><updated>2010-11-03T09:25:05.435+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT-Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT'/><title type='text'>Tips Otak-Atik Template (bag. 1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Membuat Menu Drop Down dengan Efek Slide&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Menu navigasi di blog ini aslinya tak memiliki efek slide. Bahkan tak membawa kode untuk menu drop down. Berikut kode perubahan dalam tempalate blog ini untuk menu navigasi.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNDDwnFixzI/AAAAAAAAAJo/aVz3OcvCmPI/s1600-h/menu%5B6%5D.jpg"&gt;&lt;img align="left" alt="menu" border="0" height="102" src="http://lh3.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNDDxg28OzI/AAAAAAAAAJs/ZcPhy6h9iM4/menu_thumb%5B4%5D.jpg?imgmax=800" style="border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; display: inline; margin: 0px 5px 5px 0px;" title="menu" width="290" /&gt;&lt;/a&gt; KODE&lt;/b&gt; ini saya dapatkan setelah membuka source code dari template yang saya download. Ini memang cara mudah otak-atik template. Jika anda membuka sebuah halaman dan tertarik dengan tampilannya, buka source codenya yang di browser disediakan untuk melihat kode sumbernya. Di Firefox –&amp;gt; tekan control U, di Opera –&amp;gt; klik kanan pada layar halaman dan pilih Lihat Kode HTML, di Chrome —&amp;gt; klik kanan pada layar halaman dan pilih Lihat sumber laman.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut cara membaca kode (sumber) halaman dalam blog ini:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Kode HTML&lt;/b&gt; biasanya dibagi 3, yakni: &amp;lt;html&amp;gt;&amp;lt;/html&amp;gt;, &amp;lt;head&amp;gt;&amp;lt;/head&amp;gt;&amp;lt;body&amp;gt;&amp;lt;/body&amp;gt;. Tanda / adalah penutup tag. Jika menulis kode &amp;lt;head&amp;gt; bla bla bla…. dst yang berisi kode-kode yang lain dan sesudahnya tanpa diakhiri dengan kode &amp;lt;/head&amp;gt; maka itu error dan browser tak akan bisa menterjemahkan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Kode CSS (Cascading Style Sheets)&lt;/b&gt; terletak di antara kode &amp;lt;head&amp;gt; dan &amp;lt;/head&amp;gt;. CSS adalah kode yang mengatur tampilan (style) dari elemen-elemen yang ada diantara tag &amp;lt;body&amp;gt; dan &amp;lt;/body&amp;gt;. Elemen ini termasuk header, footer dan outer yang berisi kolom-kolom, mulai dari kolom untuk posting maupun kolom samping. Tampilan ini mulai dari jenis hurufnya, ukuran hurufnya, lalu apakah hurufnya dibuat tebal atau normal atau miring, lebar dan tinggi elemen sampai margin hingga padding.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Kode script java&lt;/b&gt;, yang diletakkan dalam kode &amp;lt;head&amp;gt; dan &amp;lt;/head&amp;gt;. Untuk JavaScript, cari tulisan berikut ini: &amp;lt;script type='text/javascript'&amp;gt; dan diakhir dengan &amp;lt;/script&amp;gt;. Kode ini biasanya diletakkan tepat diatas kode &amp;lt;/head&amp;gt;. Cara mencarinya: setelah control U di Browser Firefox, jendela baru akan muncul. Dalam jendela baru tersebut tekan control F yang di bawah akan memunculkan tab cari. Lalu ketik &amp;lt;/head&amp;gt; pada kotak, dan dengan sendirinya di halaman akan disorot yang anda cari tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah bisa membaca kode-kode sumber halaman, berikut kode yang harus anda cari setelah membuka jendela Kode Sumber Halaman di browser Firefox:&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;;"&gt;1. Kode JavaScript&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;;"&gt;&amp;lt;script type='text/javascript'&amp;gt;&lt;br /&gt;function mainmenu()………, dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;a href="http://www.scribd.com/doc/40779719/Javascript-Mainmenu" style="display: block; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font: 14px helvetica,arial,sans-serif; margin: 12px auto 6px; text-decoration: underline; x-system-font: none;" title="View Javascript Mainmenu on Scribd"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;;"&gt;Javascript Mainmenu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;object data="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf" height="200" id="doc_49657" name="doc_49657" style="outline: none;" type="application/x-shockwave-flash" width="100%"&gt;                &lt;param name="movie" value="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf"&gt;&lt;param name="wmode" value="opaque"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#ffffff"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;param name="FlashVars" value="document_id=40779719&amp;amp;access_key=key-aqey5x8pk9etp6xvvmr&amp;amp;page=1&amp;amp;viewMode=list"&gt;&lt;embed id="doc_49657" name="doc_49657" src="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf?document_id=40779719&amp;amp;access_key=key-aqey5x8pk9etp6xvvmr&amp;amp;page=1&amp;amp;viewMode=list" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="200" width="100%" wmode="opaque" bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;/embed&gt;             &lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;2. Kode CSS&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;;"&gt;Script Java di atas digunakan untuk menampilkan slide, bukan drop down-nya. Jika hanya membutuhkan drop down, cari kode berikut:&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;;"&gt;#navi ……., dan seterusnya hingga berakhir pada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;;"&gt;#navi li:hover, #navi li.sfhover { position: static;}&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.scribd.com/doc/40779057/navi" style="display: block; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font: 14px helvetica,arial,sans-serif; margin: 12px auto 6px; text-decoration: underline; x-system-font: none;" title="View navi on Scribd"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;;"&gt;navi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;object data="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf" height="200" id="doc_67735" name="doc_67735" style="outline: none;" type="application/x-shockwave-flash" width="100%"&gt;                &lt;param name="movie" value="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf"&gt;&lt;param name="wmode" value="opaque"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#ffffff"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;param name="FlashVars" value="document_id=40779057&amp;amp;access_key=key-1yovfqo48m03hkrpp6fw&amp;amp;page=1&amp;amp;viewMode=list"&gt;&lt;embed id="doc_67735" name="doc_67735" src="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf?document_id=40779057&amp;amp;access_key=key-1yovfqo48m03hkrpp6fw&amp;amp;page=1&amp;amp;viewMode=list" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="200" width="100%" wmode="opaque" bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;/embed&gt;             &lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;;"&gt;Untuk anda yang ingin mengotak-atik warna tampilan, jenis huruf, ukuran huruf, perhatikan yang ini –&amp;gt; background, color, font-family, font-size.&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;;"&gt;Anda bisa merubah-rubahnya sesuai selera anda.&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;;"&gt;Untuk mengetahui kode warna, anda bisa meminta bantu Adobe Photoshop yang jalan di Windows atau GIMP yang jalan di Linux. Di color pick-nya disertakan kode-kode warna untuk HTML.&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan pula tulisan ini –&amp;gt; #navi li&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; #nav li li&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; active&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; hover&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; visited&lt;br /&gt;Untuk &lt;u&gt;&lt;b&gt;#navi li&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; adalah deretan pada menu utama.&lt;br /&gt;Untuk &lt;b&gt;&lt;u&gt;#navi li li &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;adalah deretan pada sub menu-sub menu&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;active&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; adalah link yang nampak pada blog ini berhuruf Arial dengan bold (font-weight), warna latar hitam (kode HTML #000000) dan warna huruf putih (kode html #ffffff), baik pada menu utama maupun sub-sub menunya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;hover&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; adalah kursor tangan pada saat mouse kita geser ke atas link tersebut, dengan latar warna putih dan huruf warna merah (kode HTMl #f50000), pada menu utama. Sementara pada sub menunya, warna latar berubah biru (#0a348f) dengan tulisan warna kuning kabur (#e6dc8d).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;visited&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; adalah link, baik di menu utama maupun sub-sub menunya yang telah kita klik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya coba-coba saja terlebih dulu dengan mengetahui hasilnya setelah anda selesai melakukan semua langkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Kode HTML&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Buat diagram untuk link-link yang akan anda jadikan link menu utama, sub menu dari menu utama dan sub menu dari sub menu sebelumnya. Dalam halaman blog ini, menu utamanya adalah: Home&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dokumentasi&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jurnalistik&amp;nbsp;&amp;nbsp; IT&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perpustakaan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Halaman Unduh&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lebih Dekat.&lt;br /&gt;Menu Utama yang memiliki sub menu hanya: Dokumentasi dan Halaman Unduh. Sub menu di menu Dokumentasi adalah: News Story&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Petite Stoire&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sastra&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kolom.&lt;br /&gt;Sementara sub menu News Story memilik sub menu lagi, yakni: Papua&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hukum&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ekonomi dan Bisnis&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Humanitas&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Liputan Malam.&lt;br /&gt;Dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah membuat rancangan, sekarang buat kode HTML-nya, yang nantinya akan diletakkan dalam body. Ini adalah contoh kode menu utama dalam halaman blog ini:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.scribd.com/doc/40782015/Kode-Menu-Blog-Ini" style="display: block; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font: 14px helvetica,arial,sans-serif; margin: 12px auto 6px; text-decoration: underline; x-system-font: none;" title="View Kode Menu Blog Ini on Scribd"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;;"&gt;Kode Menu Blog Ini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;object data="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf" height="200" id="doc_41491" name="doc_41491" style="outline: none;" type="application/x-shockwave-flash" width="100%"&gt;                &lt;param name="movie" value="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf"&gt;&lt;param name="wmode" value="opaque"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#ffffff"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;param name="FlashVars" value="document_id=40782015&amp;amp;access_key=key-1h0kh1svt295xbb9pqcn&amp;amp;page=1&amp;amp;viewMode=list"&gt;&lt;embed id="doc_41491" name="doc_41491" src="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf?document_id=40782015&amp;amp;access_key=key-1h0kh1svt295xbb9pqcn&amp;amp;page=1&amp;amp;viewMode=list" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="200" width="100%" wmode="opaque" bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;/embed&gt;             &lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;Penulisan kode dengan baris menjorok ke dalam tak berpengaruh. Baris per baris HTML ditandai dengan tag penutup yang disimbolkan dengan garis miring. Menuliskan baris menjorok disini untuk mempermudah mana-mana saja yang menjadi deretan menu utama dan deretan sub menu pertama serta deretan sub menu kedua. &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Setelah menuliskan kode sub menu yang anda miliki, sekarang saatnya menempatkan kode tersebut ke bagian HTML yang anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, lakukan langkah berikut di blogger:&lt;br /&gt;1. Masuk ke blogger dan login sesuai dengan id yang anda miliki.&lt;br /&gt;2. Masuk ke Desain.&lt;br /&gt;3. Pilih Edit HTML, yang ada diantara tab Elemen Halaman dan Desain Template.&lt;br /&gt;4. Terlebih dulu Download Full Template dan simpan untuk berjaga-jaga jika anda ingin mengembalikan template semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah melakukan langkah di atas, selanjutnya:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Untuk Kode Script&lt;/b&gt;, gunakan bantuan find (control F) kemudian cari tag &lt;b&gt;&amp;lt;/head&amp;gt;&lt;/b&gt; dan tempelkan kode JavaScript tersebut diatasnya. Atau tempatkan dibawah kode &lt;b&gt;]]&amp;gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Untuk kode CSS&lt;/b&gt; yang telah anda rubah sesuai dengan keinginan anda, gunakan bantuan find (control F) cari tulisan &lt;b&gt;body&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;== tanpa tag&amp;nbsp; &amp;lt;&amp;gt; dan beda dengan &amp;lt;body&amp;gt; ==&lt;/i&gt; lalu geser ke bawah sehingga anda menemukan &lt;b&gt;#nav &lt;/b&gt;atau &lt;b&gt;#menu &lt;/b&gt;atau lainnya yang sesuai dengan kode template anda. Jika kesulitan, cirinya: ada kode-kode &lt;b&gt;ul li hover&lt;/b&gt;. Namun tidak di bawah body. Di template saya semula ada di bagian &lt;b&gt;#navmenu &lt;/b&gt;yang ada di bawah /* Begin Horizontal Nav Menu */&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini tak saya hilangkan, dan tak berpengaruh sama sekali karena tak saya tandai dalam script java dan div id di kode HTML-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ketemu, tempelkan kode anda di situ. Bisa me-replace yang telah ada, atau menambahkan. Sebaiknya tambahkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ingat:&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/u&gt; setelah tanda #&lt;b&gt; &lt;/b&gt;bisa diberikan nama macam-macam sesuai selera. Sebetulnya ini hanya penanda untuk &lt;b&gt;id &lt;/b&gt;di dalam kode HTML yang memiliki tag &lt;b&gt;&amp;lt;div id=’……’&amp;gt; &lt;/b&gt;dan penanda dalam script Java. Coba buka script Java, cari &lt;b&gt;#navi&lt;/b&gt; dan kode HTML cari &lt;b&gt;&amp;lt;div id=’navi’&amp;gt;. &lt;/b&gt;Disinilah sebenarnya kuncinya. Saya pernah mengalami pengalaman pahit karena melupakan penanda-penanda ini. Jika di CSS anda menuliskan style-nya dengan tanda &lt;b&gt;#menu &lt;/b&gt;berarti dalam &lt;b&gt;script java &lt;/b&gt;dan &lt;b&gt;id div &lt;/b&gt;harus juga &lt;b&gt;menu&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Untuk kode HTML, &lt;/b&gt;di template anda silahkan gunakan bantuan Find (control F) cari &amp;lt;body&amp;gt; lalu geser ke bawah sehingga anda menemukan kode yang bercirikan &amp;lt;ul&amp;gt; &amp;lt;li&amp;gt; Home dan seterusnya. Kode itu dimulai dengan &lt;b&gt;&amp;lt;div id=’…..’&amp;gt; &lt;/b&gt;dan&lt;b&gt; &lt;/b&gt;berakhir pada &lt;b&gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;/b&gt; dimana titik-titik adalah penanda pada navigasi. Di template saya ada di bagian setelah &amp;lt;!---start horizontal nav—&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu replace dengan kode yang telah anda buat. Ingat, sesuaikan id yang ada di &amp;lt;div id=’…..’&amp;gt; dengan penanda # yang ada dalam kode CSS anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, simpan template dan klik View Blog pada bagian: Your changes have been saved. View Blog. Jika masih belum berhasil, silahkan hubungi teman anda, termasuk saya yang memiliki sedikit pengetahuan tentang otak-atik template blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba, dan keep your spirit and good luck. (&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;G&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-8482113881726590706?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/8482113881726590706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/11/tips-otak-atik-template-bag-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/8482113881726590706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/8482113881726590706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/11/tips-otak-atik-template-bag-1.html' title='Tips Otak-Atik Template (bag. 1)'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNDDxg28OzI/AAAAAAAAAJs/ZcPhy6h9iM4/s72-c/menu_thumb%5B4%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-6864379199018421588</id><published>2010-11-03T02:47:00.005+07:00</published><updated>2010-11-03T03:58:00.787+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom Jati Diri'/><title type='text'>Jati Diri</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Menetapi Kesabaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Tulisan ini didedikasikan untuk diri pribadi dan pamanku yang bernama Sabar dengan ke-Indonesia-annya yang kental.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNBq2kuFOVI/AAAAAAAAAJg/cKn1Nu_2pOA/s1600-h/marah1%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img align="right" alt="marah1" border="0" height="260" src="http://lh4.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNBq37S8GPI/AAAAAAAAAJk/wcG_jJUK-2s/marah1_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" style="border-width: 0px; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" title="marah1" width="257" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kesabaran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;ternyata butuh ketetapan. Ia perlu dibuatkan semacam peraturan untuk bisa menetap di dalam diri. Ia tak boleh sekedar mampir, lalu pergi ketika kita memerlukannya. Ia perlu tinggal, untuk membantu menjernihkan keruhnya hati dan pikiran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DUA&lt;/b&gt; tahun mencari inspirasi tentang kesabaran, baru sesudahnya saya menemukan, dan menuliskannya untuk sahabat kejernihan hati yang sedang mencari jati diri. Inilah pelengkap ilmu kehidupan yang pernah saya tuliskan dalam blog ini, setelah syukur dan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Syukur yang ditandai &lt;a href="http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/09/jati-diri-tiada-hari-tanpa-terima-kasih.html"&gt;tiada hari tanpa terima kasih&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/09/jati-diri-menuntut-ilmu-ikhlas-oleh.html"&gt;ikhlas yang tuntutan ilmunya seperti tiada selesai&lt;/a&gt;, terasa tak lengkap ketika kita melupakan satu ilmu lagi, yakni: kesabaran. Tulisan ini merupakan anti klimaks saat saya dihadapkan pada sesuatu yang membuat perginya sahabat yang bernama kesabaran, dan didedikasikan untuk pencarian jati diri pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan beranjak pada kesabaran yang umum kita temui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita bersuara dalam hati dan pikiran, “kesabaranku sedang diuji.” Suara itu bahkan tanpa kita sadari terlintas dengan sendirinya tanpa kita memikirkannya terlebih dulu. Padahal itulah momen kesadaran kita untuk menangkap suatu peristiwa yang nantinya akan kita tuliskan sebagai peraturan, agar kesabaran itu menetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran akan suatu peristiwa yang pernah saya tangkap sehingga membuat perginya sabar dalam diri adalah ungkapan yang menyinggung kesukuan. Inilah sumber konflik yang tak bisa diredam, kecuali masing-masing kita telah membuat peraturan, agar sabar menetap dalam diri ketika ketersinggungan ini dikeluarkan seseorang pada diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda pernah bergaul dengan keberagaman kesukuan yang ada di negeri ini, mungkin anda pernah menemukan lontaran ini pada diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya, yang anda orang Jawa ketika kesal sama seseorang lalu terucap kata, “dasar Batak.” Apa jadinya pula, yang anda orang Batak ketika marah pada satu orang lantas keluar kata-kata, “dasar Makate.” Apa jadinya juga, yang anda orang Makassar ketika jengkel sama orang tertentu lalu berujar, “dasar Papua.” Dan seterusnya, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik. Inilah kerawanan sosial yang ada di negeri ini dengan keberagaman sukunya, yang satu-sama lain tak menetapkan suatu kesabaran agar tak membuat ketersinggungan-ketersinggungan, baik yang kesal atau marah atau jengkel terlebih dulu, dan untuk yang dilontari “dasar-dasar” tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ketersinggungan kesukuan ini terdapat dalam diri, lekaslah untuk membuat peraturan ketetapan kesabaran dalam diri. Mungkin nomor satu. Sebab kesabaran yang umum kita lakukan adalah ketersinggungan suatu peristiwa yang membuat anda sedemikian sensitifnya. Saking sensitifnya, anda menyimpan amarah dan mencari kesempatan untuk meluapkan emosi. Berbahaya. Karena anda akan menyulutnya ke orang-orang yang satu suku dengan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah kita memiliki tugas untuk mengingatkan atau menasihatkan pada orang yang membuat ketersinggungan itu? Saya kira tidak. Sebab tak ada lagi waktu ketika sahabat bernama kesabaran itu sensitif dengan yang namanya ketersinggungan. Entah ketersinggungan apa saja. Karena kita akan disibukkan untuk memanggil kembali yang namanya sabar agar balik kanan, menetap dalam diri lagi. Satu-satunya jalan yang bisa kita lakukan adalah menjauhi sebab-sebab yang menimbulkan ketersinggungan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebab itu ditimbulkan oleh seseorang, berarti anda perlu menjauhi orang itu. Bila dekat-dekat, akibatnya akan fatal. Karena kesukuan, ras dan agama adalah faktor konflik sporadis. Ambon dengan konflik keagamaannya dan Sampit dengan konflik kesukuannya adalah contoh nyata dari ketersinggungan dan sensitifitas yang sulit dikendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat kesadaran untuk mencatatkan peristiwa-peristiwa apa saja yang menimbulkan ketersinggungan bisa susah-susah gampang. Sering kita lupa untuk mencatat peristiwa itu disaat kita masih sibuk untuk membuat kesabaran itu menetap dalam diri. Alangkah bagusnya, ketika kita dibantu orang lain untuk memanggil sabar itu kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda pernah menemui suatu peristiwa, dimana saudara atau teman, atau sahabat anda mengelus-elus dada anda dan berkata, “yang sabar ya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bantuan yang berharga untuk bisa berada dalam kesadaran, agar mampu mencatat peristiwa itu dan membuatkan peraturan agar sabar ada di “rumah” dan tak boleh keluar. Sebab, bisa jadi peristiwa itu terulang, di mana anda tak berada di dekat teman, saudara dan sahabat anda itu. Apa jadinya ketika peristiwa itu lagi-lagi terjadi dan anda jauh dari teman, saudara dan sahabat anda yang bisa membantu mengelus dada anda agar menetapi kesabaran? Bisakah anda sabar, sementara tak ada catatan peraturan buat si sabar untuk peristiwa yang satu ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, mungkin banyak sekali daftar ketersinggungan anda yang membuat si sabar sensitif. Daftar itu menjadi deretan peristiwa-peristiwa mana saja yang tiba-tiba tanpa anda sadari, menimbulkan gelembung yang membentuk partikel-partikel emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu daftar ketersinggungan yang akan berkait pada tingkat kesabaran berikutnya adalah ketersinggungan atas hinaan terhadap bentuk materialitas. Didalamnya ada juga yang namanya pangkat, jabatan dan kedudukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang bekerja sebagai bawahan, sudah pasti akan muncul sakit hati sewaktu atasan anda menghina anda hanya sebagai cecunguk, misalnya. Atau menghina posisi anda yang berada di bawahnya dia. Sedangkan bagi anda yang jumlah materinya relatif miskin bisa jadi menyimpan dendam disaat hinaan dilontarkan kawan anda yang relatif kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja batin anda berkata, “awas lu ya! Hari ini lu kaya. Lu ada di atas gua. Lu hina gua. Padahal roda berputar. Suatu saat nanti, jika gua ada di atas, lu akan terima balasannya dari gua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batin yang berkata demikian, selintas sepertinya memang didiami kesabaran. Karena tak meluapkan emosi seketika. Namun, menyimpannya untuk sabar dalam meraih posisi di atas kawan yang menghinanya tadi. Ia akan berusaha untuk mengalahkan posisi kawan yang menghinanya itu. Ketika itu sudah terjadi, ia akan melaksanakan niat balas dendamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi balas dendam itu berupa perbuatan yang sama, yang pernah menimpa dirinya. Misalnya saja soal bantuan materi yang pernah ia mintakan ke kawannya tadi. Tak mendapatkan bantuan, justru hinaan yang diperoleh. Dan ketika posisi berbalik, gantian anda melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda akan berkata, “dulu gua minta bantu lu, gak lu kasih malah lu hina gua. Apa tak malu sekarang berbalik minta ke gua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas memang perlakukan anda itu wajar. Namun jangan lupakan ada yang namanya sabar untuk tak melaksanakan niat jahat atau niat buruk. Inilah tingkatan sabar kedua setelah sabar dari ketersinggungan dan sensitifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencatat dan merekam niat-niat buruk dan jahat akan membantu membuat peraturan ketetapan kesabaran. Disitulah ujiannya. Apakah kita lolos dari jebakan niat tersebut atau justru terperangkap untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kesabaran tersebut sebenarnya ada dalam wilayah sosial, yakni hubungan dan interaksi dengan manusia. Jika kita mempercayai adanya Tuhan, berarti kita juga memerlukan interaksi, seperti halnya kita berinteraksi dengan sesama manusia. Dan dalam&amp;nbsp; interaksi ini, tingkatan sabar yang ketiga menjadi bagian berikutnya. Yakni: sabar dengan perlakukan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menyebut, bencana Gunung Merapi meletus dan Tsunami di Mentawai merupakan murka Tuhan. Jika ada sebutan ini, saya akan melontarkan pertanyaan dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Tuhan memperlakukan tak adil buat warga disekitar lereng Gunung Merapi dan warga di Kepulauan Mentawai ketika bencana itu didatangkan? Apakah mereka tak ber-Tuhan sehingga sampai diperlakukan demikian? Lantas mengapa penduduk Jakarta yang banyak sekali kehidupan malamnya dengan kebejatan moralnya tak diperlakukan Tuhan seperti mereka yang ada di Wasior, lereng Gunung Merapi dan Kepulauan Mentawai? Lalu Aceh terkenal dengan berke-Tuhan-annya yang mensyariatkan Islam dalam wilayah itu, mengapa 2004 silam luluh lantak oleh Tsunami? Tak adilkah Tuhan? Atau justru mungkin Tuhan lebih peduli pada mereka-mereka yang akan ditimpakan bencana sehingga diberikan soal ujian tentang kesabaran tingkat tiga ini, sementara lainnya masih berkutat dengan soal ujian kesabaran tingkat satu dan dua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih percaya dengan pertanyaan terakhir yang saya sebut itu. Inilah kesabaran tingkat akhir. Menjadi rangkaian ketiga, setelah ikhlas dan syukur atas perlakuan Tuhan. Menjadi satu ketetapan bersama dalam menjalani roda kehidupan. (&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;G&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;Baca juga:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/09/jati-diri-tiada-hari-tanpa-terima-kasih.html"&gt;Tiada Hari Tanpa Terima Kasih&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/09/jati-diri-menuntut-ilmu-ikhlas-oleh.html"&gt;Menuntut Ilmu Ikhlas&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-6864379199018421588?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/6864379199018421588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/11/jati-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6864379199018421588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6864379199018421588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/11/jati-diri.html' title='Jati Diri'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNBq37S8GPI/AAAAAAAAAJk/wcG_jJUK-2s/s72-c/marah1_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-3977901778849878477</id><published>2010-10-31T19:09:00.008+07:00</published><updated>2010-11-01T10:40:42.152+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journalism'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Menulis'/><title type='text'>Tips Penulisan Bagian 3</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Menyusun Paragraf&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Susah memulai dan susah mengakhiri adalah lumrah bagi penulis. Hebatnya ditengah-tengah, lancarnya seperti air mengalir hingga tak tahu mau berhenti dimana.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TM1cdinkoEI/AAAAAAAAAJQ/BnfuBSuJtGw/s1600-h/menulis-lagi%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img align="left" alt="menulis-lagi" border="0" height="260" src="http://lh5.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TM1cey10iaI/AAAAAAAAAJU/qFOGWHS3MRg/menulis-lagi_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" style="border-width: 0px; display: inline; margin: 0px 10px 0px 0px;" title="menulis-lagi" width="191" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;b&gt;TAK&lt;/b&gt; ada teori bagus untuk menyusun paragraf. Semakin berteori tentang bagaimana menyusun paragraf yang bagus, semakin sulit kita memulai menulis. Akan serba bingung lantaran otak terpaku pada teori penyusunan paragraf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paragraf, bagi saya hanya ada tiga bagian. Pembuka, isi dan penutup. Silahkan ditertawakan teori saya. Karena saya tak mau membuat definisi rumit soal bagaimana menyusun paragraf yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada banyak buku panduan tentang bagaimana cara memulai menulis, bagi saya itu tak mengajari banyak hal. Justu akan menghambat kreativitas kita dalam menulis. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak blog yang saya temukan merupakan hasil kreativitas seseorang, yang saya yakin tak pernah membaca teori tentang bagaimana membuat paragraf yang susunannya tepat. Justru itu lebih bagus. Karena memulai adalah awal yang baik untuk bisa menulis yang enak dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin menyusun paragraf yang pas, mulailah menulis lebih dulu. Itu yang diajarkan saat saya terjun jadi wartawan. Intinya hanya 2 yang dibekalkan pada saya ketika mau menulis, yakni: Lead (pembuka) dan tubuh berita (isi). Saya lantas menambahinya jadi 3 dengan terakhir adalah kesimpulan (penutup). Namun ini jarang saya lakukan ketika menulis pendek (straight news). Mengingat penulisan ini sering menyesuaikan ukuran kolom dari halaman koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan ini secara umum dapat kita temui dalam karya tulis skripsi, thesis, desertasi atau karya tulis ilmiah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik dan benar dalam menyusun paragraf bagi saya adalah unsur kejelasan dan kelengkapan dalam sebuah tulisan. Ini ada dalam isi, atau tubuh berita. Saya sering menggeser satu paragraf di atas paragraf sebelumnya jika paragraf itu melengkapi paragraf yang diatasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga kerap menyusun paragraf yang kaitannya dengan paragraf jauh di atasnya. Tentu dengan manambahi awalan kata yang mengait paragraf itu. Contoh jelas ada dalam tulisan ini, ketika saya mengulang kalimat, “menyusun paragraf yang baik dan benar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini ada di paragraf 2 dan 6. Paragraf 6 melengkapi paragraf 2, dengan kalimat pendahuluan yang sama dengan kalimat akhir pada paragraf 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat pendahuluan ini penting kita ulang dari paragraf sebelumnya jika kita meloncat (jumping) ke paragraf jauh dibawahnya. Agar pembaca tidak kaget dengan maksud dari suatu penjelasan yang ingin kita sampaikan. Tentunya tanpa mengulang semua kalimat. Hanya bagian tertentu yang ingin kita jelaskan dalam paragraf tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan ini sebenarnya berlaku untuk penulisan panjang, yang memiliki alur cerita. Berbeda dengan penulisan pendek (berita singkat/straight news) yang memiliki rumus piramida terbalik, dengan susunan paragraf yang teratur, atau tak meloncat-loncat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian sulit dalam memulai paragraf adalah membuat lead, atau pembuka. Saya pernah buntu total gara-gara bagian terpenting dalam sebuah cerita belum saya dapatkan. Meski secara unsur berita sudah memenuhi untuk dibuat tulisan. Namun ada bagian penting yang bisa mengawali tulisan itu menjadi cerita, yakni pelaku (karakter). Inilah salah satu bagian dalam &lt;a href="http://budimanshartoyo.wordpress.com/2008/12/31/jurnalisme-literair-apa-itu/" target="_blank" title="Apa itu penulisan literair?"&gt;penulisan literair&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter, atau penokohan menjadi bagian utama dalam penulisan panjang, selain alur dan konflik. Karena itu, ketika saya belum menemukan unsur ketokohan dalam penulisan itu saya mengalami kebuntuan. Namun setelah saya menemukannya, penulisan bisa menjadi lancar dan sulit menghentikannya. Padahal, lagi-lagi dalam media cetak kita dibatasi oleh halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menutup sebuah tulisan, teliti kembali apakah ada bagian tertentu dari paragraf-paragraf sebelumnya yang penjelasannya kurang lengkap. Tentunya paragraf-paragraf itu tidak keluar dari tema yang ingin kita sampaikan. Jika ada, lengkapi dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutup tulisan, bisa memberikan kesimpulan, bisa juga tidak. Tergantung dari jenis tulisan. Bila karya ilmiah, memang diperlukan kesimpulan. Bila satir, kesimpulan berisi sindiran. Bisa halus, bisa kasar. Alangkah hebatnya jika halus tapi menghujam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila itu berita, bisa juga diberikan kesimpulan tanpa memberikan opini. Cukup mengulang fakta yang kita berikan dengan sebuah kalimat singkat yang jelas. Atau juga meninggalkan pertanyaan yang jawabannya sudah bisa ditebak oleh pembaca. (bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/tips-menulis-bagian-1-mentor-saya.html"&gt;Bagian 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/bagian-sebelumnya-tips-menulis-bagian-2.html"&gt;Bagian 2&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-3977901778849878477?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/3977901778849878477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/tips-penulisan-bagian-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/3977901778849878477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/3977901778849878477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/tips-penulisan-bagian-3.html' title='Tips Penulisan Bagian 3'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TM1cey10iaI/AAAAAAAAAJU/qFOGWHS3MRg/s72-c/menulis-lagi_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-675933643600382937</id><published>2010-10-31T17:42:00.010+07:00</published><updated>2010-11-01T10:42:11.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journalism'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Menulis'/><title type='text'>Tips Penulisan Bagian 2</title><content type='html'>&lt;a href="http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/tips-menulis-bagian-1-mentor-saya.html"&gt;bagian sebelumnya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Bekerja dengan Kata Kerja&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menulis detil tak bisa dilakukan dengan kata sifat. Karena itu, lupakan kata sifat. Bekerjalah dengan kata kerja. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TM1IKS9dDfI/AAAAAAAAAJI/ONcnxlTfstc/s1600-h/menulis_blog%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img align="right" alt="menulis_blog" border="0" height="260" src="http://lh5.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TM1ILvhxmLI/AAAAAAAAAJM/RdVabrGUMJQ/menulis_blog_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" style="border-width: 0px; display: inline; margin: 0px 0px 0px 10px;" title="menulis_blog" width="205" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;b&gt;APA&lt;/b&gt; yang bisa kita gambarkan saat menulis orang yang marah? Mungkin ini bayangan dalam benak kita: wajahnya merah padam, matanya melotot, lantas keluarlah semua jenis bintang dari mulutnya. Maksudnya cacian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang saya sebut dengan kata kerja. Bahkan saya akan menambahi kalimat itu dengan, “anjing kurap. Babi,” jika orang yang marah itu memang mengeluarkan cacian kata dari jenis-jenis binatang tersebut. Mengapa tidak? Etiskah?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya tak mengapa. Asalkan kita tidak menulis tentang ketersinggungan Suku, Agama dan Ras. Berbahaya. Bisa menyulut konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis sifat pemarah bisa kita lakukan dalam sebuah peristiwa yang melibatkan orang dengan sifat tersebut. Misalkan saat kita menulis tentang peristiwa yang sering disebut dengan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). Gambaran seorang suami yang memukul istrinya bisa kita dahului dengan peristiwa ketika suami itu marah-marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika istri tersebut kita wawancarai menyebut suaminya memiliki sifat pemarah, mintalah ia untuk bercerita kejadian yang menggambarkan kemarahan si suami.&lt;br /&gt;Misalkan sehari sebelum peristiwa pemukulan itu terjadi, si suami tiba ke rumah langsung marah-marah gara-gara persoalan sepele. Persoalan itu, misalnya saja, masakan si istri terlalu asin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;== Inilah gambarannya: Sore itu si istri menghidangkan makanan sesaat setelah suaminya pulang dari kantor. Di meja makan si istri menunggu suaminya yang sedang berganti pakaian. Beberapa saat kemudian si suami keluar kamar menuju meja makan. Tanpa duduk, si suami mencoba sayur yang ada di panci. Tiba-tiba dahinya berkernyit. Lantas meja makan digebrak. Piring dilempar hingga, “praaang,” pecah berantakan di lantai. Sayur di panci ditepisnya hingga isinya berjatuhan. Akhir-akhir ini si suami memang sering marah-marah dengan alasan yang dibuat-buat. ==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat terakhir dalam contoh tersebut baru disertakan setelah ada penggambaran tentang sesuatu yang terjadi. Detil bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggambarkan sesuatu dengan detil tak bisa kita lakukan dengan kata sifat. Misalkan lagi saat kita menulis tentang suatu konser. Tak cukup dengan menulis: pertunjukan semalam heboh. Dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca tentu akan bertanya-tanya, hebohnya bagaimana? Dahsyatnya seperti apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda saat kita menceritakan sesuatu dengan media visual, semisal video. Tanpa bercerita pun orang sudah tahu apa yang terjadi dengan menonton video.&lt;br /&gt;Karena itulah media televisi lebih membutuhkan sedikit kalimat ketimbang media cetak. Bahkan sering kita temui media televisi hanya memutar gambar kejadian tanpa memberikan narasi tentang suatu peristiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat sesuatu butuh penggambaran lebih jelas. Dengan menjelaskan sifat sesuatu, tulisan akan menjadi panjang, dan tentunya semakin menarik. (&lt;a href="http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/tips-penulisan-bagian-3.html"&gt;bersambung bagian 3&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-675933643600382937?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/675933643600382937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/bagian-sebelumnya-tips-menulis-bagian-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/675933643600382937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/675933643600382937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/bagian-sebelumnya-tips-menulis-bagian-2.html' title='Tips Penulisan Bagian 2'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TM1ILvhxmLI/AAAAAAAAAJM/RdVabrGUMJQ/s72-c/menulis_blog_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-3587395789624121868</id><published>2010-10-31T15:45:00.010+07:00</published><updated>2010-11-03T04:05:09.126+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journalism'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Menulis'/><title type='text'>Tips Penulisan Bagian 1</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Detil dengan Kalimat Pendek&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Mentor saya pernah mengatakan, “menulislah dengan kalimat pendek, dan detil.”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TM0sGyZ06QI/AAAAAAAAAI8/T98rWBCljFg/s1600-h/menulis2%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img align="left" alt="menulis2" border="0" height="244" src="http://lh6.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TM0sHgA2njI/AAAAAAAAAJA/aRmubbyk-7E/menulis2_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" style="border-width: 0px; display: inline; margin: 0px 10px 5px 0px;" title="menulis2" width="188" /&gt;&lt;/a&gt; MENJADI&lt;/b&gt; wartawan sejak 2002, baru 3 tahun sesudahnya saya merasa telah bisa menulis. Sebelumnya saya merasa tak ada perkembangan berarti dalam tulisan saya. Maklumlah, media koran tempat saya bekerja tak mengajari banyak tentang menulis yang enak dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalani training internal selama 2 minggu, saya langsung diterjunkan untuk mencari berita. Kembali ke redaksi, saya disuruh untuk menulis yang saya bisa. Padahal benar-benar blank. Tak tahu apa yang mau ditulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lupa apa yang bisa saya tulis waktu pertama kali itu. Yang jelas, saya tak bisa menulis banyak. Mungkin 4-5 paragraf. Baru esoknya saya membaca hasil tulisan saya setelah diedit redaktur.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pelan-pelan saya mulai belajar dari hasil editan itu. Saran dari Pemimpin Redaksi-nya memang menganjurkan seperti itu. Tak banyak saran yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya mulai belajar dari media-media nasional. Ketika itu saya coba langganan Kompas dan Bisnis Indonesia. Koran yang terakhir ini saya jadikan panduan untuk menulis tentang ekonomi bisnis, bidang dimana saya diterjunkan di situ oleh redaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tetap saja saya belum mampu mengembangkan tulisan saya. Saat itu yang penting saya bisa menulis agak panjang dan naik cetak. Jika tak naik, protes saya akan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat, pernah menulis rubrik opini di halaman koran itu. Oleh redakturnya dikasih naik. Soalnya selalu saya tanyakan. Tapi saya tak ingat, bagaimana saya bisa menulis opini tentang pendidikan. Mungkin saya sedikit banyak selalu berpikir tentang bagaimana pendidikan itu seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun kemudian ada kesempatan dari Yayasan Pantau yang didirikan Andreas Harsono mengadakan pelatihan di Jayapura. Sponsornya; PT Freeport Indonesia. Wartawan di Jayapura diberikan kesempatan untuk ikut dengan syarat mengirimkan contoh karya liputannya. Saya pun dengan bersemangat mengirimkan beberapa tulisan saya ke Pantau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya saya ikut pelatihan yang diberikan tak sampai satu minggu itu. Dari situlah saya mengenal 9 elemen jurnalistik dan menulis narasi, yang yayasan tersebut menamakannya dengan Jurnalisme Sastrawi.&lt;br /&gt;Belakangan saya menemukan istilah lain dari Jurnalisme Sastrawi. Almarhum &lt;a href="http://budimanshartoyo.wordpress.com/2008/12/31/jurnalisme-literair-apa-itu/" target="_blank" title="Jurnalisme Literair, Apa itu?"&gt;Budiman S Hartoyo mengenalkannya dengan sebutan Penulisan Leterair&lt;/a&gt;, dan ia tak sepakat dengan penamaan Jurnalisme Sastrawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentor saya, Andreas Harsono mengatakan, jurnalisme sastrawi bukanlah penulisan dalam bentuk sastra yang umumnya mendayu-dayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap mengacu pada fakta, itulah beda antara jurnalisme dengan karya sastra. Jurnalisme tetaplah jurnalisme. Bukan penulisan fiktif atau karangan yang biasa kita temui dalam novel, cerita pendek atau cerita bersambung. Jurnalisme adalah penulisan non fiktif. Tetap faktual dan aktual. Kejadiannya ada. Pelaku-pelakunya pun dapat ditemui. Hanya saja menulisnya dalam bentuk narasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis dalam bentuk narasi bisa dikatakan: menulis dengan bercerita secara detil. Pengambaran tentang peristiwa dituliskan sejelas mungkin. Saya mengibaratkan dengan merekam kejadian melalui video. Lalu kita tuliskan apa yang kita lihat dalam video itu tentang kejadian tersebut. Mulai dari ekspresi orang, mimik muka orang, warna kulitnya, tinggi badannya, berat badannya hingga aksi orang tersebut. Pokoknya secara detil.&lt;br /&gt;Cara ini pernah saya lakukan saat menulis liputan tentang peristiwa &lt;a href="http://gatotaribowo.blogspot.com/2006/03/intifada-memakan-3-brimob-oleh-gatot.html" target="_blank" title="Tulisan Tentang Peristiwa Abepura Berdarah 16 Maret 2006"&gt;Abepura Berdarah 16 Maret 2006 yang videonya ada dalam laman ini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis detil membutuhkan perbendaharaan kosakata yang cukup banyak. Saya belajar dari Majalah Tempo untuk kosakata ini. Sering saya dapatkan kosakata baru, misal: berkelindan, lindap, banal, sengkarut, centang-perenang, anomali, lingir, kiwari, karut, menguar, berjelaga, dan masih banyak lagi. Saya mencatat kata-kata baru itu dalam handphone saya, lalu saya cari artinya di kamus online. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain perbendaharaan kata, menulis detil membutuhkan pengerahan beberapa panca indera untuk merekam suatu kejadian. Contohnya saja saat kita menulis kuliner. Apa jadinya hasil tulisan kuliner tanpa menyertakan rasa dari makanan gara-garanya kita tak mengunakan indera pengecap rasa. Tentu akan hambar kita membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal indera pengecap rasa ini, Bondan Winarno jagonya. Wartawan yang kini lebih banyak liputan tentang kuliner dan terkenal dengan “Mak Nyus-nya” itu jago memberikan gambaran detil soal makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pengecap rasa, indera penciuman kadang dibutuhkan dalam menulis detil. Misalnya saja tentang bau anyir darah saat liputan peristiwa pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengerahan indera-indera yang kita miliki sangat penting dalam menulis detil. Gambaran yang kita berikan dalam penulisan akan tampak nyata. Intinya: Bagaimana menyuguhkan ke pembaca tentang suatu peristiwa yang bisa ia bayangkan dalam pelupuk matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain detil, menulis yang enak bisa kita suguhkan dengan kalimat-kalimat pendek. Untuk yang satu ini saya mengandalkan suatu ‘rasa’ saat membacanya ulang. ‘Rasa’ ini juga akan memberikan ketepatan kita dalam menempatkan tanda baca koma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat kalimat panjang akan menghabiskan energi pembaca. Coba saja kita membaca satu kalimat yang di dalamnya berisi 40 kata atau lebih. Nafas akan habis saat membacanya, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat yang efektif adalah kalimat yang jelas maksudnya dan tidak berulang maknanya. Jika kita membaca satu kalimat dan bisa kita pecah jadi dua kalimat, sebaiknya pecah saja. Karena itu, saya sering membaca ulang satu kalimat yang saya buat. Apakah bisa saya pecah jadi dua tanpa menghilangkan unsur kejelasannya dan saling melengkapi, atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penulis bahkan kerap membuat satu kata atau dua kata untuk menyampaikan sesuatu. Biasanya penyampaian ini didului bagian yang kalimat-kalimatnya menjelaskan tentang sesuatu. Lalu dilengkapi dengan satu atau dua kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran berapa kata dalam membuat kalimat saya pikir tidaklah terlalu penting.&amp;nbsp; Ada pada masing-masing penulis. Karena saya pernah menjumpai tulisan Mochtar Lubis, wartawan senior Indonesia yang kalimatnya cukup panjang dengan beberapa bagian koma di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya adalah jangan bertele-tele dalam menulis satu kalimat dan jangan membuat nafas pembaca habis untuk menyelesaikan kalimat tersebut. Buat satu kalimat dengan kalimat lainnya saling melengkapi, dan jangan mengulang maknanya. (&lt;a href="http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/bagian-sebelumnya-tips-menulis-bagian-2.html"&gt;bagian 2&lt;/a&gt;) (&lt;a href="http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/tips-penulisan-bagian-3.html"&gt;bagian 3&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-3587395789624121868?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/3587395789624121868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/tips-menulis-bagian-1-mentor-saya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/3587395789624121868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/3587395789624121868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/tips-menulis-bagian-1-mentor-saya.html' title='Tips Penulisan Bagian 1'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TM0sHgA2njI/AAAAAAAAAJA/aRmubbyk-7E/s72-c/menulis2_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-2733987881353614547</id><published>2010-10-28T14:30:00.009+07:00</published><updated>2010-10-29T13:24:02.686+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT-Internet'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;ng-Blog, ng-Free Hosting, ng-Flash&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Hampir 40 jam berkutat mencari hosting, membuat file flash setengah jadi dan memperbaiki coding gara-gara file flash not loaded. Dua hari dua malam tak tidur hanya sekedar menambah aksesori flash di Blog.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TMkmmP5jfMI/AAAAAAAAAIc/4V2RzkBYrtc/s1600-h/adobe-flash-8-logo%5B8%5D.jpg"&gt;&lt;img align="right" alt="adobe-flash-8-logo" border="0" height="200" src="http://lh3.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TMkmnSxI8eI/AAAAAAAAAIg/tYqC9MdPE50/adobe-flash-8-logo_thumb%5B6%5D.jpg?imgmax=800" style="border: 0px none; display: inline; margin: 15px 0px 20px 10px;" title="adobe-flash-8-logo" width="200" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;b&gt;INI&lt;/b&gt; semua gara-gara Geocities milik Yahoo ditutup beberapa tahun silam. Padahal hosting gratis ini benar-benar hosting, bukan blog. Kita bisa meng-upload file flash dan langsung memainkannya dengan direct link yang address internet-nya berakhiran .swf serta meng-embed-nya ke widget HTML/JavaScript.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Saya sempat 2 tahun mencicipi flash hasil kreasi sendiri di hosting itu. Hanya sekedar numpang nginap flash. Tidak memakainya buat web pribadi, gara-garanya nama kita ditaruh dibelakang. Dulu alamat Geocities saya http:www.geocities.com/gatotaribowo. Saya gak suka nama ditaruh di belakang. Hingga akhirnya mucul blog yang memberi kita kesempatan untuk menempatkan nama di depan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ada &lt;a href="http://wordpress.org/" target="_blank"&gt;Wordpress&lt;/a&gt; (WP). Itu yang pertama saya pakai. Saya tertarik memilih ini karena ada kata press-nya. Namun akhirnya saya memilih pindah ke &lt;a href="http://www.blogger.com/" target="_blank"&gt;Blogger&lt;/a&gt; tahu kenapa, saya menyepakati untuk menggunakan kata blog dalam weblog saya dan melupakan kata press.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Yang pasti sebenarnya WP lebih canggih. Kita bisa menggunakannya dengan offline. Ada aplikasinya. Dari sana pula saya berkenalan dengan PHP dan database SQL. Duet kondang inilah yang bisa membuat WP dipakai untuk aplikasi login pada halaman blog kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Saya belum tahu, apakah WP bisa upload file flash. Belum pernah coba. Yang jelas, &lt;a href="http://byethost.com/index.php/free-hosting" target="_blank" title="byethost.com"&gt;free hosting dari Byet Host&lt;/a&gt; sepertinya tak rela hanya ditumpangi saja. Berkali-kali file not loaded. Setelah diganti coding embed-nya, jalan lagi. Tak sampai 15 menit, macet lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kadang diganti codingnya setelah dapat dari googling, tak bisa juga. Terakhir, bisa setelah &lt;a href="http://www.gatotaribowo.byethost8.com/web_flash/layanan.swf" target="_blank" title="Ini Flash Iklan Layanan Masyarakat Untuk Berhenti Ng-Rokok"&gt;direct link&lt;/a&gt;-nya dibuka sendiri. Kurang beruntung, memang, karena memasukkan kata kunci yang gak pas di Google. Kata kunci yang pas adalah, “hosting flash gratis.” Lebih sial lagi saat googling diarahkan ke blog-blog yang melulu menyajikan &lt;a href="http://www.000webhost.com/" target="_blank"&gt;000webhost&lt;/a&gt;. Padahal hosting ini berbayar. Ada free-nya. Tapi parah. Setelah registrasi, suruh nunggu 24 jam. Tapi nyatanya gak bisa-bisa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Byet Host sendiri termasuk hosting free cukup canggih. Interface-nya  aplikasi web yang biasa kita temui di Joomla. Ada control panelnya.  Bahkan ada File Transfer Protokolnya (FTP). Ada database SQL-nya.  Mempunyai fitur PHP. Benar-benar hosting gratis yang cukup mewah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Byet juga menyediakan tak kurang dari 5 web gratis dengan nama  tengah bermacam-macam. Saya sendiri punya dua, di byethost8.com dan  66ghz.com.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Menemukan 50 megabyte dari &lt;a href="http://www.ripway.com/" target="_blank"&gt;Hosting Gratis dari Rip Way&lt;/a&gt; cukup membuat nafas lega dari keletihan panjang. &lt;a href="http://h1.ripway.com/gatotaribowo/layanan.swf" target="_blank" title="Ini Flash Iklan Layanan Masyarakat Untuk Berhenti Nge-Rokok"&gt;Flash direct link&lt;/a&gt;nya tak bermasalah. Rip Way sungguh baik mau menerima tumpangan file saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;So, akhinya ngesot juga setelah 40 jam belum tidur. Sampai jumpa di sharing berikutnya. Pengen membagi soal sedikit pengetahuan tentang template, yang file ekstensinya .xml, dan beberapa coding embed. (&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;G&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-2733987881353614547?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/2733987881353614547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/nge-blog-nge-flash-ng-gogling-hampir-40.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/2733987881353614547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/2733987881353614547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/nge-blog-nge-flash-ng-gogling-hampir-40.html' title=''/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TMkmnSxI8eI/AAAAAAAAAIg/tYqC9MdPE50/s72-c/adobe-flash-8-logo_thumb%5B6%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-5438781181376280059</id><published>2010-10-23T21:37:00.008+07:00</published><updated>2010-11-01T10:45:56.947+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journalism'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Menulis'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: x-large;"&gt;Ketelitian, Modal Tambahan Buat Wartawan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TMLyIRlSv_I/AAAAAAAAAH0/WXTOsLC0p5w/s1600/koran.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TMLyIRlSv_I/AAAAAAAAAH0/WXTOsLC0p5w/s200/koran.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;APA&lt;/b&gt; jadinya ketika seorang wartawan mau mengetik huruf N tapi terpeleset ke B? Apa jadinya pula ketika wartawan meninggalkan huruf r saat mau mengetik "kontrol"? Sudah pasti koran yang telah cetak akan menuai kecaman, atau malah jadi bahan tertawaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang terjadi pada terbitan Jawa Pos edisi 19 Oktober 2010 yang menulis judul: Pintu Samping Ditutup, Tamu Dapat Dikontol Petugas. Berita ini sehari kemudian diralat oleh redaksinya. Apakah sudah cukup dengan ralat?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;U&lt;/span&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;ntuk pembaca memang sudah cukup. Tapi bagi awak redaksi, ini tentu belum cukup. Ada pembelajaran buat ke depan tidak terulang. Bahwa ternyata unsur ketelitian mutlak diperlukan untuk sebuah media. Tidak hanya teliti tentang data, yang biasa kita sebut dengan disiplin verifikasi dalam elemen jurnalistik, namun teliti juga kata per kata, bahkan huruf per huruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah pemberitaan yang telah jadi dan naik cetak di media koran atau majalah dan online, ataupun tayang dalam media televisi, cacat dalam sebuah tulisan kadang tak bisa diterima oleh pembaca. Ini merupakan daya tawar yang tak mau ditoleransi pembaca atau pemirsa. Karena pemberitaan adalah penyebaran informasi ke masyarakat luas, yang dampaknya bisa tragis bila ada kesalahan dalam isi beritanya. Lebih-lebih salah dalam memberikan data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelumnya, dalam kasus serupa dengan salah ketik, ada sebuah koran yang hendak menuliskan Nabi Muhammad menjadi Babi Muhammad. Di papan ketik, letak huruf B dan N memang berdekatan. Bagi pengetik, itu wajar. Namun bagi pembaca, saat koran itu sudah jadi dan dibaca masyarakat luas, dampaknya berbuah pelecehan bagi sekelompok masyarakat. Apalagi sekelompok masyarakat ini termasuk mayoritas. Akhirnya, berita inipun menuai protes dan demo ke kantor redaksi suratkabar tersebut. Tragis bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketelitian bagi seorang wartawan buat saya sepertinya mutlak diperlukan. Mungkin bukan merupakan modal utama ketika seseorang mau terjun jadi wartawan. Namun sangat diperlukan untuk menjaga kualitas dari wartawan atau media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teliti dalam mengetik mungkin bagi sebagian wartawan sangat sepele. "Toh ada redaktur yang akan mengkoreksi. Yang penting data-data yang saya sajikan dalam tulisan sudah sesuai dengan yang saya dapat," mungkin ini yang ada dalam benak wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, dalam alur berita itu jadi untuk naik cetak ada 2 benteng (atau bahkan 3 benteng) yang akan mengkoreksi ketelitian, baik data maupun huruf dalam tulisan. Masih ada redaktur yang menjadi editor, lantas diserahkan ke Redaktur Pelaksana (Redpel) atau juga ke Pemimpin Redaksi (Pemred) untuk mendapat pengesahan berita itu dicetak. Bahkan urusan judul menjadi bagian mutlak dari redaktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus yang terjadi di terbitan Jawa Pos tersebut, mutlak ini saya anggap kesalahan dari Pemred atau Redpel. Redaktur memang bisa saja disalahkan. Tapi tidak buat wartawan. Meski begitu, ketelitian tetap menjadi keharusan buat seorang wartawan. Bukankah Redaktur, Redpel dan Pemred juga wartawan? Hanya saja dibedakan status "Jabatan" dalam manajemen keredaksian. Dan jika berita sudah naik cetak, bila ada yang salah, Pemred lah yang seharusnya bertanggung jawab. Meski sebenarnya ini kesalahan kolektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke ketelitian dalam pengetikan, saya memilih untuk meningkatkan kemampuan saya dalam mengetik dengan 10 jari. Tanpa menengok lagi letak-letak tombol dalam papan ketik, saya menyaksikan langsung hasil ketikan saya dalam monitor komputer. Sehingga saya bisa langsung mengetahui adanya salah ketik, dan cepat-cepat mengkoreksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lainnya bisa dengan membaca ulang berita yang telah jadi. Atau membaca ulang paragraf per paragraf yang telah jadi. Bisa juga membaca ulang kalimat per kalimat yang telah jadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini sering jadi kendala buat yang terbiasa menggunakan gadget, mulai dari handpone hingga papan Qwerty. Sehingga sering saya menemui tulisan wartawan yang disingkat, seperti yg untuk mengacu ke yang, tsb untuk tersebut, dan seterusnya. Kebiasaan ini tentu tak boleh dibawa dalam mengetik untuk berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketelitian dalam mengetik, meski sepele ternyata bisa membuat dampak yang sangat besar. Jadi telitilah dalam mengetik. Hafalkan letak-letak dalam papan ketik dan mulailah mengetik tanpa melihat ke papan ketik, tapi ke layar komputer. (*)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-5438781181376280059?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/5438781181376280059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/ketelitian-modal-tambahan-buat-wartawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/5438781181376280059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/5438781181376280059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/ketelitian-modal-tambahan-buat-wartawan.html' title=''/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TMLyIRlSv_I/AAAAAAAAAH0/WXTOsLC0p5w/s72-c/koran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-5229292924828816378</id><published>2010-10-22T05:19:00.021+07:00</published><updated>2010-10-27T04:45:04.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT-Software Review'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;XecureBrowser, Khusus Pengguna Transaksi Keuangan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ini bukan sembarang browser internet. Anda tak dapat mengetikkan alamat situs atau web di tab alamat. Jadi bukan untuk pengguna yang suka surfing. Khusus untuk pengguna internet banking dan transaksi elektronik lainnya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;review oleh: Gatot Aribowo&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TMCKDTOHefI/AAAAAAAAAHM/MMZHE8prjD0/s1600/Gambar-Layar.png" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="195" src="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TMCKDTOHefI/AAAAAAAAAHM/MMZHE8prjD0/s200/Gambar-Layar.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;XB loading saat dibuka&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERTAMA&lt;/b&gt; mencoba browser yang satu ini mata saya tertuju pada tab address untuk mengetikkan alamat situs. Ada yang tak biasa. Sepertinya tab itu terkunci. Benar, ketika saya coba mengetikkan suatu alamat web, tak bisa sama sekali. Kursor pun tak berkedip-kedip seperti biasanya kita lihat di tab browser pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tab menu bagian atas, saya melihat sesuatu yang menarik. Ada tab "Bank" dan "Payment" di deretan sebelah kanan menu "File" dan View. Saya langsung menuju ke sana dan menekan menu "Bank". Muncullah 7 negara dalam sub menunya. Indonesia paling atas. Ketika&amp;nbsp;saya geser ke sub menu "Indonesia" muncul berbagai sub menu lagi yang isinya bank-bank di Indonesia. Ada 22 bank di Indonesia yang tercatat dalam browser ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TMDB1tx0YOI/AAAAAAAAAHc/uS8x56KAfmA/s1600/Gambar-Layar-3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://2.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TMDB1tx0YOI/AAAAAAAAAHc/uS8x56KAfmA/s200/Gambar-Layar-3.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tampilan pembuka XB&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Saya coba ke sub menu "Mandiri". Ini alamat masuk ke Bank Mandiri, yang ditunjukkan dengan alamat &lt;a href="https://ib.bankmandiri.co.id/retail/Login.do?action=form"&gt;https://ib.bankmandiri.co.id/retail/Login.do?action=form&lt;/a&gt;. Setelah login, halaman yang disajikan pun seperti biasanya anda membuka akun internet banking Mandiri pada browser-browser biasa. Dan ketika saya klik link &lt;a href="http://www.bankmandiri.co.id/"&gt;home&lt;/a&gt; yang ditunjukkan dengan alamat http://www.bankmandiri.co.id, tak bisa dibuka di browser ini. Ada pesan, "Access Denied. Access to this website is not secure." Ternyata browser ini bukan sembarang browser yang ditujukan untuk pengguna pada umumnya. Ini browser khusus untuk mengakses &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/HTTPS"&gt;HyperText Transport Protocol Secure&lt;/a&gt;, disingkat https. Berbeda dengan http (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/HTTP"&gt;HyperText Transport Protocol&lt;/a&gt;), https adalah versi aman (secure) dari http.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status bukan sembarang browser, juga ditunjukkan dengan tidak adanya sub menu untuk "copy" maupun "paste" yang biasa kita temukan di menu "Edit". Bahkan menu "Edit" sendiri tak disediakan dalam browser ini. Hanya disediakan menu "File", "View", "Setting" dan "Help" yang umum kita jumpai pada aplikasi-aplikasi komputer, termasuk browser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TMC9jEU9jtI/AAAAAAAAAHY/fsE8XFxHTnM/s1600/Gambar-Layar-1.png" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TMC9jEU9jtI/AAAAAAAAAHY/fsE8XFxHTnM/s200/Gambar-Layar-1.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Menu Bank di XB &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Minimalis menu inilah yang membuat browser ini tak memberi celah sedikitpun untuk menjebol keamanan melalui phishing (penipuan situs dengan salah alamat). Hanya daftar-daftar alamat yang ada di list &lt;a href="https://www.xecureit.com/xb/"&gt;XecureBrowser&lt;/a&gt; (XB) saja yang bisa dikunjungi pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 36 alamat di XB, dengan perbankan sejumlah 34 dan Payment ada 2, yakni: &lt;a href="https://www.paypal.com/id"&gt;Paypal&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://www.kaspay.com/"&gt;Kaspay&lt;/a&gt;. Sementara perbankan Indonesia sejumlah 22 dan 12 sisanya bank luar negeri, antara lain: Australia 2 Bank (Commonwealth dan Westpac), 1 bank di Kamboja (Bank CPB), 2 Bank Perancis (Credit Lyonnais dan BNP Paribas), 1 Bank Malaysia (Maybank), 4 Bank Singapura (Credit Suisse, DBS, UOB dan HSBC), serta 2 Bank Inggris (Lloyds TSB dan Lloyds TSB Corporate).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bank-bank di Indonesia antara lain: BCA, BCA Corporate, BII, BNI, BNI Direct, BRI, Bukopin, Bumiputera, CIMB Niaga, Citibank, Commonwealth, Danamon, Danamon Cash Management, HSBC Indonesia, Mandiri, Mandiri Cash Management, Mega, OCBC NISP, Panin, Rabobank, Sinarmas dan Standard Chartered.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TMDGQMOgRcI/AAAAAAAAAHg/3byFvQ0WWkg/Gambar-Layar-2+copy.jpg%22"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TMDGQMOgRcI/AAAAAAAAAHg/3byFvQ0WWkg/s200/Gambar-Layar-2+copy.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Menu Payment.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Dalam &lt;a href="https://www.xecureit.com/xb/?p=1769"&gt;situs webnya&lt;/a&gt;, XB mengklaim merupakan browser anti phishing dan melindungi pembajakan browser melalui software jahat (malware/malicious software) yang masuk diam-diam, serta anti pembajakan melalui protokal jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Phishing"&gt;Phising&lt;/a&gt; merupakan teknik pengelabuan pengguna internet dengan alamat yang tidak benar. Halaman yang disajikan akan sama persis dari halaman yang sebenarnya. Pengelabuan ini memungkinkan penjahat bisa mengakses informasi pengguna, termasuk password. BCA pernah mengalaminya dengan kilkbca.com, dari yang seharusnya klikbca.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malware"&gt;malware&lt;/a&gt; merupakan software yang mencurigakan dengan tujuan memperoleh informasi dari target, termasuk password dan kebiasaan user yang tercatat dalam system log. XB sendiri tidak menyediakan system log yang mencatat kegiatan pengguna saat akses ke bank yang dituju, termasuk menyediakan pencatatan simpan sandi seperti yang umum kita temui di browser-browser biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TMDJOScm6MI/AAAAAAAAAHk/V-V69rIYTlU/Gambar-Layar-8.png" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TMDJOScm6MI/AAAAAAAAAHk/V-V69rIYTlU/s200/Gambar-Layar-8.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Peringatan keamanan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sedangkan pembajakan protokol memungkinkan dengan munculnya peringatan di layar komputer saat membuka halaman enkripsi (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transport_Layer_Security"&gt;SSL&lt;/a&gt;). Sebagian besar dari browser menonaktifkan fungsi peringatan ini. Firefox secara default (bawaan) hanya memberikan peringatan saat halaman yang dibuka menggunakan enkripsi tingkat rendah. Bawaan ini bisa kita temui di menu seting (pengaturan atau preferensi) pada tab keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XB, tanpa konfirmasi dengan penggunanya secara berkala akan mengecek akses halaman SSL dan akan menghentikan akses ke halaman tersebut jika kondisinya mencurigakan. Inilah salah satu yang membuat XB aman digunakan untuk internet banking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Portabel Untuk Semua Platform&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim perancang XB tampaknya tak mengkhususkan pada pengguna Windows yang sebagian besar masih mendominasi pengguna komputer di Indonesia. XB disediakan juga untuk pengguna Linux maupun Mac OS. Dengan mengusung portabel, XB tak perlu diinstal ke komputer. Cukup disimpan ke flashdisk dan bisa dibawa kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;File download disediakan dalam format &lt;a href="https://www.xecureit.com/xb/download.php?id=windows"&gt;.zip untuk windows&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://www.xecureit.com/xb/download.php?id=linux"&gt;.tar.bz2 untuk pengguna Linux&lt;/a&gt;. Pengguna tinggal mengekstrak dan muncullah folder dengan nama: XecureBrowserPortable.&lt;br /&gt;Di Windows, dalam folder tersebut pengguna akan menemui file XecureBrowserPortable.exe dan tinggal klik 2 kali atau klik kanan pilih open, untuk menjalankannya. Sementara di Linux, dalam folder tersebut pengguna akan menemui file: RunXecureBrowser dan tinggal klik dua kali atau klik kanan, pilih buka untuk menjalankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa kasus untuk Linux -saya menggunakan Ubuntu- kadang tak bisa menjalankan XB. Alternatifnya: ekstrak atau copy folder XecureBrowserPortable ke salah satu folder dalam lingkungan Linux. Saya meng-copy-nya ke folder Desktop, dan jalankan dari sana. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="https://www.xecureit.com/xb/download.php?id=windows"&gt;download untuk windows&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="https://www.xecureit.com/xb/download.php?id=linux"&gt;download untuk Linux&lt;/a&gt;&lt;u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/u&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-5229292924828816378?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/5229292924828816378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/xecurebrowser-khusus-pengguna-transaksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/5229292924828816378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/5229292924828816378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/xecurebrowser-khusus-pengguna-transaksi.html' title=''/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TMCKDTOHefI/AAAAAAAAAHM/MMZHE8prjD0/s72-c/Gambar-Layar.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-5393691720417117402</id><published>2010-10-19T18:12:00.010+07:00</published><updated>2010-10-27T01:28:38.950+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT-Linux Review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT-Linux'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times,'Times New Roman',serif; font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Yok, Bersahabat Dengan Linux&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;"Berterima kasihlah pada mereka yang telah mengembangkan tehnologi alternatif yang semakin user friendly, tanpa perlu kita membayar mahal, semahal kita membeli lisensi operating system dari &lt;a href="http://www.microsoft.com/"&gt;Microsoft&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.apple.com/"&gt;Apple&lt;/a&gt;"&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TL12Mk820sI/AAAAAAAAAHI/5eikwi5Bi2E/s1600/logo_ubuntu_linux_for_transparent.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TL12Mk820sI/AAAAAAAAAHI/5eikwi5Bi2E/s1600/logo_ubuntu_linux_for_transparent.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;MENGENAL&lt;/b&gt; Operating System Linux sejak pertengahan 2006 belum menggerakkan minat saya untuk menggunakan open source ini. Kendati telah memasang Ubuntu 7.0 di notebook dengan dual OS bersama Microsoft Windows XP Pro SP2, saya lebih sering menggunakan versi bajakan dari Windows tersebut. Bukannya malas belajar, namun bandwidth yang masih mahal membuat saya belum tertarik untuk menggunakan Ubuntu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saja dengan koneksi dial up telkomnet@instan yang rate downloadnya tak sampai 2 kbps, unduhan codec-codec untuk membuat Ubuntu mampu memutar file MP3 tak akan mungkin dilakukan. Sementara instalasi Ubuntu sendiri belum melengkapi dirinya dengan codec yang bisa memutar musik sembari bekerja.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya mendapat kiriman Blank-On 3.0 yang merupakan turunan dari Ubuntu, hati saya kembali tergerak untuk mencoba open source Linux. &lt;a href="http://www.blankonlinux.or.id/"&gt;Blank-On&lt;/a&gt; sendiri telah menyertakan codec untuk memutar file lagu dalam instalasinya. Sayang, ketika codec untuk memutar file movie tak disertakan dalam instalasinya, minat saya untuk menggunakan distro Linux ini menjadi surut. Akhirnya kepingan DVD Linux dari berbagai distro, mulai dari Blank-On, &lt;a href="http://www.ubuntulinux.org/"&gt;Ubuntu&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.redhat.com/"&gt;Redhat&lt;/a&gt; hingga &lt;a href="http://www.thinkgos.com/"&gt;G-OS&lt;/a&gt; serta lainnya yang berjumlah belasan itu nganggur tak terpakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahalnya bandwidth ketika itu juga membuat ketergerakan minat saya untuk mensosialisasikan Linux di Jayapura menjadi kendor. Padahal beberapa teman sudah saya tawari kendati mereka menyambutnya dengan pesimis. Banyak teman yang berpandangan miring dengan Linux dan lebih suka bergelut dengan operating system bajakan dari Windows. Alasannya: perlu waktu longgar untuk belajar dan belum tentu user di Jayapura mau menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan ini jelas bagi saya tak masuk akal. Karena bagi sebagian besar orang yang berminat dengan tehnologi informasi modal awalnya adalah kemauan untuk mempelajari tehnologi. Dan user, apalagi yang newbie akan mau menerima jika tehnologi tersebut friendly user, alias bersahabat dan mudah dipelajari. Linux sendiri dalam perkembangannya tak lagi text interface. Dukungan &lt;a href="http://www.gnome.org/"&gt;GNOME&lt;/a&gt; yang merupakan aplikasi desktopnya, Linux telah menawarkan grafik interface seperti Windows. Tentu ini akan menjadi mudah bagi Linux berkembang di masyarakat pengguna komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang utama bagi saya tentunya adalah ketersediaan akses internet yang masih mahal. Bayangkan ketika produk PT Telkom Indonesia yang ber-merk Speeedy belum ada. Bandwidth lebar hanya disediakan oleh provider dengan ongkos yang jutaan setiap bulannya. Tentu ini tak bersahabat buat Linux yang memerlukan koneksi internet untuk melengkapi dirinya agar bisa menyamai Windows. Mulai dari memutar file musik, file film hingga membaca file pdf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengguna rumahan seperti saya, dengan bandwidth yang sekarang bisa didapat Rp 150 ribu per bulan berkecepatan up to 384 kbps, download codec G-Streamer untuk memutar file musik dan video tak sampai 10 menit dapat disedot. Bahkan &lt;a href="http://www.ubuntulinux.org/desktop/get-ubuntu/download"&gt;rilis versi terbaru dari Ubuntu&lt;/a&gt; siap diunduh dengan waktu tak sampai 3 jam. Biaya bandwitdh itupun masih bisa ditekan dengan patungan (saweran) dari berbagi koneksi internet bersama tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang membuat saya berani mencoba Ubuntu. Karena ada kebanggaan ketika lainnya masih menggunakan Windows, yang mungkin masih bajakan. Kebanggaan ini yang membuat saya mencoba terus bertahan mempelajari hal-hal baru dalam lingkungan Linux. Karena ada satu yang masih belum saya pelajari, dari apa yang telah saya bisa dalam lingkungan Windows. Yakni: Scribus. Olah grafis untuk mendesain koran. Ingin lincah, selincah saya menggunakan Page Maker atau Indesign dari &lt;a href="http://www.adobe.com/"&gt;Adobe&lt;/a&gt; yang bekerja untuk Windows atau Apple. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-5393691720417117402?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/5393691720417117402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/yok-bersahabat-dengan-ubuntu-berterima.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/5393691720417117402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/5393691720417117402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/yok-bersahabat-dengan-ubuntu-berterima.html' title=''/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TL12Mk820sI/AAAAAAAAAHI/5eikwi5Bi2E/s72-c/logo_ubuntu_linux_for_transparent.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-5183322077433628991</id><published>2010-09-06T06:51:00.030+07:00</published><updated>2010-11-01T04:14:54.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obituari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;Helvetica&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Mengenang 6 Tahun Kematian Munir&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Menikmati Munir Said Thalib Melalui Musik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot;;"&gt;catatan: Gatot Aribowo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLk7QJ7Mi7I/AAAAAAAAAFg/3CErFWCKquM/s1600/image_1544_8GKZbfv.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLk7QJ7Mi7I/AAAAAAAAAFg/3CErFWCKquM/s1600/image_1544_8GKZbfv.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tak banyak mungkin orang mengenal Munir secara dekat. Namun bukan berarti sedikit orang yang mengenal perjuangannya melawan kekerasan dan menegakkan keadilan. Karena perjuangan ini akan terus berlanjut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;_______&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MUSIK&lt;/span&gt; adalah bahasa universal. Tak ada sekat dan tak ada batasan untuk menikmatinya. Tak nampak perbedaan umur -tua muda, orang tua dan anak-anak- tak kelihatan pula strata sosial. Yang ada penyelarasan antara rasa, saat mendengar alunan nadanya dan mendengarkan liriknya. Inilah yang sanggup terciptakan ketika menikmati, tak sekedar mengenang Munir melalui alunan nada-nada.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt; Tercatat sedikitnya 12 lagu yang terciptakan mengenang Munir, mulai dari Iwan Fals hingga band-band muda yang mengikuti Lomba Cipta Lagu Untuk Munir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="10" cellspacing="10" style="width: 330px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;embed flashvars="autoPlay=no&amp;amp;thePlayerURL=http://res1.esnips.com/escentral/images/widgets/flash/mp3WidgetPlayer.swf&amp;amp;fileIds=&amp;amp;plURL=http://www.esnips.com//plxml/a4fc9749-8119-4b64-961e-68df5d50db1c/?cachePL=true" height="230" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" quality="high" src="http://res1.esnips.com/escentral/images/widgets/flash/esnipsPL.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="330"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Powered by &lt;a href="http://www.esnips.com/web/AlbumUntukMunir" style="color: #ff8000; font-weight: bold;" target="_blank"&gt;  Gatot on eSnips.com  &lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tak hanya sekedar perjuangan untuk mengingatkan -melalui tajuknya Ikhtiar Melawan Lupa- namun juga ketika mendengarkan lagu-lagu untuk Munir sanggup memberikan kenikmatan tentang apa yang telah dilakukan Munir semasa hidupnya. Tentang perjuangannya menghentikan kekerasan dan meneriakkan keadilan mampu menggetarkan jiwa saat teriring dengan musik-musik yang ditujukan untuk mengenangnya. Getaran yang sanggup memberikan energi bagi siapa saja, utamanya jiwa-jiwa muda, untuk mengikuti jejak sang pejuang. Meneruskan langkah untuk berteriak menghentikan kekerasan dan menekan kekuasaan agar berbuat adil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Pantaslah ketika Suciwati, istri Almarhum berkata, “dahsyat,” untuk memberikan apresiasinya ke lagu-lagu yang dipersembahkan buat Munir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh lagu memang dahsyat. Itu mungkin yang tanpa Iwan Fals sadari, Munir bisa saja terinspirasi dari lagu-lagunya tentang kritik terhadap kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt; Dalam Film Dokumenter Kiri Hijau Kanan Merah yang di-direct Dandhy Dwi Laksono terungkap Munir mengkoleksi keseluruhan kaset-kaset Iwan Fals. “Jangan-jangan almarhum terinspirasi dari lagu-lagu saya,” ungkap Iwan Fals dalam film dokumenter tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling menginspirasi. Antara lagu dengan apa yang diperbuat Munir dan Iwan Fals yang mencipta lagu Pulanglah, beberapa saat setelah mendengar kematian Munir melalui radio. Rasanya tak hanya sekedar sanggup memberikan kenangan, namun menikmati perbuatan apa yang dipesankan dalam lirik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah ketika menikmati apa yang telah dilakukan Munir semasa hidupnya melalui musik. Kenikmatan itu seperti terlirik dalam 'Masihkah Kita Takut' yang dibawakan Amir Sadewo. Aransemen yang lembut menggetarkan rasa dan menuntut pemberontakan jiwa untuk berteriak, “Hentikan setiap kekerasan, hentikan setiap pemaksaan, hentikan setiap penghilangan, hentikan!! Maju melawan!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, jika lagu ini dipentaskan oleh band mana saja dengan penghayatan panggung akan mempengaruhi siapa saja yang mendengar dan melihatnya. Pesan liriknya begitu kuat, dan aransemennya begitu menyentuh jiwa-jiwa muda yang masih bisa diisi dengan idealisme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Tampaknya inilah yang diinginkan Munir untuk jiwa-jiwa muda saat ini. Meneruskan perjuangannya untuk nilai-nilai kemanusian yang jauh dari kekerasan dan dekat dengan keadilan. Perjuangan ini bukan tanpa konsekuensi. Munir telah membuktikannya dengan pengorbanan nyawa. Mati di udara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Ia mungkin telah menyadari bisa mati dimana saja. Di lautan, di trotoar jalanan ataupun di udara. Ini konsekuensi bagi semua orang yang memperjuangkan kebenaran. Konsekuensi akan mendapatkan ancaman dan teror. Meski begitu, hanya satu yang mungkin diingikan Munir, “Jangan berhenti!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Sentuhan-sentuhan itu tercipta dari lagu 'Di Udara' yang dibawakan band Efek Rumah Kaca. “Aku bisa ditenggelamkan di lautan, ditikam di trotoar jalanan atau diracun di udara. Bisa dibuat menderita, bisa dibuat tak bernyawa. (Namun) Jangan berhenti!!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi itupun akhirnya didapat. Munir telah tiada ketika 7 September, 6 tahun silam, ia diracun Arsenik dalam perjalanannya ke Belanda. Namun ia akan hidup dan melahirkan Munir-Munir baru. “Satu hilang, seribu terbilang. Patah tumbuh, hilang berganti,” kata Iwan Fals dalam lirik lagunya yang berjudul 'Pulanglah'. Lagu ini dipersembahkan Iwan beberapa saat setelah mendengar kematian Munir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Munir akan rasa keadilan dan kemanusian tak akan pernah surut sampai negeri ini menyadari bahwa pahlawan saat ini bukan lagi milik tentara yang mempertahankan kedaulatan teritorial. Namun pahlawan saat ini bisa muncul dari siapa saja yang memperjuangkan kedaulatan manusia dan kedaulatan rasa keadilan negeri ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Pantaslah ketika Doddy R. Jatmiko mencipta lagu 'Pahlawan Sejati' untuk Munir. Atau Mila Dosy yang memberikan gelar 'Pahlawan Hak Asasi' dalam lagunya. Atau Nur Iman yang juga menyebut pahlawan dalam lagunya yang berjudul: Untukmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Munir mungkin merasa tak perlu digelari pahlawan oleh negara ini. Cukuplah ia mewariskan semangatnya ke anak-anak negeri untuk terus memperjuangkan keadilan dan rasa kemanusiaan. Ada kebanggaan anak-anak negeri itu yang memberikan gelar pahlawan buat Munir Said Thalib dalam lagu-lagunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;“Pahlawan sejati, kau tak kan pernah mati, walaupun kini kau telah pergi, semangatmu tak pernah mati, perjuanganmu takkan terhenti tuk generasi dan masa depan negeri,” kata Doddy R. Jatmiko dalam lirik lagunya. (*)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;Helvetica&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;Helvetica&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; Hijau &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;Helvetica&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kanan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;Helvetica&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;Helvetica&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Merah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;Helvetica&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;Helvetica&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;(Video Dokumenter Tentang Munir)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object data="http://www.engagemedia.org/%2B%2Bresource%2B%2Bplumi.skin.flowplayer/flowplayer-3.2.2.swf" height="300" id="_player-videoview" name="_player-videoview" type="application/x-shockwave-flash" width="400"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.engagemedia.org/%2B%2Bresource%2B%2Bplumi.skin.flowplayer/flowplayer-3.2.2.swf"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;param name="flashvars" value="config={&amp;quot;playlist&amp;quot;:[{&amp;quot;url&amp;quot;:&amp;quot;http://www.engagemedia.org/Members/yerry/videos/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/thumbnailImage&amp;quot;,&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;image&amp;quot;},{&amp;quot;url&amp;quot;:&amp;quot;http://videos.engagemedia.org/transcoded/http/www.engagemedia.org/Members/yerry/videos/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/download/video_file/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/mp4/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4&amp;quot;,&amp;quot;autoPlay&amp;quot;:false,&amp;quot;autoBuffering&amp;quot;:false,&amp;quot;bufferLength&amp;quot;:5}],&amp;quot;clip&amp;quot;:{&amp;quot;url&amp;quot;:&amp;quot;http://videos.engagemedia.org/transcoded/http/www.engagemedia.org/Members/yerry/videos/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/download/video_file/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4/mp4/kiri_hijau_kanan_merah-1.mp4&amp;quot;}}"&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-5183322077433628991?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/5183322077433628991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/09/mengenang-6-tahun-kematian-pejuang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/5183322077433628991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/5183322077433628991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/09/mengenang-6-tahun-kematian-pejuang.html' title=''/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLk7QJ7Mi7I/AAAAAAAAAFg/3CErFWCKquM/s72-c/image_1544_8GKZbfv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-5164637235176198382</id><published>2010-06-18T06:50:00.002+07:00</published><updated>2010-10-18T07:06:49.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News-Ekbis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News Story'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="color: red; font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;Bisnis Air Minum di Blora&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 20pt;"&gt;&lt;b&gt;'Jemput Bola', Air Mengalir Sampai Jauh&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Bisnis air di Blora cukup menjanjikan. Susahnya mencari sumber mata air jernih di wilayah Kabupaten Blora menjadikan potensi usaha di per-airan berpeluang besar. Diperkirakan akan bertahan cukup lama. Apalagi air menjadi kebutuhan vital. Kini, air kesehatan juga tengah membidik.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLuNa4hvn4I/AAAAAAAAAG4/QJ-9-sAucig/s1600/bisnis+air.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="216" src="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLuNa4hvn4I/AAAAAAAAAG4/QJ-9-sAucig/s320/bisnis+air.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;TRUK&lt;/b&gt; tangki itu berjalan perlahan ketika sampai di Kilometer 6,5 dari Blora arah Cepu. Berhenti tepat di depan pengisian air galonan Lqua di samping Kantor BKK Jepon. Seorang krunya turun dan mengulur selang menuju belakang instalasi pengisian air galonan. Di sana ada tangki berukuran besar warna kuning yang terbuat dari bahan fiberglass. Volume tangki mencapai 5 ribu liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih ada tangki yang kecil. Ada dua. Masing-masing seribu liter. Jadi total tangki yang saya miliki ada 7 ribu liter," kata Frida Darmawan, pemilik pengisian air galonan Lqua.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Truk tangki itu volumenya tak mencapai 7 ribu liter. Hanya 6.500 liter. Jadi tak akan memenuhi tangki-tangki yang dimiliki Lqua. Asal sumber mata air yang dibawa truk itu dari Gunung Lawu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Biasanya ini akan habis 4 hari. Jadinya saya minta pengisian 4 hari sekali," kata Frida.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dalam 4 hari itu, pengisian air minumnya Frida bisa mengisi sedikitnya 350 galon. Per galonnya berisi 19 liter. Harganya hanya Rp 3 ribu. "Sehari bisa laku terjual 85 galon," kata Frida.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Daerah sebaran penjualan air minum meluas hingga ke pelosok-pelosok desa. Mulai dari desa Puledagel Kecamatan Jepon ke utara, hingga Kecamatan Bogorejo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Bisnis seperti ini tak cukup hanya duduk menanti pembeli datang. Kita harus jemput bola. Mengantar air ke kios-kios atau toko-toko kecil di desa-desa. Kalau hanya menjemput bola, jangan harap bisa besar," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Di Jepon, setidaknya ada 7 stasiun pengisian air minum galonan. "Tapi saya lihat hanya 3 yang gerakannya cukup agresif, termasuk saya. Ada satu yang sama-sama memulai bisnis ini, tapi ia cukup pasif. Jadinya ribuan liter air yang ada di tangki habisnya bisa mencapai setengah bulan," kata bapak dua anak ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Frida memulai bisnis ini sejak satu setengah tahun silam. Ketika itu ia memutuskan untuk pulang kampung dari perantauannya di Jakarta. Berbekal modal yang cukup, ia lantas banting stir menekuni bisnis stasiun pengisian air minum. "Belum ada setahun sudah cukup balik modal," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Membeli instalasi pengisian seharga lebih Rp 25 juta, Frida awalnya hanya memiliki 50 galon. Ia lantas menggunakan sistem pinjam. Setiap pelanggannya tak perlu membeli galon. Cukup mengisi air di tempatnya. "Sekarang galon yang saya punya hampir 900-an. Kuncinya satu: jangan pasif. Harus aktif jemput bola," saran Frida.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Gerakan jemput bola yang dilakukan Frida sepertinya sama yang disarankan pebisnis air lainnya. Apalagi seperti air minum Oxy dan Axogy. Lebih-lebih dua merk ini tidak hanya melakukan pemasaran konvensional, namun juga menggunakan sistem Multi Level Marketing (MLM). Andi, salah seorang distributor air kesehatan Axogy di Blora mengakui belum maksimalnya daya tekan produk Axogy ke pasar karena belum ada gerakan strategi jemput bola. Apalagi Axogy tergolong produk baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Kita masih belum gencar melakukan perkenalan produk ini ke pasar," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Dengan harga jual diatas rata-rata stasiun pengisian air minum, galonan Air Axogy dikatakan Andi memerlukan gerakan masif untuk meluaskan pangsa pasar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;"Di kita, satu galon bisa mendapatkan 4 galonan air biasa. Jadi bidikan pasarnya sudah berbeda. Karena kita tergolong air kesehatan. TDS kita rendah. Dibawah 5," kata Andi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;TDS kependekan dari Total Dissolve Solid. Merupakan satu alat ukur yang digunakan untuk mengetahui kadar zat anorganik (termasuk logam berat) dalam larutan air. Satuannya miligram per liter, atau part per million (ppm). Jika disebutkan 5, artinya 5 miligram per liter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Berdasarkan standar Departemen Kesehatan RI, air mineral yang diperkenankan untuk diminum, TDS-nya mencapai 1000 mg/liter. Artinya dalam satu liter air, kandungan zat anorganiknya setara 1 gram. Standar ini diatas toleransi badan pengawasan makanan Pemerintah Amerika Serikat yang standarnya 250 mg/liter. Sementara standar untuk air minum yang dimurnikan (purified drinking water) dibawah 10 mg/liter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Air minum Axogy, dikatakan Andi TDS-nya bahkan ada yang mencapai 1 mg/liter. "Tergantung dari sumbernya. Kalau di Blora ini susah sekali mencari sumber mata air yang bisa diturunkan TDS-nya hingga di bawah 10. Sehingga Axogy tidak berani membuka instalasinya di sini. Terlalu besar ongkos  investasinya," kata Andi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Instalasi Axogy terdekat ada di Rembang. Ada juga di Purwodadi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Axogy bukan satu-satunya pemain air minum yang membidik pasar peduli kesehatan. Jauh sebelumnya telah ada Oxy. Sayangnya, seperti dikatakan Titik Suwarti, stockist Oxy di Blora, ada penurunan pangsa pasar air minum di Blora. "Karena kita tidak menggunakan pemasaran konvensional. Murni melalui jaringan MLM. Sementara saya sendiri sekarang jarang aktif mengembangkan jaringan ini karena fokus jadi pengajar," ujar Titik yang juga seorang Kepala Sekolah disalah satu SD di Kecamatan Bogorejo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Berbeda dengan Axogy yang melayani galonan, Oxy lebih memilih botolan dalam kemasan 388 mililiter. Dengan harga jual Rp 6 ribu per botolnya, sepertinya sulit menembus pasar air minum di Blora. Kendati demikian, potensi pasar air minum di Blora masih cukup luas. Dengan jumlah penduduk yang lebih dari 900 ribu hingga ke pelosok-pelosok desa dan kepedulian akan kesehatan, bisa jadi bisnis air minum akan mengalir sampai jauh. (*)&lt;/span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-5164637235176198382?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/5164637235176198382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/bisnis-air-minum-di-blora-jemput-bola.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/5164637235176198382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/5164637235176198382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/bisnis-air-minum-di-blora-jemput-bola.html' title=''/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLuNa4hvn4I/AAAAAAAAAG4/QJ-9-sAucig/s72-c/bisnis+air.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-4067664648314308863</id><published>2010-05-12T14:37:00.018+07:00</published><updated>2010-10-18T07:11:17.989+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News-Humanitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News Story'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; font-weight: 700;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: 700;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: 700;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Parto Paiman, Manusia Tertua di Blora&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: 700;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Mampu Mendengar Setiap Tanggal Muda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK7L9K0PLoI/AAAAAAAAADI/sJ_ORkOZaHM/s1600/partopaiman.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="320" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525578044566089346" src="http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK7L9K0PLoI/AAAAAAAAADI/sJ_ORkOZaHM/s320/partopaiman.jpg" style="height: 335px; margin-top: 0pt; width: 245px;" width="232" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: 700;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sensus penduduk yang dilakukan Badan Pusat Statistik Blora menemukan seorang kakek berumur 125 tahun di Dusun Wegil, Desa Bacem, Kecamatan Banjarejo. Bisa jadi temuan ini merupakan rekor manusia tertua di Indonesia. Lucunya, kakek ini telinganya mampu mendengar setiap tanggal muda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot;;"&gt;Liputan: Gatot Aribowo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUBUH&lt;/span&gt; kurusnya terbungkus kulit keriput. Badannya terbungkuk, namun tak bongkok. Jalannya tertatih. Alis memutih, rambut tak tumbuh lagi. Pandangannya kadang kosong. Bicaranya tak jarang nglantur. Namun tetap berlogika. Cucu-cucunya kerap dikumpulkan untuk sekedar mendengarkan cerita masa lalu sang kakek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Saya mampu memperkirakan umurnya dari cerita-ceritanya,” kata Suyati, cucu tertua dari Parto Paiman, seorang tua berumur 125 tahun.&lt;/span&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Suyati saat ini umurnya sekitar 30-an tahun. “Kakek itu cerita kalau ia pernah berumah tangga selama 20 tahun, namun tak dikaruniai anak. Nah cucu-cucunya, termasuk saya ini dari istri keduanya,” tutur Suyati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Parto Paiman memiliki 9 anak. Tertua umurnya lebih 60 tahun. Namanya: Legiman. Cucunya kini berjumlah 30 orang. Cicitnya 12 orang. Paling besar umur 15 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Mbah itu jalannya masih kuat lho. Ia pernah jalan kaki ke Pasar Banjarejo. Dipaksa untuk diboncengkan sepeda motor saja tidak mau. Kami-kami ini yang cucunya sering kebingungan,” cerita Suyati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Jika sudah lepas untuk jalan sendiri, salah satu cucu akan mengikuti dari belakang. Khawatir terjadi sesuatu. Apalagi jalan dari dusun ke pusat Kecamatan Banjarejo jaraknya mencapai 7 kilometer. Masih berbatu, dan banyak lubang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Kesehariannya Parto Paiman tak bisa diam. “Ia sering gerak. Entah itu mengatur jerami atau menyabit rumput. Pokoknya tak bisa diam,” kata Suyati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Patemi, anak ke-7 Parto Paiman memiliki cerita lucu soal bapaknya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bapak itu, telinganya mampu mendengar setiap tanggal muda. Antara tanggal 1 sampai tanggal 5. Kalau sudah tanggal 6 ke-atas, pendengarannya agak terganggu. Makanya ketika Mas tadi menyapa, ia diam saja,” cerita Patemi, sambil menyebut “Mas” pada saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Tak hanya itu, Patemi juga bercerita soal bapaknya yang masih mengenali uang jaman sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Bapak tahu kok, mana uang ratusan ribu atau lima puluhan ribu,” kata Patemi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Jika dirunut, usia Parto Paiman masuk akal jika melebihi 100 tahun. Usia anak tertuanya 60-an tahun. Anak ini buah dari perkawinannya yang kedua setelah istri pertamanya meninggal. Sementara usia perkawinannya dengan istri pertama selama 20 tahun, tanpa dikaruniai anak. Jika dia menikah pada umur 20-an tahun, wajar saja bila usia Parto Paiman melebihi 100 tahun. Namun untuk memastikan usia 125 tahun, Badan Pusat Statistik perlu menerjunkan timnya guna meneliti lebih jauh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Menerjukan tim ke Dusun Wegil cukup memakan tenaga. Letak dusun yang jauhnya tidak kurang dari 7 kilometer arah selatan Pasar Kecamatan Banjarejo kedengarannya memang dekat. Namun dengan kondisi jalan yang parah, perjalanan 7 kilometer bisa memakan waktu hampir 1 jam. Kendaraan sepeda motor hanya mampu maksimal berkecepatan 20 KM/jam. Lebih dari itu, jangan mengeluh jika motor akan rusak dan badan akan terasa pegal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Namun, jika ingin melakukan penelitian soal usia sebenarnya Parto Paiman, sebaiknya BPS datangnya pada awal bulan. Bisa jadi Parto Paiman akan lancar bercerita soal masa lalunya. Akan banyak catatan sejarah yang bisa dirangkum. Apalagi berdasar catatan dari BPS yang menuliskan usia Parto Paiman 125 tahun, perkiraan tahun kelahiran Parto Paiman 1885. Tahun pada jamannya R.A Kartini hidup. Atau juga jamannya R.M Tirto &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Adhi Suryo, salah satu tokoh pers dari Blora yang merantau ke Bandung menerbitkan Medan Prijaji pada 1907. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;;"&gt;---artikel ini diterbitkan di Suratkabar Momentum Edisi Minggu IV---&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-4067664648314308863?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/4067664648314308863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/05/kisah-manusia-tertua-di-blora.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/4067664648314308863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/4067664648314308863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/05/kisah-manusia-tertua-di-blora.html' title=''/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK7L9K0PLoI/AAAAAAAAADI/sJ_ORkOZaHM/s72-c/partopaiman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-1735384729564861754</id><published>2010-05-05T13:00:00.010+07:00</published><updated>2010-10-18T07:11:59.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News-Ekbis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News Story'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; font-size: 130%; font-weight: 700;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: 700;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Sugiyono&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 180%; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;font-size: 230%;font-weight: bold;"&gt;“Cah Mbloro” Beromzet Rp 1 Miliar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK60Jt-vuyI/AAAAAAAAADA/rLTNjYuWDe8/s1600/Ekbis-+Sugiyono.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525551871884770082" src="http://2.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK60Jt-vuyI/AAAAAAAAADA/rLTNjYuWDe8/s320/Ekbis-+Sugiyono.jpg" style="float: right; height: 275px; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; margin-right: 0pt; margin-top: 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; font-style: italic; font-weight: 700;"&gt;Awal kenekatan yang bermodal Rp 1 juta, kini omzet tahunan bisa mencapai Rp 1 miliar dengan keuntungan bersih sedikitnya 20 persen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Gatot Aribowo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;________&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DUA&lt;/span&gt; mainan sepeda air (water bike) berbentuk angsa itu turut memenuhi ruangan seluas tak lebih dari 40 meter. Yang depan warna kuning, di belakangnya warna merah. Di sekelilingnya berserakan bahan-bahan fiber glass. Siap digunakan untuk merangkai orderan mainan anak-anak yang terbuat dari bahan fiber glass.&lt;/span&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dua mainan itu pesanan orang. Belum diambil. Tinggal mengantar saja dengan ekspedisi,” kata Sugiyono, ketika dikunjungi kru Momentum di rumahnya, di Kalioso, Kabupaten Karangayar, 15 KM dari Solo arah Purwodadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dua mainan water bike itu harganya mencapai Rp 7 juta. Itu diluar ongkos kirim. “Kami tidak bertanggung jawab dengan ongkos kirim. Biasanya pemesan telah mencari ekspedisi terlebih dulu. Jadinya 7 juta itu bersih dari kami,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Saat dikunjungi, Sugiyono tengah menyelesaikan orderan dari Lampung berupa water bike yang berbentuk kuda laut. “Tinggal memperhalus hasil cetakan dari fiber glass saja. Setelah itu dilapis untuk dasaran, sebelum dilakukan pengecatan,” ujar Sugiyono.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Proses ini, kata Sugiyono termasuk tahapan finishing. Tahapan yang paling awal adalah membuat desain gambar terlebih dulu. Gambar bisa dilakukan di kertas. “Seringnya,” lanjut Sugiyono, “melalui desain di komputer, lalu kita cetak di kertas.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Desain tergantung dari pemesan. Sugiyono sering mendapatkan order setelah mempublikasikan usahanya melalui internet dengan alamat web-nya di &lt;a href="http://www.rumahfiber.com/"&gt;http://www.rumahfiber.com&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Sejak memasang website, orderan saya menumpuk. Datangnya dari jauh-jauh. Terjauh, ada yang dari Jayapura. Bahkan saya pernah menerima pemesan dari luar negeri, dari Malaysia. Pengusaha kelapa sawit,” kata bapak dua anak ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Setelah desain dibuat, proses selanjutnya adalah pembuatan cetakan fiber. Proses ini dimulai dari membuat patung. Jika desain yang diminta pemesan itu angsa, maka Sugiyono perlu membuat patung angsa dari semen. Setelah membuat patung, langkah selanjutnya membuat cetakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat ini cetakan yang saya miliki baru angsa, dan terakhir kuda laut yang baru beberapa hari lalu selesai saya buat. Jika ada orderan dengan desain atau bentuk lain, saya siap menyanggupinya. Selain waterbike, saya juga menerima&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;orderan untuk playground, waterplay, kiddieride, minitrain maunpun fiberglass art lainnya,” kata Sugiyono yang beristri orang Solo ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Cetakan yang dibuat berbahan fiber juga. Untuk pembuatan produknya, cetakan dari fiber ini dilapisi sejenis bahan untuk memisahkan hasil produk dengan cetakannya. “Karena cetakan itu nanti akan kita siram dengan bahan-bahan fiber untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan desain. Setelah kering, kita pisahkan antara produk dengan cetakan. Baru tahap finishing,” kata Sugi, panggilan akrabnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;; font-weight: 700;"&gt;&lt;br /&gt;Dari Dluwangan Menuju 1 Miliar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sugiyono adalah perantauan dari Dluwangan, Blora. Lebih dari 10 tahun lalu ia memutuskan merantau ke Solo. Tepatnya usai Pemilu 1999. Keinginannya jadi bos buat dirinya sendiri kerap memaksanya keluar masuk kerja. Mulai dari staf di kepengurusan salah satu partai politik di Blora, hingga karyawan toko. Terakhir ia jadi karyawan di salah satu toko mainan anak-anak di Solo, sebelum memutuskan jadi seorang pengusaha, awal 2001.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Nalurinya untuk menjadi seorang pengusaha muncul ketika ia merasakan peluang yang cukup menjanjikan di bidang mainan anak-anak. “Potensi pasar untuk anak-anak adalah potensi yang cukup luas guna dikembangkan menjadi satu bidang usaha. Mulai dari makanan, sampai produk-produk mainan,” kata Sugi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Setelah muncul peluang di pikirannya, Sugi mulai memberanikan diri untuk menemui salah satu pelanggan toko di tempatnya bekerja. Ketika itu uang di kantongnya yang menjadi simpanan hanya berjumlah Rp 1 juta. Pelanggan yang ia temui termasuk pedagang keliling mainan anak-anak. Pedagang itu biasa mengambil barang dari toko tempat Sugi bekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Tawaran pertama yang saya ajukan ke dia adalah mencari order, dengan keuntungan yang lebih jika dibanding ia mengambil barang dari toko tempat saya bekerja,” kisah Sugi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dengan Rp 1 juta, Sugi tak mau memberanikan diri untuk langsung terjun tanpa mendapatkan order terlebih dulu. Kenekatan yang ia ambil tentunya didului dengan perhitungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Saya menghitung, untuk beli bahan bisa mencapai 300 ribu. Bayar tukang per harinya bisa 50 ribu. Kalau pekerjaan minimal 5 hari, sudah 250 ribu. Padahal paling tidak saya butuh 2 tukang untuk membuat satu produk sekelas water boom yang harga jualnya bisa sampai satu setengah juta,” cerita Sugi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Mulanya, Sugi tak memiliki ketrampilan untuk membuat fiberglass art. Hanya modal keinginan untuk mempelajari sesuatu tanpa malas saja yang akhirnya bisa membuat Sugi menguasai pembuatan fiberglass art. Perlahan, orderan pun mengalir. Puncaknya ketika ia mendapat pesanan dari seorang dokter Indonesia yang tinggal di Amerika sewaktu terjadi Tsunami Aceh, akhir 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada puluhan produk yang ia order untuk dikirim ke Meuleboh, Aceh.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Usaha yang dilakoni Sugi selama lebih dari 9 tahun ini telah mengantarnya ke jajaran miliarder. Omzet yang ia dapat sepanjang satu tahun bisa mencapai Rp 1 miliar, dengan marjin keuntungan didapat sedikitnya 20 persen. Ia juga tercatat sebagai 3 besar pemain fiberglass art di Solo. Kini ia mempekerjakan karyawan sejumlah 15 orang, termasuk saudaranya dari Blora.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sayangnya, ia masih enggan kembali ke Blora untuk memindahkan sentra produksinya. Alasannya: kebijakan pemerintah setempat yang tak berpihak pada pengembangan pengusaha-pengusaha. Sugi tetap memilih Solo sebagai sentra produksi. Ia pun telah membeli tanah seluas 520 m2 untuk kelanjutan usahanya, dengan memperhatikan tenaga kerja dari Blora. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-style: italic;"&gt;---- artikel ini diterbitkan di Surat Kabar Mometum Edisi Minggu IV Mei 2010 ----&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-1735384729564861754?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/1735384729564861754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2005/05/profil-wirausaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/1735384729564861754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/1735384729564861754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2005/05/profil-wirausaha.html' title=''/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK60Jt-vuyI/AAAAAAAAADA/rLTNjYuWDe8/s72-c/Ekbis-+Sugiyono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-6724665634146762265</id><published>2010-04-11T01:26:00.001+07:00</published><updated>2010-10-18T09:16:42.184+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra-puisi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strike&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Jangan-Jangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strike&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan!&lt;br /&gt;Percuma kau lawan&lt;br /&gt;Ia bukan musuhmu, walau sering bersembunyi di balik selimut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan!&lt;br /&gt;Semakin kau bendung,&lt;br /&gt;Tekanannya bisa membahayakan dirimu&lt;br /&gt;Mampukah engkau menahannya?&lt;br /&gt;Sementara engkau sama juga dengan mereka&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Jangan, sekali lagi kuingatkan!&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLnt7gwPNCI/AAAAAAAAAGo/E9rr2n6IKVg/s1600/hand_stop.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLnt7gwPNCI/AAAAAAAAAGo/E9rr2n6IKVg/s320/hand_stop.jpg" width="267" /&gt;&lt;/a&gt;Bukalah pintu sel-selmu!&lt;br /&gt;Penjara bagai neraka&lt;br /&gt;Mengekang kebebasan, merantai belenggu kesadaran&lt;br /&gt;Tak henyak duduk kaku bersandar beku&lt;br /&gt;Mencair dari bongkahan,&lt;br /&gt;Pecah berserakan oleh ganasnya godaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan!&lt;br /&gt;Lagi-lagi kuteriakkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat serak berganti parau, terduduk lesu&lt;br /&gt;Menyemai keraguan, "jangan-jangan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Blora, ujung gelisah jelang Minggu pagi, 11 April 2010&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-6724665634146762265?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/6724665634146762265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/jangan-jangan-jangan-percuma-kau-lawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6724665634146762265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6724665634146762265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/jangan-jangan-jangan-percuma-kau-lawan.html' title=''/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLnt7gwPNCI/AAAAAAAAAGo/E9rr2n6IKVg/s72-c/hand_stop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-6164322785965597595</id><published>2009-11-12T23:08:00.012+07:00</published><updated>2010-10-18T07:12:52.769+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News-Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News Story'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menarik Benang Merah Rentetan Peristiwa yang Menimpa KPK (Bagian 1)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 180%; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;;"&gt;Saling Memati-Matai dan Adu Jebak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/Svwzk3kq9zI/AAAAAAAAACQ/GVlsr7Cg7ec/s1600-h/Anggodo.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403250361423820594" src="http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/Svwzk3kq9zI/AAAAAAAAACQ/GVlsr7Cg7ec/s320/Anggodo.jpg" style="float: left; height: 158px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0pt; margin-right: 10px; margin-top: 0pt; width: 223px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; font-style: italic; font-weight: 700;"&gt;Ketika polisi dan KPK saling memata-matai serta beradu jebak, dengan dalangnya duo Anggodo dan Anggoro.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot;;"&gt;&lt;u&gt;Catatan: Gatot Aribowo&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ADAKAH&lt;/span&gt; yang telah membangun teori: polisi memiliki sifat menjebak? Saya tak bertele-tele untuk berteori, bagaimana Susno Duadji, Non Aktif Kabareskrim Mabes Polri sampai berpikiran untuk menghadiahi pelajaran buat adik-adiknya di KPK.&lt;/span&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dalam pernyataannya di depan Tim 8, Susno mengakui kalau dirinya tengah disadap oleh KPK, terkait dugaan suap Bank Century. Alih-alih memberikan tanda kalau dirinya tahu tengah disadap, Susno justru membuat suatu permainan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Apa yang dilakukan Susno adalah kontraintelejen,” kata Adnan Buyung Nasution, ketua Tim 8 dalam jumpa pers yang disiarkan langsung televisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Tim 8 adalah tim yang dibentuk Presiden SBY untuk melakukan verifikasi kebenaran kasus Chandra dan Bibit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Kontraintelejen yang dimaksud Ketua Tim 8 adalah saat tahu dirinya disadap, Susno berpura-pura menerima amplop yang diberikan Budi Sampoerna dan Pengacaranya dalam pertemuan di Bareskrim Mabes Polri. Padahal amplop itu kosong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Saya ingin memberi pelajaran ke adik-adik saya di KPK,” begitu ucap Susno di hadapan Tim 8, Jumat sore (6/11).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;KPK sebelumnya curiga Susno ada main dengan Bank Century. Pasalnya, Budi Sampoerna melalui pengacaranya meminta bantuan Bareskrim Polri untuk membuat surat keterangan tentang tidak ada masalahnya uang yang dimiliki Budi di Bank Century. Jumlah uangnya tak sedikit, US$ 18 juta. Uang itu tertanam di Bank Century dalam bentuk deposito. Budi diminta Bank Century untuk membuat surat keterangan polisi yang menjelaskan bahwa uang yang dimiliki Budi tidak bermasalah. Dua kali Bareskrim melayangkan surat itu ke Bank Century. Yang pertama tidak menjelaskan jumlah uangnya. Yang kedua dijelaskan berapa jumlah uangnya. Susno disebut-sebut menerima Rp 10 miliar dari pencairan uang tersebut. Ada yang menyebut pula 10 persen. Sebutan-sebutan ini muncul karena Susno berpura-pura menerima amplop kosong saat tahu dirinya tengah disadap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Belakangan, tak terbukti Susno menerima fee dari hasil pencairan uangnya Budi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Sebagai muslim, Lillahi Ta` Alla, saya tak pernah menerima uang itu,” ucap Susno saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI, Kamis lewat tengah malam, (5/11).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Budi yang merupakan pamannya Putera Sampoerna –pemilik perusahaan rokok terbesar di Indonesia- memang hendak menarik uangnya karena kuatir Bank Century tak bisa mengembalikan. Bank Century saat itu tengah mengalami kolaps karena dananya digelapkan salah satu pemiliknya, Robby Tantular. Faktor lain yang membuat kolaps-nya Bank Century adalah rush (penarikan besar-besaran) yang dilakukan nasabahnya karena ketakutan akan datangnya krisis keuangan global yang sampai ke Indonesia. Dari sini pula alasan Bank Indonesia dan pemerintah melalui Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) menggelontorkan uang Rp 6,7 triliun untuk menyuntik modal ke bank tersebut. Dari kasus ini telah menyeret Robby Tantular ke penjara. Polisi juga tengah mengejar dua pemilik lainnya yang berasal dari luar negeri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Pelajaran yang ingin diberikan Susno ke ‘adik-adiknya’ di KPK kemungkinan dilatari kekesalannya karena disadap. Apalagi dalam tubuh KPK mengalir darah polisi. Ada semacam rivalitas yang mungkin terbersit dalam pikiran Susno.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Ada sekitar 126 – 128 anggota Polri yang (ada) di KPK,” kata Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri, biasa disingkat BHD, dihadapan lebih dari 30-an anggota Komisi III DPR RI Kamis tengah malam, (5/11).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dalam tubuh KPK, selain mengalir darah polisi, juga jaksa serta pengacara. Lembaga ini sengaja dibentuk untuk mengakselerasi pemberantasan korupsi. Ditelurkan melalui Undang-Undang nomor 30 tahun 2002.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Berbeda dengan polisi, melalui undang-undangnya KPK mememiliki wewenang melakukan penyadapan. Dengan wewenangnya ini, KPK mampu menangkap tangan proses-proses penyuapan yang dilakukan seorang terdakwa ke aparat-aparat hukum di kejakjsaan. Tercatat jaksa Urip Tri Gunawan yang menerima uang suap dari Artalita Suryani telah dijebloskan ke penjara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Tak hanya aparat hukum sendiri yang telah dipenjarakan KPK. Mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah juga telah diseret ke penjara. Lalu, Deputi Gubernur BI Aulia Pohan yang merupakan besan dari SBY menyusul ke penjara pula. Bahkan, mantan Kapolri Jenderal Polisi (purn) Rusdihardjo yang pernah menjabat sebagai Dubes Malaysia turut dipenjarakan KPK karena terbukti terlibat dalam pungutan liar di Kedubes Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Tak ketinggalan sejumlah politisi di Senayan berhasil ditangkapi KPK dan masuk penjara. Ada Al Amin Nasution, yang merupakan suami dari penyanyi dangdut Kristina. Terakhir ada nama Yusuf Erwin Faisal, mantan Ketua Komisi IV DPR RI mendapat vonis pengadilan 4,5 tahun setelah terbukti keterlibatannya dalam kasus alih fungsi lahan untuk pelabuhan Tanjung Api Api di Sumatera Selatan. Alih fungsi lahan ini telah menyeret sedikitnya 3 anggota DPR RI, termasuk Al Amin Nasution, serta mantan Gubernur Sumatera Selatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dari Tanjung Api Api inilah muncul juga nama Anggoro Wijoyo, pemilik PT Masaro Radiokom. Anggoro diduga telah melakukan suap ke Erwin Faisal untuk memuluskan proyek revitalisasi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan. Dari sinilah Mabes Polri mulai ‘memata-matai’ kasus yang ditangani KPK. Apalagi setelah Anggodo, adiknya Anggoro bertemu dengan Susno Duadji di ruang Kabareskrim. Ditambah lagi pertemuan Susno dengan Anggoro di Singapura. (&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; font-style: italic;"&gt;bersambung ke bagian 2 - &lt;a href="http://gatotaribowo.blogspot.com/2009/11/menarik-benang-merah-rentetan-peristiwa_12.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;;"&gt;---artikel ini diterbitkan di Harian Bintang Papua---&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-6164322785965597595?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/6164322785965597595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2009/11/menarik-benang-merah-rentetan-peristiwa_4135.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6164322785965597595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6164322785965597595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2009/11/menarik-benang-merah-rentetan-peristiwa_4135.html' title=''/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/Svwzk3kq9zI/AAAAAAAAACQ/GVlsr7Cg7ec/s72-c/Anggodo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-3084148525283450132</id><published>2009-11-12T23:02:00.010+07:00</published><updated>2010-10-18T07:13:16.698+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News-Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News Story'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Menarik Benang Merah Rentetan Peristiwa yang Menimpa KPK (Bagian 2)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;b&gt;Buaya Tercebur ke Sungai&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/SvwyeyidH4I/AAAAAAAAACI/AUoQ7SC8CCk/s1600-h/Cicak+dan+Buaya.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403249157481504642" src="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/SvwyeyidH4I/AAAAAAAAACI/AUoQ7SC8CCk/s320/Cicak+dan+Buaya.jpg" style="float: left; height: 253px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0pt; margin-right: 10px; margin-top: 0pt; width: 147px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; font-style: italic; font-weight: 700;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; font-style: italic; font-weight: 700;"&gt;Dalam sejarah hukum Indonesia, baru kali ini kasus hukum prosesnya dibuka blak-blakan ke publik melalui media. Siapa membohongi siapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;u&gt;Catatan: GATOT ARIBOWO&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DARI&lt;/span&gt; mana munculnya istilah Cicak Buaya? Mengapa saya berani mengatakan buaya tercebur ke sungai? Jawaban pertanyaan terakhir dari saya adalah kecerobohan polisi dengan menetapkan tersangka kepada dua pimpinan non aktif KPK, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, tanpa terlebih dulu menemukan sosok Yulianto.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Memang, munculnya nama Yulianto ini terlambat. Penetapan tersangka terhadap 2 dari 5 pucuk pimpinan KPK ini memang lebih duluan dari BAP kedua Ary Muladi yang menyatakan ia memberikan uang dari Anggodo ke Yulianto, bukan ke Bibit dan Chandra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Namun, jika saya gambarkan suatu benteng yang di sebelah dalam di balik pintu gerbangnya ada sungai, Ary Muladi adalah pintu gerbangnya. Sementara Yulianto adalah jembatan yang membentang di atas sungai tersebut. Sedangkan Ade Raharja, Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah jalan di dalam benteng sebelum masuk sampai istana yang didiami Bibit dan Chandra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sayangnya, dari pintu gerbang polisi langsung menunjuk istana yang menerima uang suap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Ini adalah lompatan logika yang tak bertanggung jawab,” ujar Alexander Lay, salah satu dari tim pengacara Bibit dan Chandra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Bukti-bukti yang didapatkan polisi adalah dari kesaksian Ary Muladi. Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri (BHD) dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI membawa bukti-bukti berupa catatan telepon yang dilakukan Ary Muladi ke pejabat-pejabat di KPK.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Ada bukti-buktinya, berapa kali telepon dilakukan yang bersangkutan (Ary Muladi) ke pejabat-pejabat KPK. Yang bersangkutan juga kerap datang ke KPK. Ada sekitar 6 kali,” kata BHD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;BHD di depan Komisi III DPR RI juga mengungkap bukti adanya mobil KPK yang masuk ke Bellagio Residance, Pasar Festival dan Plaza Senayan. Ditempat yang sama ditemukan juga mobil yang dikendarai Ary Muladi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Bukti-bukti itu ada,” tegas BHD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sementara bukti yang dimiliki polisi bahwa Ary Muladi sering datang ke KPK mental oleh keterangan Ary ke wartawan yang menyatakan hanya sekali datang ke KPK. “Saya datang hanya sekali untuk mengantar surat keterangan Anggoro tidak bisa memenuhi panggilan KPK karena sakit,” kata Ary.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Kalaupun benar Ary pernah datang ke KPK lebih dari sekali atau sebanyak yang Kapolri katakan, apakah layak diambil kesimpulan bahwa Ary datang ke KPK bertemu dengan Bibit maupun Chandra? Sementara Bibit dan Chandra telah menyatakan sama sekali tidak mengenal Ary Muladi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Saya sekalipun tidak pernah menerima uang, baik langsung maupun tidak langsung, dari Ary Muladi, atau siapapun yang dimunculkan. Bahkan mengenal saja tidak. Demi Allah,” ucap Bibit Samat Riyanto dalam sebuah kesempatan jumpa pers.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Selain Bibit, sumpah pun diucapkan M Yasin yang namanya juga disebut-sebut menerima uang suap Rp1 miliar. “Demi Allah, saya tidak pernah menerima uang suap,” sumpah M Yasin di Stasiun Televisi TV One.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CHAIRUL&lt;/span&gt; Imam, mantan Direktur Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejaksaan Agung yang pernah mengetuai penanganan kasus Korupsi Mantan Presiden Soeharto menyatakan di TV One, bukti yang diajukan Kejaksaan Agung dan Polri barulah berupa petunjuk. “Bukan bukti material. Tidak bisa membuktikan adanya trasfer uang,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sayangnya, Polisi maupun jaksa tetap bersikukuh dengan bukti-bukti yang didapat dari keterangan Ary Muladi. Dua institusi hukum ini berkeyakinan Ary Muladi sebagai saksi kunci. Dua institusi inipun percaya bahwa keterangan Ary Muladi, baik ke Tim 8 hari Sabtu pekan lalu maupun ke publik melalui Metro TV satu hari sebelumnya, adalah palsu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Apa yang disampaikan Ary Muladi itu palsu,” kata Susno Duadji, Non Aktif Kabareskrim Mabes Polri dalam kesempatan wawancara dengan Metro TV hari Sabtu pekan lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;BHD pun menguatkan pernyataan tentang Ary dihadapan Komisi III DPR RI dengan, “dari tes kebohongan yang dilakukan tim, bahwa berkas yang pertama itulah yang benar.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Ary Muladi memang sempat membuat keterangan berbeda dalam 2 Berita Acara Pemeriksaan. Dalam pemberkasan BAP yang pertama, Ary mengaku mengenal Chandra dan Bibit, lalu menyerahkan uang masing-masing RP 1 miliar dan Rp 1,5 miliar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Saya tak bisa tidur setelah pemberkasan BAP pertama itu. Saya seperti mengingkari nurani saya. Saya tak pernah mengenal Pak Bibit maupun Pak Chandra, tapi kenapa saya berbohong,” kata Ary Muladi dalam jumpa pers-nya usai diperiksa Tim 8, Sabtu pekan lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Ary lantas mencabut BAP (Berkas Acara Pemeriksaan) yang pertama dan membuat BAP kedua yang isinya: uang Rp5,1 miliar yang diterima dari Anggodo diberikan ke Yulianto.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Lalu dimunculkanlah nama ‘Yulianto’. Saat kita tanya, rumahnya di mana, dia tidak bisa menunjukkan. Berapa nomor teleponnya, saat kita hubungi, ternyata orang lain yang ada di Surabaya,” jelas BHD di Komisi III DPR RI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;BHD berkeyakinan bahwa Yulianto adalah nama fiktif yang dimunculkan Ary Muladi. Namun Ary dalam jumpa pers-nya mengungkapkan sosok Yulianto. “Kulitnya putih, tapi bukan Chinese. Muka pribumi, kulit bersih, badannya atletis. Saya mengenal sejak tahun 1998 atau 1999, saya tidak ingat pasti. Tapi antara tahun-tahun itu. Tinggalnya di Surabaya, Dharmahusada Indah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Seperti dilansir vivanews.com, Pengacara Ari Muladi, Sugeng Teguh Santoso yang ditemui di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin kemarin, mengatakan, Yulianto memang bukan tokoh rekaan. Kliennya, Ary, bahkan sempat bertemu dengan Yulianto pada Maret 2009 lalu di Hotel Crowne, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;"Di check in list booking atas nama Yulianto. Seharusnya polisi bisa cek kalau itu bukan nama rekaan. Klien saya terakhir kontak dengan Yulianto Juni, kalau ketemu langsung bulan Maret di Crowne," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Petunjuk keberadaan Yulianto lainnya, kata Sugeng, juga semakin jelas bahwa dia pernah tinggal di Perumahan Dharmahusada Indah. "Dikatakan bahwa memang ada nama itu di perumahan itu, rekening atas nama Yulianto, kemudian juga dilacak bahwa rumah itu sudah dijual dua tahun lalu atas nama istrinya," kata dia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sedangkan rekening listrik dan telepon atas nama Yulianto baru diubah satu bulan lalu. "Ini harus didalami karena pastinya ada orangnya dan wajahnya juga ada," kata dia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;bersambung ke bagian 3 - &lt;a href="http://gatotaribowo.blogspot.com/2009/11/menarik-benang-merah-rentetan-peristiwa.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;;"&gt;---artikel ini diterbitkan di Harian Bintang Papua---&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-3084148525283450132?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/3084148525283450132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2009/11/menarik-benang-merah-rentetan-peristiwa_12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/3084148525283450132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/3084148525283450132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2009/11/menarik-benang-merah-rentetan-peristiwa_12.html' title=''/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/SvwyeyidH4I/AAAAAAAAACI/AUoQ7SC8CCk/s72-c/Cicak+dan+Buaya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-6581554466022369916</id><published>2009-11-12T22:49:00.004+07:00</published><updated>2010-10-18T07:13:44.424+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News-Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News Story'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Menarik Benang Merah Rentetan Peristiwa yang Menimpa KPK (Bagian 3-Habis)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 180%; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;;"&gt;Dari Banjaran Hingga Masaro Sampailah ke Century&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/SvwwMo8-94I/AAAAAAAAACA/oRJlHFVfXdo/s1600-h/179185.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403246646647519106" src="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/SvwwMo8-94I/AAAAAAAAACA/oRJlHFVfXdo/s320/179185.jpg" style="float: left; height: 158px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0pt; margin-right: 10px; margin-top: 0pt; width: 209px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; font-style: italic; font-weight: 700;"&gt;Merentang waktu peristiwa-peristiwa yang melibatkan pimpinan KPK. Adakah invisible hand yang sulit tersentuh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;u&gt;Catatan: GATOT ARIBOWO&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEMUANYA&lt;/span&gt; bermula dari laptop Antasari Ashar (AA). Penyitaan laptop milik AA mengungkap rekaman antara AA dengan Anggoro Wijaya di Singapura. Laptop disita untuk mencari bukti tambahan keterlibatan AA atas pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen, Direktur PT Putera Rajawali Banjaran. Tahu-tahunya polisi dapat rekaman testimoni Anggoro ke AA yang disampaikan dalam pertemuan di Singapura. Isinya menyentak polisi. Ada uang suap yang jumlahnya miliaran ke pejabat dan pimpinan KPK, antara lain ke Chandra M Hamzah, Bibit Samad Riyanto dan M Yasin.&lt;/span&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dalam keterangannya usai diperiksa Tim 8, AA menyatakan, dirinya dimintai polisi untuk membuat testimoni. Ia lalu disodori polisi untuk melengkapi administrasinya hingga menjadi sebuah laporan polisi (LP). Pernyataan AA ini jelas bertolak belakang dengan pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri dihadapan Komisi III DPR RI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Ini ada LP-nya, Pak. Atas niat pak Antasari sendiri. Testimoni yang dibuat 15 Mei kita abaikan. Karena tidak kuat (secara yuridis). Lalu 6 Juli Pak Antasari membuat LP,” kata BHD, Kamis lewat tengah malam, pekan lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dua bulan sebelumnya, tepatnya pertengahan Maret 2009 Nasruddin Zulkarnaen ditembak mati. Akhir April, AA ditetapkan sebagai tersangka utama. Selain AA, polisi juga menetapkan tersangka Bos Surat Kabar Rakyat Merdeka Sigit Haryo dan Komisaris Besar Polisi Wiliard Wizar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Lima belas hari berlalu setelah ditahan, AA membuat testimoni dari pertemuannya dengan Anggoro. Pertemuan ini dilakukan sekitar Oktober 2008, saat AA masih menjabat Ketua KPK. Anggoro melaporkan ke Antasari kalau dirinya telah menyerahkan sejumlah uang ke pimpinan-pimpinan KPK.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dalam keterangan pers-nya usai di periksa Tim 8, AA mengatakan, ia berani berangkat ke Singapura karena ada yang memberi informasi adanya dugaan suap dan pemerasan yang dilakukan unsur pimpinan KPK.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Saya tidak yakin, bahkan sampai kini, bahwa pejabat dan pimpinan KPK melakukan pemerasan dan menerima uang suap. Karena itu saya berangkat ke Singapura untuk mendengarkan testimoni Anggoro. Saya pun tetap tidak percaya apa yang dikatakan Anggoro. Lalu saya dipertemukan Ary Muladi di Malang, sepulang dari Malaysia. Itupun saya tetap belum percaya,” katanya saat diberi kesempatan Tim 8 untuk bicara ke publik melalui televisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Belakangan diketahui, info yang masuk ke AA berasal dari Edi Sumarsono, teman dekat AA yang merupakan seorang wartawan. Edi sendiri diindikasikan kerap menjadi markus (makelar kasus). Edi juga yang mengajak AA ke Singapura dan Malang untuk mencari bukti-bukti adanya pemerasan dan suap yang melibatkan pimpinan KPK.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Nama Edi diketahui saat rekaman penyadapan KPK atas Anggodo diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi minggu lalu. Penyadapan dilakukan KPK antara tanggal 23 Juli hingga 10 Agustus 2009. Didalam rekaman juga muncul nama-nama pejabat hukum. Mulai dari Wisnu Subroto, mantan Jam-Intel Kejagung dan Abdul Hakim Ritonga, Wakil Jaksa Agung yang telah mengundurkan diri. Yang masih misteri adalah nama Ong Yuliana Gunawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Nama yang disebut terakhir ini dalam rekaman sempat mencatut RI1 dan penutupan Komisi Pemberantasan Korupsi. Siapa itu Ong Yuliana? Hingga sekarang masih misteri. Ada yang menyebut, dia tukang pijitnya Anggodo. Pernah telibat kasus Narkoba di Surabaya dan Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Tapi suaranya Ong Yuliana jelas ada. Berarti orangnya juga ada. Sayangnya, polisi belum menggubris rekaman penyadapan ini karena masih tetap berkonsentrasi dengan kasus Chandra dan Bibit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Anggodo sendiri hingga kini masih bebas melenggang. Padahal dalam rekaman ia jelas merasa senang atas kemenangannya dengan mampu membuat Bibit dan Chandra menjadi tersangka. Bahkan dalam rekaman disinggung satu kalimat yang hendak membunuh Chandra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Rekaman Anggodo juga kerap menyebut kata kronologis. Seperti hendak membuat rentetan peristiwa dengan tanggalnya. Belakangan, Edi Sumarsono dalam wawancara dengan TV One menyebut, kalau ada skenario dalam pemberkasan Berita Acara Pemeriksaan di penyidik Polri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Saya diminta Anggodo untuk mengaku ke polisi mengenal Bibit maupun Chandra. Jelas saya tidak mau, karena saya memang tidak mengenal dua orang tersebut,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NAMA ANGGORO&lt;/span&gt; menyeruak setelah KPK mengungkap dugaan suap yang melibatkan Yusuf Erwin Faisal, yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR RI. Yusuf terlibat dalam alih fungsi lahan untuk Pelabuhan Tanjung Api Api di Sumatera Selatan. Saat KPK menggeledah kantor PT Masaro milik Anggoro, ditemukan barang bukti yang dikaitkan dengan dugaan suap untuk proyek revitalisasi Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan. Nama MS Kaban, Menteri Kehutanan saat itu disebut-sebut terlibat menerima uang suap. Tapi dibantah keras oleh MS Kaban.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Penggeledahan dilakukan sekitar Oktober 2008. Dalam rentang waktu 5 bulan kemudian, Nasruddin ditembak mati. Kurang dari 2 bulan, polisi telah mampu mengungkap pelaku lapangan dan orang-orang yang diduga sebagai dalang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Mudahnya polisi mengungkap pelaku disebabkan jejak-jejak yang seolah sengaja ditinggalkan pelaku. Seperti plat nomor kendaraan yang tidak diganti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Jika ini dilakukan oleh pembunuh profesional, pastinya tidak akan ada satupun jejak yang akan ditinggal. Sayangnya, pembunuhan Nasruddin seperti dilakukan untuk nantinya mengarah ke satu orang, dan ternyata itu tertuju ke Ketua KPK.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dalam keterangan pelaku ekskutor lapangan diketahui bahwa ekskutor didoktrin sedang menjalankan tugas negara. Bahkan dijanjikan akan dijadikan anggota Badan Intelijen Negara (BIN) jika penugasan selesai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Wiliardi Wizar sendiri, dalam persidangan yang digelar Selasa kemarin menyebut adanya tekanan yang dilakukan penyidik saat pemberkasan. Ia juga mengemukakan adanya skenario untuk memojokkan AA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DITENGAH-TENGAH&lt;/span&gt; berjalannya kasus pembunuhan Nasruddin yang melibatkan AA, KPK sedang mencurigai petinggi Polri sedang bermain dengan Bank Century. Bibit Samad Riyanto saat masih aktif menjabat pimpinan di KPK menyatakan, tengah menyelidiki keterlibatan petinggi Polri berinisial SD. Disebut-sebut, inisial itu adalah Susno Duadji, Kabareskrim Polri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Pernyataan Bibit ini menguatkan kecurigaan Susno atas penyadapan yang menimpa dirinya. Susno memang tak menyebut langsung bahwa KPK-lah yang menyadap dirinya. Namun, “ada pihak yang menyadap telepon saya,” kata Susno.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sadap-sadapan inilah yang kemudian memunculkan istilah Cicak Buaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Saat itu ada wartawan yang bertanya. ‘Jadi bapak sudah tahu disadap?’ Saya bilang, ya saya tahu. Lalu wartawan itu bilang, ‘waah, berarti alat Bareskrim canggih dong.’ Ya saya lalu bandingkan, kalau di ruangan saya ada aquarium yang isinya cicak, berarti perbandingannya apa ya? Kalau saya bandingkan dengan iguana, tidak mungkin. Lalu reserse saya bilang, buaya. Jadilah saya pakai perbandingan cicak-buaya,” jelas Susno dihadapan Komisi III DPR RI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dilain pihak, polisi saat itu tengah menangani kasus AA yang dijerat dengan 340 KUHP, tentang pembunuhan berencana. Dari situlah lantas polisi mulai melebarkan ke pimpinan-pimpinan KPK lainnya yang berawal dari testimoni dalam laptop AA.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(&lt;span style="font-weight: 700;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;selesai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;;"&gt;---Artikel ini dimuat di Harian Bintang Papua---&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-6581554466022369916?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/6581554466022369916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2009/11/menarik-benang-merah-rentetan-peristiwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6581554466022369916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6581554466022369916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2009/11/menarik-benang-merah-rentetan-peristiwa.html' title=''/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/SvwwMo8-94I/AAAAAAAAACA/oRJlHFVfXdo/s72-c/179185.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-3930764704091938472</id><published>2009-06-23T08:18:00.012+07:00</published><updated>2010-10-18T09:01:13.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News-Liputan Malam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News Story'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Mencari Tahu Kehidupan Malam di Jayapura (Bagian 1)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Booking Duduk Rp 50 Ribu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;Bisnis prostitusi di bar-bar bukan rahasia umum lagi. Dikenal dengan BL (Boking Luar), bisnis ini jadi bisnis sampingan bar-bar di Jayapura. Lalu adakah trafficking?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img align="right" alt="ilustrasi dugem" border="0" height="260" src="http://lh4.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TLuhJhrKk9I/AAAAAAAAAHA/oS53Gs9Y8Zs/ilustrasi%20diskotik%5B7%5D.jpg?imgmax=800" style="border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; display: inline; margin-bottom: 9px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px;" title="ilustrasi dugem" width="254" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Illustrasi&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Liputan: Gatot Aribowo&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LAJU&lt;/b&gt; kendaraan roda empat yang kami tumpangi perlahan mendekat areal parkiran sebuah bar yang ada di kawasan Entrop, Jayapura. Berderet di kawasan itu ada 2 bar berhadapan. Satu bar di sisi kanan pindahan dari bar yang ada di Polimak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bar di sisi kiri areal parkir sudah tak muat. Sedikitnya 18 mobil berderet di areal parkir dalam itu. Sementara bar di sisi kanan masih ada yang kosong. Tampaknya kalah saingan dengan tetangganya. Tujuan kami ke bar di sisi kiri. "(suasana) Musiknya lebih enak," kata kawan yang duduk di sisi kiri sopir kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia cukup mengenal kehidupan bar. Ia termasuk unik. Tak suka minum bir dan tak suka ditemani wanita. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tapi sangat heboh. Apalagi saat musiknya hip-hop. Tubuhnya yang bulat padat akan jingkrak-jingkrak. "Saya berkunjung ke bar untuk menikmati musik dan suasananya. Kalau minum, hanya pesan aqua. Bisa habis lebih lima botol, hahahaha...."    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat arah parkir kami menuju areal luar. Di situ juga telah berderet kendaraan roda empat. Malam minggu itu sepertinya padat pengunjung. Benar, saat kaki kami melangkah masuk di hall bar, meja telah terisi semuanya. Terpaksa berdiri sejenak. Pengunjung yang menemani berdiri juga banyak.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asap rokok menyesaki udara ruangan dingin ber-AC. Hingar musik dengan grup band yang didatangkan dari Manado membuat kaki-kaki pengunjung berjingkrak-jingkrak. Botol-botol bir berderet di meja-meja pengunjung. Tawa cekikikan gadis-gadis bar bersama tamunya serasa tenggelam di tengah-tengah kencangnya tata suara ruangan hall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Degupan suara bas yang keluar memicu jantung berdetak lebih kencang. Deg-deg-deg, terasa sekali dalam dada. Apalagi saya tidak terbiasa masuk ke bar. Hanya sesekali, sekedar memuaskan rasa ingin tahu kehidupan penikmat-penikmat hiburan malam. Saya sendiri sulit menikmati kehidupan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu dengan seorang kenalan yang bekerja di situ, saya memintanya untuk mencarikan satu gadis bar yang bisa saya ajak ngobrol. "Tunggu sebentar, Mas. Saya bilang ke mami dulu," ujarnya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mami sebutan bos di bar. Persis seperti panggilan germo di lokalisasi PSK.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berapa kena cas (bayar)," tanya saya.    &lt;br /&gt;"Kalau temani duduk ngobrol saja Rp 50 ribu. Kalau diajak keluar, tergantung negosiasi dengan ceweknya," sahut dia.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke. Hanya temani ngobrol saja," pinta saya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak selang lama kemudian, seorang gadis menyeruak diantara desakan pengujung. Bersama seorang perempuan paruh baya berkacamata, mereka mendekat ke arah meja 17, tempat saya duduk. Sepertinya itu maminya. Meja yang saya tempati beberapa saat lalu kosong ditinggalkan pengunjung sebelumnya. Buru-buru saya mengambil meja itu.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis yang menjadi teman saya duduk itu berwajah manis. Rambut panjangnya tergerai, dikeramas setiap hari.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Serra," ucapnya lirih saat berkenalan dengan saya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak saya berdiam tanpa membuka sebuah obrolan. Sambil mengamati suasana tanpa mampu menikmatinya, saya mengawalinya dengan pertanyaaan, "udah brapa lama di sini?"    &lt;br /&gt;"Baru 8 bulan."     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betah?"    &lt;br /&gt;"Ya dibetah-betahin."     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Manado?"    &lt;br /&gt;"Iya."     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ke sini (Jayapura) naik kapal?"    &lt;br /&gt;"Bukan. Pesawat."     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berapa ongkosnya?"    &lt;br /&gt;"Waktu itu hampir dua juta."     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biaya sendiri?"    &lt;br /&gt;"Dibiayai teman."     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teman di mana?"    &lt;br /&gt;"Di Bar ini. Saya dari Manado memang ditawari teman untuk kerja di tempat beginian."     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berapa orang dari sana?"    &lt;br /&gt;"Dua."     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya melemparkan obrolan dengan pertanyaan yang menggebu-gebu itu, dia langsung bisa menebak kalau saya wartawan. Semula saya mengelak.&lt;br /&gt;Tapi, "Kok tahu kalau saya wartawan," tanya saya akhirnya.    &lt;br /&gt;"Feeling aja."     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, penyuka warna pink ini bercerita kalau pernah dikunjungi tamu wartawan. "Jadinya saya langsung bisa menebak siapa kamu," kata janda berusia 25 tahun ini.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serra tetap cerita terbuka dengan saya, kendati ia tahu saya pencari informasi.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih ada pertanyaan lagi?" tantang pengguna shampo Rejoice&amp;nbsp; ini.    &lt;br /&gt;"Masih banyak. Tapi satu yang paling pokok."     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa itu?"    &lt;br /&gt;"Di sini ada trafficking gak?"     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa itu?"    &lt;br /&gt;Saya menjelaskan istilah itu, lalu modus-modusnya agar ia mengerti apa yang saya cari.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama saya disini, tidak terjadi di bar ini."    &lt;br /&gt;Sesaat kemudian kami sibuk tenggelam dalam suasana hingar bingar. (&lt;a href="http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/mencari-tahu-kehidupan-malam-di.html"&gt;bersambung&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-3930764704091938472?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/3930764704091938472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2009/06/menguak-bisnis-prostitusi-terselubung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/3930764704091938472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/3930764704091938472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2009/06/menguak-bisnis-prostitusi-terselubung.html' title=''/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TLuhJhrKk9I/AAAAAAAAAHA/oS53Gs9Y8Zs/s72-c/ilustrasi%20diskotik%5B7%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-6311379198348925621</id><published>2009-06-23T06:54:00.003+07:00</published><updated>2010-10-18T09:01:56.690+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News-Liputan Malam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News Story'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Mencari Tahu Kehidupan Malam di Jayapura (Bagian 2)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;BL Diluar Jam Kerja, Rp 550 Ribu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Bisnis terselubung ini tak ubahnya membuat lokalisasi tersembunyi di sudut-sudut kota Jayapura. Penikmatnya, mulai anak muda berduit hingga pengusaha, bahkan sampai pejabat.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;u&gt;Liputan: Gatot Aribowo&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLumlWG70wI/AAAAAAAAAHE/EdCudyyWimw/s1600/manohara+dugem+01.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLumlWG70wI/AAAAAAAAAHE/EdCudyyWimw/s1600/manohara+dugem+01.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;b&gt;GADIS&lt;/b&gt;-gadis seksi itu terpajang di akuarium. Ini istilah buat ruangan di salah satu bar yang menjadi tempat gadis-gadis bar berkumpul sebelum turun dibooking. Ukuran ruangan sekira 4 kali 6 meter. Ada kaca lebar di bagian depan, samping pintu keluar masuk. Pengunjung bisa melihat ke dalam melalui kaca ini, memilih gadis-gadis bar yang akan dibookingnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Dari dalam, gadis-gadis bar itu tak bisa menyaksikan pengunjung yang &amp;nbsp;hendak memilih-milih. Jadi aman buat pengunjung yang dikenali oleh gadis bar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Serra duduk di salah satu kursi yang ada di sudut kiri. Kadang ia asyik bercengkerama dengan teman di sebelahnya. Sesaat ia menerawang, memikirkan anaknya yang jauh di kampung halaman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Jauh dari Kota Manado, 8 jam perjalanan ditempuh, akan sampailah di sebuah kota yang menjadi tempat lahir dan besarnya Serra. Kotamubagu, Kabupaten Bolaan Mongondow, menyimpan kenangan panjang. Di sana, Serra meninggalkan 1 anaknya yang masih umur 5 tahun.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Dia ikut neneknya," lirih suaranya, hampir tenggelam dentuman suara sound sistem ruangan hall.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Menikah di usia 16 tahun, Serra sempat mengecap kebahagiaan selama 9 tahun bersama suami dan anaknya. Sayang, disaat-saat bahagia itu sang suami menyakiti hatinya. Ia pun minta cerai.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Saya tak mau menanyakan lebih jauh persoalan rumah tangganya itu. Bagi saya, menjadi pendengar yang baik untuk persoalan yang satu ini adalah tanpa menanyakan lebih jauh. Bisa membangkitkan kenangan lama yang akan menggores luka lama.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Aku sempat stress. Lalu datanglah tawaran teman di Jayapura yang kerja di tempat ginian," kata pemilik ukuran sepatu 37 ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Trus, kamu langsung mau?" tanya saya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Tidak juga. Aku tanyakan kalau kerja di bar itu bagaimana, trus apa seperti gadis-gadis panggilan."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Jawab dia apa?"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Dia bilang, 'kerjanya cuma duduk-duduk aja. Temani tamu minum bir. Kalau diajak keluar untuk booking, tergantung kamunya saja. Kalau mau ya bisa, kalau gak ya gak papa.'"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Lantas," kejar saya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Aku langsung mengiyakan."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Sejenak Serra mengambil botol bir dan mengajak saya minum. Saya menurutinya. Sekedar menemani. Telah 5 botol ia tenggak semalaman itu. Tambah 2 bersama saya, jadinya 7 botol malam itu. Saya sendiri tak terbiasa minum bir. Hanya sesekali.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Udah terbiasa minum bir?" penasaran saya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Baru di tempat ini. Dulu di kampung aku malah aktif ikut pengajian."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"O iya?" seru saya serasa tak percaya. Ibu muda yang sering pengajian bisa-bisanya terjun dalam kehidupan malam seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Kalau merokok memang kebiasaan. Lingkungan yang mengajarkan," selanya. "Sehari bisa 2 bungkus."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Dihisapnya dalam sebatang rokok Sampoerna A Mild yang terselip diantara jari lentiknya. Lalu ditariknya tanganku, mengajak berdiri. Irama hip-hop membuatnya ingin melepaskan penat setelah duduk-duduk. Saya sendiri kurang menyukai jenis musik ini. Keletihan akhirnya membuat saya menariknya duduk kembali.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Ada gak tawaran dari tamu untuk ajak kamu booking keluar?"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Banyak."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Lalu?"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Kutolak. Kalau ada yang memaksa, langsung kutantang; berani bayar berapa?"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Mereka jawab?" kejar saya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Rata-rata pada diam," sahutnya. "Pernah ada yang pejabat yang memaksa. Sampai minta-minta ke mami. Bahkan anak-anak buahnya yang ikut, membujukku. Kopor isi uang puluhan juta juga dititipkan ke mami untuk membujuk saya."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Terus?"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Ya aku tak mau saja."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;Serra termasuk satu diantara sedikit cewek-cewek bar yang tidak mau melayani booking luar. Ia tak tertarik untuk mendapatkan tambahan uang dari melayani nafsu liar penikmat kehidupan bar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Kalau misalkan booking luar, berapa?" tanya saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"Kalau sudah booking duduk, kena cas 200 ribu. Diluar jam kerja, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;550 ribu. Itu buat mami. Kalau untuk ceweknya beragam."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;"ooo..." melongo saya. Untuk ukuran kantong saya jelas akan terkuras. (*)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-6311379198348925621?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/6311379198348925621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/mencari-tahu-kehidupan-malam-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6311379198348925621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6311379198348925621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2010/10/mencari-tahu-kehidupan-malam-di.html' title=''/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLumlWG70wI/AAAAAAAAAHE/EdCudyyWimw/s72-c/manohara+dugem+01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-8374401738359257257</id><published>2009-05-28T04:12:00.005+07:00</published><updated>2010-10-18T09:19:08.857+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom'/><title type='text'>opini - Malu Sebagai Budaya</title><content type='html'>&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 180%; font-weight: 700;"&gt;Malu Dooong………!&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;; font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK7Z9mauigI/AAAAAAAAADQ/rJ0NL4ybXU0/s1600/malukorupsi.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525593445138074114" src="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK7Z9mauigI/AAAAAAAAADQ/rJ0NL4ybXU0/s320/malukorupsi.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 268px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEORANG&lt;/span&gt; mantan pejabat tinggi di Korea Selatan dilaporkan bunuh diri hanya gara-gara malu dituduh melakukan tindak pidana korupsi. Begitu warta koran yang saya baca belum lama ini. Sementara itu, seorang pejabat di Kabupaten Blora tanpa malu-malu melenggang di podium rapat, padahal statusnya narapidana berpangkat tahanan dan berkantor di penjara. Begitu warta dari teman, saat saya menginjakkan kaki di Blora ini setelah sekian lama meninggalkan tanah Jawa untuk menjalankan tugas-tugas jurnalistik di Papua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kontras memang beda antara kelakuan pejabat negeri ini dengan negeri seberang, Korea Selatan. Maklum, kita tidak memiliki budaya malu. Sementara di tanah seberang budaya malu berurat akar dalam nadi masyarakatnya. Jadinya seorang pejabat yang baru dituduh melakukan tindak pidana korupsi saja, saking tak kuat menanggung rasa malu sampai-sampai bunuh diri. Gila.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Apakah budaya ini bisa berlaku di negeri ini? Entahlah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tapi yang pasti orang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, apalagi &lt;i&gt;wong&lt;/i&gt; Blora akan enggan diminta bunuh diri hanya gara-gara pernah jadi maling uangnya rakyat. Tak akan pernah mau mengakhiri hidupnya hanya karena pernah makan uang hasil korupsi. &lt;i&gt;Lha urip kepenak kok arep bunuh diri goro-goro menyandang status tahanan…, opo maneh nembe tertuduh, durung terbukti…edan po?&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Malu tentu bukan ranah hukum. Ia berkaitan dengan moralitas. Masuk dalam ranah sosial. Bicara malu bukan untuk membuktikan apa yang dituduhkan itu benar atau salah. Tapi merupakan sanksi sosial. Sanksi ini sepertinya di negeri seberang, utamanya di Jepang dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Korea&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, lebih besar dan lebih berat dari sanksi pidana (hukum). Tentunya sanksi ini bersifat personal. Diri seseorang akan merasa malu –merupakan sanksi sosial- jika melakukan sebuah kesalahan atau pelanggaran. Sulit tentu untuk membuktikan teori kebenaran; apakah seseorang yang baru tertuduh benar-benar melakukan kesalahan atau pelanggaran jika telah bunuh diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Karena ranah sosial, malu bisa dibudayakan. Membudayakan tentu bukan persoalan gampang atau susah. Tapi persoalan waktu. Butuhnya bukan hanya cukup satu sampai dua hingga &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tahun. Minimal 25 tahun ke depan; 1 generasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Mantan Presiden Soeharto (semoga Tuhan mengampuninya) tidak butuh waktu lama untuk membudayakan korupsi dalam sistem pemerintahannya dan sistem sosial negerinya. Cukup belasan tahun. Karena budaya korupsi ternyata telah tumbuh berkembang di masa pemerintahan Presiden Soekarno. Berakarnya dari tubuh tentara saat itu. Karena persoalan ekonomi yang memorat-maritkan anggaran negara, banyak tentara saat itu yang kerap melakukan korupsi. Salah satunya Soeharto saat menjabat Pangdam Diponegoro tahun 1958-an. Bersama kroninya, Bob Hasan, beras dan logistik lainnya yang ada di gudang Kodam dijual ke Singapura.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Berbeda dengan malu, sepanjang sejarah, tanah di negeri ini tidak pernah mewartakan atau mencatat malunya seseorang yang telah melakukan kejahatan, kesalahan dan pelanggaran. Tapi sejarah mencatat, tanah ini sering terjadi perebutan kekuasaan (tentunya juga harta benda dan wanita) yang berujung dengan pertumpahan darah. Mulai dari Singosari hingga masa penjajahan Belanda [ingat dengan politik adu dombanya, sehingga sesama bangsa sendiri saling memakan nyawa], sampai terakhir kekuasaan Soeharto yang menghabisi nyawa beberapa mahasiswa Trisakti tahun 1998.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Di alam demokrasi yang krannya mulai terbuka sejak masa pemerintahan Soeharto, malu sebetulnya sangat ideal untuk turut menjadi budaya. Darimana memulainya, dan kapan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dari sejak manusia &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; memutuskan untuk melahirkan generasi baru dan mulainya saat generasi itu bertumbuh dan berkembang. Singkat kata: budayanya dari keluarga dan rumah. Orang tua mulai berpikir untuk menanamkan rasa malu terhadap anak-anaknya yang mulai tumbuh. Tentu saat orang tua mulai berpikir untuk malu, dalam menjalankan rutinitasnya setiap hari akan berhati-hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Misalnya saja dalam berkendaraan. Ketika orang tua dulu masih remaja akan malu jika mengenakan helm, kini saat jadi orang tua akan merasa malu jika berkendaraan tidak mengenakan helm. Lalu, misalnya juga: saat membuang sampah. Sewaktu dulu masih remaja tidak pernah malu buang sampah sembarangan, kini telah jadi orang tua malu buang sampah tidak pada tempatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jika orang tua sadar untuk memiliki rasa malu –secara otomatis akan tertanam malu pada dirinya sendiri- maka bisa ditularkan ke anak-anaknya. Misalkan: si anak yang telah diajarkan kencing di kamar mandi, suatu ketika kencing sembarangan. Si orang tua cukup bilang, “Malu dooong, kencing sembarangan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Melalui bahasa ini, yang diulang terus menerus, kelak si anak akan tumbuh dengan sendirinya membawa rasa malu dalam dirinya sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pastinya jika orang tua sadar untuk melahirkan generasi yang memiliki budaya malu. Tapi persoalannya, tidak semua orang tua &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; sadar untuk menanamkan budaya malu pada generasi berikutnya. Bahkan hampir semua manusia &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, mungkin termasuk “wong” Blora, tidak pernah berpikir untuk melahirkan anak-anaknya yang berperilaku malu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Lalu, apakah kompleksitas manusia &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang melahirkan generasi-generasinya itu diserahkan pada sekolah agar mengajarkan budaya malu? Bisa saja. Tapi itu tidak cukup. Kunci utamanya memang ada dalam keluarga. Sangat memungkinkan ketika pasangan menikah diberi nasehat perkawinan, selain membentuk keluarga sakinah juga membentuk keluarga yang memiliki budaya malu, kelak pada anak-anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sementara di sekolah, pendidikan perilaku tidak perlu masuk dalam kurikulum. Sia-sia. Kurikulum pendidikan Agama saja tidak mampu membentuk anak-anak berperilaku agamis. Bahkan dari tahun ke tahun, sejak saya masih sekolah hingga sekarang, moralitas anak-anak usia ini makin mengkuatirkan. Buktikan saja dengan banyaknya warta tentang anak sekolah yang berperilaku mesum atau anak sekolah yang suka berdekatan dengan budaya kekerasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Membentuk perilaku (budaya) anak-anak agar memiliki malu, menurut saya tidak perlu dimasukkan dalam kurikulum. Karena ranah budaya, perlakukan seperti halnya dalam lingkungan sosial kemasyarakatan. Jadikan malu sebagai bagian dari budaya sekolah, seperti halnya disiplin sebagai bagian dari budaya tentara. Sangat efektif saat diberikan pada anak usia SMU.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Caranya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Banyak cara yang bisa dilakukan sekolah untuk membudayakan malu pada anak-anak yang diserahkan orang tuanya untuk dididik para pengajar. &lt;i&gt;Social&lt;/i&gt; &lt;i&gt;School&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Punishment&lt;/i&gt; (sanksi sosial dalam sekolah) bisa berupa pembelajaran [bukan pembinaan] pada anak-anak yang melakukan kesalahan dan pelanggaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pembelajaran berbeda dengan pembinaan. Sekolah bukan lingkungan kerja bagi anak-anak. Sehingga salah jika dibina. Sekolah adalah tempat belajar untuk menjadikan anak-anak sebagai seorang pembelajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Punishment &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;(sanksi) agar bisa menjadikan anak memiliki rasa malu saat melakukan kesalahan dan pelanggaran bukan cara dengan disuruh berbaris dihadapan anak-anak yang lain lalu ditampar satu-satu, seperti warta dalam kasus guru di Gorontalo beberapa waktu lalu. Atau di&lt;i&gt;strap &lt;/i&gt;di depan kelas seperti saat jaman saya sekolah, agar anak merasa malu di depan teman-temannya. Sanksi ini memang lebih baik dari sanksi yang bersifat kekerasan. Paling tidak cukup membuat malu si anak di depan teman-teman sekelasnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tapi itu kurang. Karena si anak hanya dibiarkan berdiri di depan kelas tanpa diberi sebuah tugas pidato spontan di depan teman-temannya tentang hal yang berkaitan dengan “malu melakukan kesalahan atau pelanggaran.” Tugas ini selain bisa membentuk opini tentang “malu” juga melatih si pelaku kesalahan berbicara di depan forum. Apalagi jika si anak ini digiring ke lain kelas untuk “menyiarkan” kesalahan yang diperbuatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pembelajaran malu untuk membentuk sebuah budaya adalah dengan menciptakan opini di kalangan anak-anak bahwa malu haruslah ada dan tertanam bila melakukan pelanggaran dan kesalahan. Opini bisa dicipta melalui sosialisasi bahasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; sebuah penciptaan bahasa yang bagus saya temukan di sebuah markas Polisi Militer di Jayapura. Di salah satu dinding ruangan tertempel tulisan : “Disiplin itu Indah”. Bahasa ini saya kira mengena dalam budaya disiplin yang merupakan nafas tentara. Apalagi bahasa merupakan cermin sebuah budaya bangsa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;; font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: georgia; margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;; font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="georgia" style="margin: 4pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;; font-size: 100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dengan penanaman sejak sekarang, saya yakin, paling tidak 30 tahun lagi budaya malu akan menjadi salah satu budaya negeri ini. Apakah bisa? Tergantung generasi saat ini; ingin menciptakan budaya malu apa tidak pada generasi berikutnya. (*)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-8374401738359257257?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/8374401738359257257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2009/05/opini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/8374401738359257257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/8374401738359257257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2009/05/opini.html' title='opini - Malu Sebagai Budaya'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK7Z9mauigI/AAAAAAAAADQ/rJ0NL4ybXU0/s72-c/malukorupsi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-6258555304185473980</id><published>2008-12-06T21:13:00.005+07:00</published><updated>2010-10-09T08:15:43.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petite Story'/><title type='text'>Petite - Keluarga Wartawan Tersandung Pidana</title><content type='html'>&lt;u&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:180%;"  &gt;Jadi Raja Tega Untuk Jaim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;MEMANG&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; serba repot kalau punya pekerjaan yang berdekatan dengan orang-orang penting. Keluarga kadang berpikir, posisi wartawan bisa dimanfaatkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk “urusan-urusan penting.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Berat hatinya, dengan alasan kekeluargaan –atau alasan yang dibuat manusiawi- wartawan mau tak mau perlu mengurusi “urusan-urusan penting itu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ini kisah yang akhir 2008 silam dialami salah seorang wartawan di Jayapura. Dia bekerja sebagai salah satu kontributor untuk stasiun tv di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ceritanya: wartawan ini sedang mencoba melakukan negosiasi dengan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) untuk –setidaknya- menangguhkan proses hukum salah satu kerabatnya yang terkena kasus 303, judi togel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ia sempat bercerita ke saya melalui telepon, saat hendak melakukan negosiasi itu. Sempat ia minta konsultasi ke saya. Sayangnya, saya tak mau berputar pada pembicaraan mengenai bagaimana kerabatnya itu bisa dikeluarkan dari tahanan polisi. Saya hanya bertanya, apakah ada barang bukti atau hanya sekedar alat bukti. Nyatanya, cuma alat bukti. Kerabatnya itu ditunjuk oleh dua orang yang sebelumnya tertangkap tangan oleh polisi sedang jualan togel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;“(Kerabatnya) Suruh mengelak saja, Mas! Pura-pura tak kenal dua orang itu,” anjur saya saat dia minta pertimbangan. Ini memang trik pengacara. Kalau hanya sekedar alat bukti berupa keterangan tersangka, masih lemah. Ini urutan terakhir dalam pembuktian seseorang bisa dijadikan tersangka atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;“Mas, bagaimana kalau saya ke Paulus Waterpauw ya?” tanyanya ke saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;“Wah jangan Mas! Berat itu kasus 303,” saya jawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;“Saya sudah ketemu wakapolseknya. Ia minta tebusan dan jaminan Rp 10 juta,” ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;“Kasih saja Mas! Nanti saat penyerahan uang, kita liput. Memangnya jaminan itu diberikan ke negara atau mau dimakan sendiri,” timpal saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;“Wah, kuatirnya kalau mereka dendam Mas. Bisa tambah repot kita.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dalam hati saya bilang, malu juga kalau mengurusi keluarga yang terlibat kasus hukum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Paulus Waterpauw seorang Kombes di Polda Papua. Jabatannya Direskrim. Saya pernah berurusan juga dengan Kombes ini diluar tugas. Ceritanya sama persis di atas. Bahkan ini kerabat dekat, saudara kandung. Terkenanya kasus malah 303 golongan besar. Repotnya lagi, Ibu saya menelepon untuk meminta saya agar berusaha membebaskan saudara kandung itu. Waduuh….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya tak berusaha untuk mau tahu urusan yang menyangkut saudara saya itu. Perasaan saya memang malu untuk ngurusi hal yang satu ini. Kendati jika dibandingkan dengan pejabat negara yang korup, kerugian publik lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sayangnya, Ibu saya terus menerus menelepon dan menanyakan bagaimana perkembangan usaha saya untuk meloloskan saudara kandung itu. Akhirnya dengan perasaan malu, saya kontak PW, sebutan singkat Paulus Waterpauw dikalangan wartawan Jayapura. Saya hanya menanyakan apakah diproses lanjut kasus itu. Saya tak menyebut kalau orang yang ditangkap itu saudara kandung saya. Saya hanya bilang ada hubungan kekerabatan. PW sempat meminta saya untuk menemuinya di kantor keesokan harinya. Namun saya akhirnya tak pernah menemuinya. Bahkan saya juga tak pernah menengok saudara saya itu dalam tahanan Polda Papua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Belakangan, yang saya dapatkan info dari teman saudara kandung yang turut mengurusi kasus itu, “polisi cuma dapat, gak sampai Rp 10 juta. Kita habisnya di pengadilan. Hakim mintanya hampir Rp 30 juta, Jaksa sekitar Rp 15 juta. Kita habis lebih dari Rp 60 juta untuk dapat vonis tidak lebih dari 3 bulan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Itu kata dari teman saudara kandung saya. Teman itulah yang semestinya tertangkap tangan. Tapi ia beruntung. Saat penggerebekan di rumah seorang bandar judi togel terbesar di Jayapura, teman itu sedang di toilet. Kartu judinya ia minta saudara kandung saya itu yang pegang. Sehingga yang tertangkap tangan saudara kandung saya. Sementara si temannya hanya jadi saksi. Akhinya mau tak mau, si temannya itu yang akhirnya mengurusi “negosiasi puluhan juta” dengan aparat-aparat hukum. Negosiasi yang akhirnya bisa meringankan ancaman 10 tahun [pasal 303] menjadi 3 bulan. Itu hanya untuk satu orang. Sementara yang tertangkap ketika itu ada lima orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mungkin, jika saat itu saya yang bekerja untuk salah satu stasiun televisi di Jakarta sebagai kontributor mengawal kasus tersebut, ancaman 10 tahun bisa saja terjadi. Namun, saya bukanlah Bill Kovach yang dalam cerita mentor saya, akan maju terdepan sebagai wartawan peliput bila anak-anaknya terlibat kasus hukum atau yang merugikan publik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bagi saya, cukup saja membantu saudara kandung saya itu dengan tidak mengawal kasusnya dengan liputan. Cukup juga memendam sakit hati yang dalam terhadap aparat-aparat hukum yang bisa dengan mudahnya mendapatkan puluhan juta. Sementara wartawan dengan gaji atau honor kontributor yang habis untuk makan dan bayar kontrakan rumah???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                               &lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;---- Jayapura, Akhir 2008 ----&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-6258555304185473980?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/6258555304185473980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/12/petite-story-ketika-wartawan-nego-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6258555304185473980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6258555304185473980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/12/petite-story-ketika-wartawan-nego-untuk.html' title='Petite - Keluarga Wartawan Tersandung Pidana'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-529363040496151741</id><published>2008-10-14T20:11:00.003+07:00</published><updated>2010-10-18T09:19:35.135+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom Jati Diri'/><title type='text'>Jati Diri - Tentang Kesederhanaan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mencoba Hidup Sederhana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK8Noa5weBI/AAAAAAAAADo/VpOgV_iZHLs/s1600/iran-president-5.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525650255874390034" src="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK8Noa5weBI/AAAAAAAAADo/VpOgV_iZHLs/s400/iran-president-5.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 222px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SAYA &lt;/span&gt;pernah mendengar berita ada orang yang tega menghabisi nyawa orang lain hanya untuk mendapatkan uang. Ada 2 berita yang saya dengar. Satu ada di Jayapura, satu lagi ada di Jombang, Jawa Timur. Terungkapnya pelaku pembunuhan ini hampir berbarengan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Pembunuhan di Jayapura dilakukan seorang remaja usia 20-an tahun. Tergolong muda. Ia menghabisi nyawa orang yang selama ini telah berbuat baik padanya. Motifnya, uang ratusan juta rupiah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sementara pembunuhan yang terungkap di Jombang, Jawa Timur, pelakunya juga seorang pemuda yang dulunya pernah mengajar anak-anak mengaji. Modus pembunuhannya cukup keji. Tidak hanya dilakukan sekali, tapi berkali-kali. Korbannya cukup banyak. Mulai laki-laki dewasa hingga ibu-ibu, bahkan sampai ke anak-anak juga jadi korban. Motifnya juga uang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Setelah mengambil uang dari korbannya, gaya hidup pemuda-pemuda ini berubah drastis. Pelaku pembunuhan yang ada di Jombang malah punya tempat tinggal apartemen mewah di kawasan Depok, Jawa Barat. Ia tak jarang menghambur-hamburkan duit yang didapat dengan cara tidak manusiawi untuk keperluan foya-foya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Gaya hidup, dalam bahasa gaulnya life style, di jaman sekarang ini memang banyak yang memburu kenikmatan, istilah dari seorang motivator dan inspirator Gede Prama. Boros, istilah kita, hedonisme istilah ideologinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Gaya hidup ini sering diimpor dari negeri-negeri kapitalis. Amerika adalah biangnya. Dengan kekuatan ekonominya yang super, negeri ini kerap menjadi kiblat gaya hidup orang-orang di negara berkembang. Orang-orang di negeri ini adalah salah satu korbannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Yang jadi korban tidak hanya orang-orang biasa namun pejabat juga tidak sedikit yang jadi korban gaya hidup mewah dan foya-foya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Saya pernah melihat bangunan rumah mewah di Jayapura milik salah seorang pejabat bupati di daerah. Halamannya cukup luas. Garasinya lebar. Cat rumahnya mengkilap. Pokoknya serba mentereng. Sayang, saya tak punya kepentingan untuk masuk rumahnya sekedar melihat isi perabotan rumahnya. Tapi perkiraan saya pasti tak jauh dari yang ada di rumahnya. Perabotannya serba lux dan berharga tidak murah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Inspirator Gede Prama pernah menulis dalam bukunya, hidup di jaman sekarang sering terjebak pada perlombaan. Lomba mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya untuk perlombaan memamerkan gaya hidup yang serba wah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Suatu ketika saya membuka sebuah majalah remaja yang didalamnya terdapat profil beberapa model gadis-gadis remaja yang cukup populer di kalangan anak-anak muda. Profil itu memuat biodata lengkap, mulai tanggal dan tempat lahir hingga hobbi (kesukaan) dari model tersebut. Saat mengetahui hobbi dari model yang terpampang, pikiran saya cukup terganggu. Beberapa dari model itu memiliki kesukaan shoping, atau belanja. Wuah…, ini termasuk hobbi yang cukup menggelitik di telinga orang yang ekonomi keluarganya serba pas-pasan atau bahkan yang serba kekurangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Bisa dibayangkan, hobbi ini hanya milik anak-anak muda atau remaja yang hidupnya ditengah-tengah orang tua yang berkecukupan atau yang bergelimang duit. Setiap hari bahkan, ia akan membelanjakan duitnya untuk hal-hal yang sebetulnya dirasa tidak perlu. Setiap waktu pula ia bisa menghabiskan berjam-jam untuk jalan-jalan dan putar-putar di mall.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Hobbi ini kayak-kayaknya tidak hanya dimiliki anak-anak remaja saja. Pernah saya mendengar ada wakil-wakil rakyat negeri ini yang konon melakukan studi banding dengan perjalanan ke luar negeri, tidak hanya menyempatkan diri tapi justru jalan-jalan melakukan kegiatan shoping. Hasil yang didapat saat pulang dari studi banding bukan bagaimana membenahi pembangunan negeri tapi oleh-oleh berupa barang-barang buat pertunjukan kemewahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Negeri ini penghuninya memang keranjingan dengan yang namanya pamer, mulai dari pamer penampilan hingga pamer barang-barang yang dimiliki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Ada ajaran dan tuntunan dalam agama yang cukup unik untuk kita ikuti di jaman kini. Tuntunan itu adalah hidup sederhana. Istilah saya kesederhanaan lebih dari sekedar cukup. Bukan cukup untuk memiliki uang agar bisa beli mobil atau bangun rumah megah yang isinya serba mewah, bukan pula memiliki cukup uang untuk melamar seorang gadis yang meminta “uang naik”. Juga bukan kecukupan untuk memenuhi pangan, sandang maupun papan, sebagai kebutuhan dasar dari kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Kesederhanaan bagi saya adalah tampilan yang bisa membuat hidup tenang dan bersahaja. Ia berumah teduh yang membawa kesejukan di dalamnya, berpakaian sekedarnya yang membawa kehangatan jiwa serta bermakanan kenyang yang menyehatkan hati dan pikiran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Pepatah bijak pernah mengatakan, makanlah selagi merasa lapar, minumlah selagi merasa haus. Makan hanya untuk menghilangkan rasa lapar dan minum hanya untuk menghilangkan rasa dahaga. Inilah percontohan dari konsep kesederhanaan. Ia tak tergoda dengan lorong-lorong keinginan. Baginya, keinginan bisa menyesatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Seorang penulis jernih mengatakan, keinginan yang tak terkelola dengan baik dapat membutakan orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Keinginan, dalam bahasa pemasaran, lebih dari sekedar kebutuhan. Orang butuh minum, karena haus. Namun, karena keinginannya mau minum soft drink misalnya, maka ia akan menghilangkan kehausannya dengan minuman yang bukan hanya sekedar air putih. Hal yang sama terjadi saat orang butuh makan. Namun karena keinginannya yang mewah, maka ia tak sekedar mau makan di warung-warung pinggir jalan. Melainkan memilih restoran yang tentu harga makanannya jauh lebih mahal dari makanan di warung pinggir jalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Inilah contoh dalam penerjemahan konsep kesederhanaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Bagi anda yang pernah terinspirasi dari buku yang ditulis Gede Prama mungkin ingat dengan apa yang ditulis mengenai gengsi dan harga diri. Ijinkan saya terjemahkan, apa yang disebut dengan melupakan gengsi dan harga diri itulah yang dimaksud dengan kesederhanaan. Ia tak peduli dengan sebutan gengsi apalagi untuk mempertahankan harga diri. Kesederhanaan cukup membuat hidupnya lebih nikmat dari segala-galanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Gengsi kadang melelapkan orang untuk memiliki lebih dari orang lain. Lebih kaya, lebih pintar, lebih menarik, lebih berkuasa dan serba lebih dari yang lain. Ujungnya akan berakhir dengan menaikkan citra diri yang membuat harganya mahal. Padahal kalau mau berkaca dengan cermin kebesaran Tuhan yang memiliki alam, itu semua tak ada artinya. Seperti sebutir pasir ditengah hamparan luasnya samudera padang pasir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Anda tertarik untuk mencobanya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-529363040496151741?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/529363040496151741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/10/jati-diri-mencoba-hidup-sederhana-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/529363040496151741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/529363040496151741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/10/jati-diri-mencoba-hidup-sederhana-oleh.html' title='Jati Diri - Tentang Kesederhanaan'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK8Noa5weBI/AAAAAAAAADo/VpOgV_iZHLs/s72-c/iran-president-5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-4128771277439472329</id><published>2008-10-13T20:09:00.004+07:00</published><updated>2010-10-18T09:20:00.152+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom Jati Diri'/><title type='text'>Jati Diri - Tentang Kejujuran</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 180%; font-weight: 700;"&gt;Berlatih Jujur di Dalam Negeri yang Penuh Maling&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK8QgQumrMI/AAAAAAAAAD4/d0mz1UT8jnU/s1600/pinokio.jpg" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525653414239186114" src="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK8QgQumrMI/AAAAAAAAAD4/d0mz1UT8jnU/s320/pinokio.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 300px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SUATU&lt;/span&gt; hari di bulan Oktober 2007 saya belanja peralatan komputer di sebuah toko komputer terbesar di Jayapura. Peralatan itu untuk kantor koran harian yang akan didirikan akhir November 2007. Kebetulan saya terlibat didalamnya, dan saya mendapat bagian untuk pengadaan peralatan perkantoran. Belanjaan itu menelan uang lebih dari Rp 33 juta, dengan diskon hampir Rp 1,5 juta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Pas hendak bertransaksi, supervisor toko menyodori saya dengan kuitansi sementara yang dikeluarkan sebagai bukti untuk bos saya sebelum dilakukan transaksi pembayaran. Kuitansi tersebut ditulis lengkap dengan spesifikasi (spec peripheral) dari satu unit komputernya. Mulai dari kapasitas hardisk, kapasitas memory hingga kartu grafis yang terpasang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sengaja saya meminta catatan lengkap dari sebuah spesifikasi komputer yang hendak saya ambil, sehingga ukuran harga satu unit komputer bisa tampil seadanya dalam catatan kuitansi, tanpa keinginan untuk mengada-ada (baca: mempermainkan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Tiba-tiba supervisor itu menawarkan, apakah saya mau mencantumkan sekalian harga diskon atau tidak. Ia mengatakan, kebanyakan orang-orang yang belanja pengadaan komputer untuk institusinya, tidak mencantumkan harga diskon. Sehingga diskon pun akan melayang masuk ke dalam kantong orang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Ada kesempatan untuk mendapatkan keuntungan sendiri nih,” bisik setan yang melayang di telinga kiri saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sepintas lalu memang tak ada ruginya jika saya mengambil keuntungan sendiri. Toh saya tidak mendapatkan fee dari tugas yang dilimpahkan ke saya itu. Hanya insentif Rp 60 ribu per hari selama persiapan pendirian kantor tersebut. Terlalu kecil bukan, jika dibandingkan dengan uang yang bisa saya dapat dengan cara yang mudah. Tinggal meng-oke-kan saja kata supervisor itu, uang Rp 1,5 juta pun bisa masuk kantong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Jika menilik cerita supervisor tersebut, saya berpikiran, apakah memang kebanyakan orang sulit untuk bekerja jujur dalam hidupnya? Padahal bekerja adalah bentuk pengabdian diri kepada Tuhan. Tapi jika dikotori dengan ketidakjujuran?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Mendapatkan uang tanpa keterbukaan bisa saya terjemahkan dengan ketidakjujuran, meski itu nilainya tak seberapa. Apalagi saat nilai uang yang dikeruk bermilyar-milyar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Manipulasi dan konspirasi adalah bentuk terburuk dari ketidakjujuran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Bagi orang-orang yang bening, ketidakjujuran bisa saja berupa pengingkaran terhadap hati nurani. Saat orang-orang bening ini telah bisa mendengar bisikan hati nuraninya, malulah harga dari ketidakjujuran yang ia lakukan, dan kesabaran akan ia jadikan harga dari kejujuran yang dipegang teguh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PADA&lt;/span&gt; lain kesempatan, saya pernah menyuruh seorang teman untuk beli rokok. Saat datang kembali, ia menyerahkan uang sisa yang tidak pas dengan harga 2 bungkus rokok. Tanpa bilang sesuatu pun ia ngeloyor pergi dengan membawa sejumlah uang yang ia ambil dari sisa pembelian rokok tersebut. Padahal nilai uang yang ia ambil nilainya tak seberapa jika dibanding dengan harga sebuah kejujuran (keterbukaan) yang bisa ia tampilkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Kebanyakan yang saya dapati adalah orang takut tidak dikasih kalau bicara. Padahal jika mau bicara dengan sepatah kata, “sisanya saya ambil kaah..,” atau “saya ambil sepuluh ribu ya! Buat makan…,” mungkin jawaban yang akan didapat, “iya, sebagai tanda kasih.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Lalu, jika orang yang kita beri itu mengucap terima kasih, bisa saja dibalas dengan ucapan, “kasih diterima.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sangat indah bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Inilah harga sebuah kejujuran yang lain, yakni kasih mengasihi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Saat hubungan antar anak manusia ditampilkan dengan saling mengasihi, rasanya angka kriminal yang tercatat di polisi akan berkurang, bahkan tidak mungkin tidak, angka itu bisa jadi nol. Hidup pun akan damai, tenang dan bersahaja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Kasih adalah kata lain dari memberi. Mudah memberi, terutama untuk orang-orang yang memerlukan atau membutuhkan, adalah sifat-sifat pengasih (pemberi). Inilah sifat-sifat orang yang hidupnya selalu diwarnai dengan cinta. Bukankah mengasihi adalah salah satu lapisan dari cinta?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sifat pengasih yang sangat tinggi tentunya ada pada Tuhan Maha Pengasih. Tuhan selalu memberi. Entah orang baik atau jahat, entah pendeta, kiai atau koruptor sekalipun, entah orang itu jujur atau tidak jujur, akan diberikan terangnya sinar matahari, akan diberikan teduhnya pohon. Inilah sifat pengasih universal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Kembali pada harga kejujuran, menanam kejujuran seperti halnya menanam pohon yang pahit sekali rasanya. Namun kelak, jika sabar menanti pohon ini berbuah, rasanya akan manis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Harga lain dari kejujuran adalah kepercayaan. Semakin jujur anak manusia, semakin tinggi nilai kepercayaan yang akan diberikan. Manalah mungkin seorang kiai yang sering berbohong akan diberikan cap “percaya” oleh santrinya. Manalah mungkin seorang pendeta yang kerap berdusta akan diberikan stempel “percaya” oleh umatnya. Rasanya tak mungkin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Kejujuran sangat berkaitan erat dengan kehidupan personal seseorang. Ia mulai dari dalam diri, dan pertama yang akan ia lakukan adalah jujur pada dirinya sendiri. Jujur pada hati nurani. Jika saja ia mampu jujur terhadap dirinya sendiri, niscaya ia akan jujur kepada orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Melatih kejujuran memang berat jika kita ingin langsung memetik buah yang manis. Mendapatkan uang dengan mudah, yakni dengan melakukan mark up harga memang manis sekali terasa. Melakukan manipulasi kuitansi untuk menghasilkan duit, memang sangat gampang sekali dilakukan. Apalagi orang lain yang buat kuitansi bisa diajak kerjasama untuk saling berbohong, melakukan ketidakjujuran berjamaah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Saat tekanan hidup yang begitu berat, ditambah harga-harga yang melambung akibat kenaikan BBM yang disebabkan meningginya harga minyak dunia, rasa-rasanya bukan cukup alasan untuk berperilaku tidak jujur dalam mendapatkan uang. Namun inilah yang kebanyakan orang lakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Saya pernah mendapati seorang pengusaha di Jayapura yang mendapatkan proyek pengadaan laptop dengan harga yang benar-benar gila, mengharamkan nilai-nilai kejujuran. Harga sebuah laptop dalam kuitansi penagihan dicantumkan Rp 30 juta, belum termasuk pajak tentunya. Padahal laptop hanya memiliki spesifikasi harga Rp 8 jutaan. Belakangan yang saya dengar, pengusaha itu dipajak [illegal] juga oleh pejabat yang memberi proyek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Memang, tak ada dagang yang tak mengambil untung. Tidak ada proyek yang tak mendapatkan insentif sebagai kompensasi jerih payah. Namun, apakah perlu mengorbankan nilai-nilai kejujuran dan keadilan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Kejujuran seakan-akan jadi barang langka yang ada pada masa sekarang. Namun, justru barang yang langka akan memiliki nilai harga yang teramat tinggi. Baik dihadapan manusia, lebih-lebih dihadapan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Seorang sahabat pernah menulis, melatih kejujuran ditengah-tengah godaan merupakan salah satu alat kontempelasi (meditasi). Sementara ditengah-tengah banyaknya orang yang bercerita bangga tentang ketidakjujurannya akan menjadi tantangan untuk meditasi kejujuran. Belum lagi paksaan dari banyaknya keinginan dalam diri untuk memiliki kebendaan yang terideologi dari materialisme. Tentunya akan menjadi berat melatih diri untuk jujur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Ada yang tertarik untuk ikut berlatih dengan saya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-4128771277439472329?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/4128771277439472329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/10/jati-diri-berlatih-jujur-di-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/4128771277439472329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/4128771277439472329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/10/jati-diri-berlatih-jujur-di-dalam.html' title='Jati Diri - Tentang Kejujuran'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK8QgQumrMI/AAAAAAAAAD4/d0mz1UT8jnU/s72-c/pinokio.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-1317480866485407875</id><published>2008-10-11T19:29:00.007+07:00</published><updated>2010-10-18T09:17:21.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra-cerpen'/><title type='text'>Menjaring Makna Cinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot;;"&gt;&lt;u&gt;cerita oleh: Garie Bowo&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK8TFh5Bx9I/AAAAAAAAAEA/_UGef6sqALw/s1600/cinta-alam.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525656253524723666" src="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK8TFh5Bx9I/AAAAAAAAAEA/_UGef6sqALw/s320/cinta-alam.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 282px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEPEDIHAN &lt;/span&gt;bukan datang dari luar. Ia hadir dari dalam jiwa yang rapuh dengan pikiran yang selalu dihantui dengan keburukan. Itulah saat aku merasa sadar bahwa bukan dia yang menyebabkan kepedihan itu menderaku. Dia hanyalah bayangan ketakutan, muncul dari masa lalu yang mencipta penyesalan semu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Yach, semuu. Karena penyesalan hanyalah gumpalan awan kelam yang akan membuat mendungnya suasana hati. Suram, menjadikan langkah-langkah kaki semakin rapuh dalam menapaki hari ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Aku jadi ingat dengan ungkapan dari buku seorang penulis yang selalu menyebut dirinya dengan kejernihan. Masa lalu memang telah lewat. Ia tak akan mungkin dibalikkan dengan perjalanan waktu yang selalu berputar maju. Sementara masa akan datang masih gelap. Ia hanya sekumpulan misteri yang tak bisa ditebak secara pasti. Satu-satunya yang ada adalah saat ini, masa sekarang yang perlu dirangkul dan dipeluk mesra. Agar bisa menghirup udara keindahan akan adanya hidup dan kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“heeeh…” kuhempaskan desah nafas panjang. Mencoba melepaskan beban berat yang menghimpitku selama satu minggu ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Kenangan demi kenangan akan hadirnya seseorang yang selama berbulan-bulan itu kupeluk dalam kemesraan melalui telepon selalu saja mendatangkan lamunan yang berujung pada penyesalan dan protes pada takdir. Akibatnya aku terjebak pada egoisme yang tak tentu arah. Menjadikan dada sesak dipenuhi hawa yang tak sedap. Membuat langkah kaki gontai dalam merengkuh kehidupan yang masih panjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Cinta tak selamanya memiliki,” desah batinku yang mencuat ke ujung bibir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Memang berat melepas cinta terakhir yang ingin kumiliki. Cinta yang ingin kupersembahkan bagi jalannya kehidupanku. Cinta yang ingin kuwarnai dalam hari-hariku kelak. Cinta yang ingin selalu kuhadirkan dalam setiap helaan nafasku. Cinta yang ingin kualirkan dalam kehangatan pembuluh-pembuluh darahku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Entahlah. Aku tak tahu lagi apa makna cinta yang sesunggguhnya setelah ia dimiliki orang lain. Benih-benih yang selama ini kutanamkan dalam taman hatinya agar tumbuh pohon-pohon cinta, nyatanya yang memetik orang lain. Orang yang selama ini tak pernah menaburkan cinta dalam taman hatinya,” keluhku dalam alam pikiran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dibalik itu semua, aku jadi semakin memahami bagaimana cinta itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Cinta bukanlah sekedar memiliki. Ia memiliki lapisan inti yang berupa keikhlasan dalam bungkusan ketulusan. Ia rela meski sesuatu yang dicintai itu tidak jadi miliknya. Ia menghadirkan kasih yang tak pernah menuntut balasan atau imbal balik. Ia mendatangkan kebaikan bagi siapa saja yang ingin disayangi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Mungkin inilah makna-makna cinta yang sesungguhnya,” terucap kata dari sela-sela bibirku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sekali lagi kutarik nafas dalam-dalam. Kali ini kuhirup udara kelegaan yang tak pernah kudapatkan sejak kudengar kabar ia dinikahi orang lain. Lalu kuhembuskan dalam desahan panjang, melepas segala kekecewaan tuk mengobati luka hati agar tak berkepanjangan. Tergantikan dengan kelegaan hati yang telah dielus dengan rangkaian keikhlasan yang kudapatkan dalam jejaring makna-makna cinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Yach, keikhlasan. Mungkin inilah sebenarnya unsur cinta yang tak boleh dilupakan. Ia sepertinya inti dari cinta. Karena semua lapisan yang ada dalam cinta harus berangkat dari sini. Mulai dari rasa kasih, termasuk pengorbanan sekecil maupun sebesar apapun, hingga rasa sayang memerlukan keihklasan. Rasanya percuma kita mau menyebut kasih dan sayang kita dengan sebutan cinta bila tak ada keikhlasan yang menyertainya,” ungkap pikiranku yang pelan-pelan mulai jernih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Keikhlasan terbesar yang harus kupersiapkan saat ini adalah menerima kenyataan bahwa gadis yang kucintai dan ingin kujadikan pendamping seumur hidup menjadi milik orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Aku mohon, relakan aku bahagia dengan suamiku. Aku memang belum mencintainya. Rasa cintaku masih untukmu. Aku masih sayang kamu. Tapi aku sudah menjadi milik orang lain. Ini bukan kehendakku. Ini suratan takdir buat kita, dan aku akan coba setia pada pernikahan,” katanya suatu ketika dengan isak tangis di ujung telepon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Takdir? Huh…,” dengusku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Takdirnya bukan dia sendiri yang membuat. Kebahagiaan bukan dirinya sendiri yang mencipta. Takdirnya yang membuat orang tuanya. Meski akhirnya Tuhanlah yang menggariskan hidupnya bersama orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Satu yang kubenci darimu adalah kamu tak kuasa untuk menentukan takdirmu sendiri. Kamu terlalu lemah. Aku memang percaya pada Tuhan yang berkehendak. Tapi awal takdir manusia dibuat oleh dirinya sendiri. Kenapa kamu tidak kuasa menolak desakan orang tuamu untuk menikahi orang lain? Sementara kamu telah menanamkan janji dan komitmen bersamaku,” protesku padanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Pliiss…, aku bermohon padamu untuk melupakan aku. Lepaskanlah aku. Relakan, kalau memang kamu tulus mencintaiku. Anggap saja kita tak berjodoh,” pintanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Harapanku memang hancur. Rasanya aku sangat keberatan dengan pernikahannya. Selama ini aku dilambungkan dengan impian hidup bersamanya hingga akhir hayatku dengan cinta dan cinta. Janji dan komitmen pun kami tanamkan dalam hati. Sayang, kehendak orang tuanya agar ia bisa menikah sebelum neneknya menghembuskan nafas terakhir membuat cinta ini tak bisa lagi disatukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Mengapa??? Mengapa kalau pernikahanmu hanya untuk memenuhi harapan agar omamu bisa melihatmu memiliki pendamping hidup sebelum meninggal, lalu cinta kita kamu korbankan? Mengapa?” jeritku memprotes keputusannya menikah agar bisa dilihat omanya sebelum meninggal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Pliss…., jangan sepenuhnya salahkan aku. Hari itu ketika aku dilamar, aku coba menghubungimu, tapi kamu seperti menghilang,” isaknya semakin terdengar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Aku bukannya menghilang. Tapi aku ingin memberikan kesempatan waktumu untuk menikmati kebersamaan yang terakhir kalinya dengan omamu yang kamu kasihi. Aku tak ingin mengganggumu terlebih dulu. Disaat-saat omamu sekarat di rumah sakit, aku hanya ingin kamu memprioritaskan waktumu dengan keluargamu,” aku coba menjelaskan tentang dua minggu aku tak menghubunginya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Sudahlah. Semuanya sudah terlambat. Kita tak akan bisa lagi bersatu. Oma sebelum meninggal berpesan padaku agar aku setia pada pernikahan,” katanya disela-sela isak tangis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Pernikahan memang sesuatu yang perlu kuluhurkan, meski keagungan cinta belum ada bersamanya. Didalamnya terdapat rangkaian sakral yang terucap janji atas nama Tuhan. Inilah bentuk cinta tertinggi yang bisa dimiliki manusia. Jauh dari godaan nafsu-nafsu kotor yang menodai nama cinta. Kemuliaan nama Tuhan ada di dalamnya. Inilah perwujudan kasih sayang Tuhan yang sesungguhnya terhadap manusia yang diciptakan berpasang-pasangan. Spiritualitasnya menjadikan cinta sebagai kekuatan untuk menapaki kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Tapi kan kamu tidak mencintai dia,” protesku lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Aku akan belajar mencintainya,” jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sungguh, pernikahan memang akan mengajarkan seseorang untuk mencinta dengan kesucian dan kemuliaan Tuhan. Aku jadi ingat pesan orang tua jaman dulu. Sering kali orang jaman dulu menikah tanpa pacaran terlebih dulu. Mereka pun tak mengenal apa yang namanya cinta sebelum menikah. Justru bagi mereka pacaran bisa mendatangkan celaka. Tak sedikit gadis yang ternoda saat berpacaran. Cukup banyak anak-anak manusia yang dilahirkan tanpa ikatan pernikahan. Lagi-lagi mereka melakukannya atas nama cinta yang jadi alasan. Padahal sebenarnya yang mereka perbuat adalah atas dasar nafsu yang mudah terjerat dalam godaan setan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Berbahagialah kamu. Orang tuamu telah mengajarkan sesuatu yang baik untukmu. Sehingga kamu bisa terlepas dari godaan bayangan kenikmatan nafsu dan gelora yang memalsukan diri dengan nama cinta. Cintailah dia dan bersabarlah,” pesanku sebelum mengakhiri perpisahan dengannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Memang berat berpisah dengannya. Rangkaian makna-makna cinta telah kurajut bersamanya. Ada kesabaran, ada keikhlasan, selebihnya kasih dan sayang yang mengiringi langkah-langkah kami dulu. Kini yang tinggal keikhlasan untuk merelakan ia berbahagia dengan orang lain. Sementara kesabaran perlu kusisakan untuk menguatkan langkah dalam menghadapi ujian cinta yang kumiliki. (*)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;;"&gt;Tanah Hitam - Jayapura, medio September 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-1317480866485407875?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/1317480866485407875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/10/cerpen-menjaring-makna-cinta-cerita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/1317480866485407875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/1317480866485407875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/10/cerpen-menjaring-makna-cinta-cerita.html' title='Menjaring Makna Cinta'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK8TFh5Bx9I/AAAAAAAAAEA/_UGef6sqALw/s72-c/cinta-alam.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-6434147102176118084</id><published>2008-10-10T19:31:00.009+07:00</published><updated>2010-10-18T09:17:59.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra-cerpen'/><title type='text'>Doa-Doa Cinta</title><content type='html'>&lt;u&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 180%; font-weight: 700;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot;; font-size: 85%; font-weight: 400;"&gt;cerita oleh: Garie Bowo&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK8UQYuudhI/AAAAAAAAAEI/pFtpF-YDw4U/s1600/doa-doacinta.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525657539555784210" src="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK8UQYuudhI/AAAAAAAAAEI/pFtpF-YDw4U/s320/doa-doacinta.jpg" style="float: left; height: 397px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0pt; margin-right: 10px; margin-top: 0pt; width: 324px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Hangatnya suasana cinta itu menyejukan iman. Damainya mengharumkan ruangan jiwa yang tenteram. Itulah waktu, ketika aku merasakan getaran cinta yang sulit ia tangkap. Getaran yang membuat detakan jantungku perlahan melemah, dan mati untuk selamanya.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;*******&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;; font-size: 100%;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;ELAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt; dari ruangan sebelah, sayup kudengar nyanyian D Massive yang mengawalinya dengan “Kau membuatku berantakan.” Perlahan, kegundahanku muncul kembali diantara kepulan asap Sampoerna Hijau yang mendinginkan tenggorokanku. Terbayang, kehancuran yang membuatku tak karuan saat ini sering kukaitkan dengan sikapnya yang selalu acuh. Membuatku makin tak tahu lagi, akan kukemanakan cinta yang berbalut doa itu.&lt;/span&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Adakah doamu untukku dalam hati,” bisik hatiku, menghantarkan desahan sesaknya nafas yang ingin kuhempaskan dari ujung hidung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Doa adalah penghantar menuju ke keagungan cinta. Berbungkus kemuliaan kasih yang dikenakan, berbalut kesucian kain sayang. Jauh dari tangan-tangan keirian dan kedengkian yang mengotori nafsu kemuliaan Tuhan. Lepas dari fantasi-fantasi liar hewani seorang anak manusia. Menyejukkan jiwa, menenangkan pikiran disaat kegundahan melanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Ya Allah, ya Tuhanku…,” jeritku dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Mataku mulai berkaca-kaca. Titik-titik air mata perlahan menetes dari kelopak hitam mataku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Buru-buru kuusap. Kegaluan yang menyergap segera kusingkirkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Aku tak boleh begini terus. Cukupkan dengan keikhlasan doa, kendati keburukan ditimpakan padaku. Meski jalan bersahabat dengan kebaikan tak lagi bisa kuretas dengannya, biarlah doaku ini menjadi tanda adanya cinta yang kupendam dalam diri ini untuknya,” teriakku dari relung hati yang dalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Aku segera bangkit dari lamunan. Ada sesuatu yang harus kulakukan. Tidak boleh lagi kutunda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Sudah waktunya,” bisik hatiku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sesaat kemudian suara adzan Ashar terdengar di kejauhan. Kulangkahkan kaki ke ruangan yang mendendangkan nyanyiannya D Massive. Segera kumatikan lagu itu. Bukan sebagai bentuk penghargaan terhadap suara-suara Illahi yang mengalun terbawa angin, namun kuingin menikmati dendangan yang menyuarakan panggilan untuk berbahagia bersamaNya itu. Ya, itulah alunan musik yang bisa menenangkan jiwa, menyelaraskan pikiran dan menyatukan hati dalam cinta Illahi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Dendangan ini lebih menyejukan pikiran bila mau mengeluskannya ke nurani jiwa yang tersembunyi di balik kekotoran hawa nafsu,” bisik akalku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sungguh, dendangan itu bukan sekedar panggilan semata-mata. Didalamnya terdapat rangkaian keindahan yang membawa hati menuju taman cinta tertinggi. Sayang bila terbuang tanpa resapan. Hanya karena mata selalu memandang keindahan fana. Cuma gara-gara telinga selalu didengarkan cerita-cerita basi tentang keirian, kedengkian, kecemburuan, kemarahan, keserakahan, kemunafikan, hura-hura dan kesenangan tak bermakna, serta kesedihan tak berjiwa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Ooh, dimanakah jiwa yang bernurani ketundukan dan kepasrahan kepadaNya. Jiwa yang selalu berserah diri padaNya. Jiwa yang hampir terkikis habis oleh godaan-godaan yang selalu datang tanpa kenal lelah. Jiwa yang tenggelam dalam keruhnya akal. Jiwa yang tak bisa dikenali lagi oleh buramnya pikiran. Dimanakah jiwa yang jernih dan bening?” rintihku dalam keheningan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Aku tak ubahnya seperti kebanyakan orang. Membiarkan nurani jiwa terkubur dalam kubangan dalamnya nafsu liar. Mengikatkan hati dengan belenggu kebendaan yang sarat akan keserakahan dan kebencian, bertumbuh kemarahan dan egoisme buta. Menjadikan cinta tak lagi dikenali dengan kebenaran dan kesucian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Ini sebenarnya bukan cinta. Cinta tak akan menjerumuskan seseorang pada keburukan. Cinta tak pernah menenggelamkan orang pada nafsu-nafsu liar yang menghantarkannya pada kenistaan. Cinta justru mendekatkan pada kebaikan dan kesucian batin,” pikirku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Cinta adalah jalannya para sufi untuk menjelajahi dunia hati. Berawal dari sebuah rasa yang tercipta untuk sesuatu yang tidak nampak, yang serba gaib. Namun mereka yakini memiliki keberadaan. Pandangannya bukan pada bentuk materi, namun pada bentuk yang masih misteri. Bagi mereka, cinta terhadap kebendaan mudah luntur. Sementara cinta pada bentuk yang misteri akan memiliki keabadian, dibawa hingga terkubur mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sesaat lalu kuambil air wudlu. Kubasuhkan setiap tetesan air ke kulit tubuhku, meresap ke dalam diri melalui pori-pori. Kurasakan setiap sentuhan air yang menyucikan jiwa melalui aliran darahku. Inilah sentuhan dari lambang kebersihan dan kesucian, mengingatkanku akan sebuah rasa cinta yang perlu dijiwai dengan hati yang bersih dan ruh yang suci. Tumbuh subur dalam diri, tersirami dengan air wudlu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sesaat kemudian kumenuju persujudan. Rangkaian olah gerak dan olah batin bukan lagi menjadi rutinitas. Juga bukan hanya sebagai kebutuhan terdalam yang harus kupenuhi. Didalamnya terdapat keindahan-keindahan penyerahan diri yang tulus dalam ketundukan pada sesuatu yang membuat diri ini jadi tak berarti. Luntur segala kesombongan dan keangkuhan diri. Terkikis semua label dalam diri. Adanya kekosongan pikiran, lalu terisi oleh hati dan jiwa yang diolah dengan ilmu dari segala sumber ilmu yang diturunkan dari langit ke-7.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Lalu, penyerahan diri itu dirangkaikan dengan doa. Sebagai tanda satu-satunya tempat untuk diri ini bermohon dan meminta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Doa yang kini kupanjatkan untuknya hanyalah sekedar ikatan hubungan antar saudara. Meski tak ada tutur kata darinya untukku. Juga tak ada tatapan hangat lagi untukku. Apalagi sentuhan-sentuhan bermakna dari cerita keluh kesahnya yang dulu sering diutarakan ke aku. Semuanya kini lenyap setelah kebodohanku untuk menyakiti hatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Dia terlalu baik untuk disakiti. Ia terlalu lembut untuk disentuh dengan kekasaran jiwa yang yang tak pernah dihaluskan dengan kesabaran dan keikhlasan. Sungguh, jiwa ini terlalu menuntut. Jiwa ini terlalu kering. Gersang, tak pernah menunduk dengan ucapan syukur dan terima kasih terhadap indahnya kehidupan,” keluhku pada diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Kadang saat kujumpai tatapannya, sorot matanya tajam menukik ke arah dasar kegelisahanku. .Sorot itu mengingatkanku pada kemarahannya terhadap cinta yang semestinya tak boleh sedikitpun menggores halus kulit tubuhnya. Apalagi menyanyat hatinya. Sementara aku seolah-olah merasa perlu mengiris hatinya, untuk tahu apakah ada cinta yang terpendam dalam sebuah harapan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Ia memang pernah kurasakan mengharap aku bisa menjadi tumpuan, tempat ia berpijak untuk menggapai apa yang ia inginkan. Ia seperti mau agar aku bisa menjadi pendampingnya saat ia butuh tempat untuk berkeluh kesah. Tapi aku selalu menuntut lebih dan lebih,” desah batinku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Hatiku memang seperti kebanyakan hati manusia yang lain. Diberi satu, inginnya dua. Dipenuhi dua, maunya tiga. Dikasih tiga, pengennya empat. Kurang, kurang dan selalu kurang. Tak pernah ada cukupnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Cinta yang seharusnya kuberikan padanya bukan berisi tuntutan-tuntutan. Mestinya berisi keikhlasan dan kesabaran. Mau menerima segala kukurangan dan kelebihan. Apa adanya. Tumbuh dari rasa saling membutuhkan, untuk berkendara menuju ke keagungan cinta yang dimiliki Tuhan,” ungkap batinku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;; font-size: 100%;"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;elaan nafas di keheningan doa itu menghantarkanku pada resapan-resapan perjalanan cinta yang ingin kugapai. Satu per satu kuurai untuk mengingatkanku kembali, mana yang cinta dan mana yang bukan. Diantara doa dan doa, cinta pun hanya tersimpan dalam hati yang tak pernah berhenti mencari jati diri. (*)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;i style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;b&gt;Sudut Keheningan Kloofkamp - Jayapura, penghujung Juli 2008&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-6434147102176118084?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/6434147102176118084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/10/cerpen-doa-doa-cinta-cerita-oleh-garie.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6434147102176118084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6434147102176118084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/10/cerpen-doa-doa-cinta-cerita-oleh-garie.html' title='Doa-Doa Cinta'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK8UQYuudhI/AAAAAAAAAEI/pFtpF-YDw4U/s72-c/doa-doacinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-140037754401481979</id><published>2008-09-12T19:20:00.003+07:00</published><updated>2010-10-18T09:20:26.009+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom Jati Diri'/><title type='text'>Jati Diri - Tentang Syukur</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 180%; font-weight: 700;"&gt;Tiada Hari Tanpa Terima Kasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK_EXVO2MWI/AAAAAAAAAEQ/dlasUCEAh9c/s1600/Tangan+memberi.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525851172922339682" src="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK_EXVO2MWI/AAAAAAAAAEQ/dlasUCEAh9c/s400/Tangan+memberi.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 400px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 298px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;; font-weight: 700;"&gt;RANGKAIAN &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;pemberian yang tiada habisnya, inilah sebenarnya yang dialami dalam keseharian hidup kita. Mulai dari udara yang kita hirup setiap harinya, lalu beranjak awal hari yang matahari selalu memberi terangnya, hingga air hujan yang membuat subur gersangnya bumi. Inilah rangkaian pemberian yang tiada batas. Belum lagi munculnya tangan-tangan pemurah yang mewakili sifat pengasihnya Tuhan, menjadikan hidup tiada hari tanpa pemberian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Jika mau jujur, sebenarnya kita selalu dan selalu melupakan rangkaian pemberian itu. Yang setiap kita ingat adalah penuntutan-penuntutan yang membuat sesaknya hati dan pikiran. Mulai dari karyawan yang menuntut perusahaannya agar menaikkan gaji, rakyat yang menuntut pemerintahnya agar menurunkan harga BBM, anak yang menuntut orangtuanya agar membelikan kendaraan buat pergi ke sekolah, istri yang menuntut suaminya agar menambah uang belanja bulanan, hingga yang paling parah adalah tuntutan pada Tuhan agar mengabulkan doa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Tuntutan-tuntutan ini menjadikan kita banyak yang lupa dengan satu kata yang membuat indahnya kehidupan ini bisa tercipta. Satu kata yang hanya sekali-kali saja terlintas dalam benak, padahal bila kata itu setiap hari, bahkan setiap saat dan waktu ada dalam pikiran, membuat langkah kaki berjalan dalam kedamaian dan ketenangan. Tak ada kemarahan, tak ada egois yang menimbulkan kedengkian, tak ada pula iri hati dan caci maki. Ujung-ujungnya rangkaian pemberian jadi berlimpah, bahkan tiada putus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Satu kata itu adalah syukur. Ucapan terima kasih yang berasal dari hati, sehingga membuat cerahnya pikiran dan akal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Satu kata ini tak perlu dirangkai dalam kalimat-kalimat yang indah. Karena satu kata itu sudah cukup indah. Menyimpan makna yang dalam dan mampu menghasilkan energi kehidupan yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sayang, banyak dari kita yang diberi petuah untuk berucap syukur di bibir. Tak diresapi saat kita menerima sesuatu yang sedikit. Maunya kita banyak. Kalau perlu semuanya untuk kita. Inilah keserakahan sebagai sifat dasar manusia yang sesungguhnya bisa diredam dengan satu kata ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Banyak terjemahan dari kata ini dilakukan oleh orang-orang yang telah berada dalam kesadaran yang mencukupi dengan cara melakukan doa. Banyak ragamnya. Namun yang pasti ungkapan syukur itu tidak hanya terucap dari bibir semata. Satu kata itu perlu menjiwai dalam setiap gerak langkah kaki dan tangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Bila hati telah dijiwai rasa yang satu ini, derita dan kajahatan yang menimpa dirinya pun akan dirasa nikmatnya. Seperti yang dialami oleh seorang sufi yang pernah tercatat dalam sebuah buku: Kesedihan yang mendera sesungguhnya bisa mendatangkan berkah. Tak pernah menorehkan luka, justru memberikan kesempatan buat kita untuk meneguk air suci kehidupan, sekalipun dalam kegelapan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Benar-benar mengagumkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Adakah yang bisa merasakan bahwa kesedihan tak pernah menorehkan luka? Adakah dari kita yang merasakan ketidakadilan justru tak pernah mendatangkan derita, malah mendatangkan berkah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Rasanya sulit bila hati dipenuhi tuntutan yang membawa pikiran untuk berbuat yang sama terhadap ketidakadilan yang menimpa. Rasanya sesuatu yang susah dicapai bila hati tidak dipenuhi rasa syukur yang membawa pikiran agar balas dendam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Namun jika hati selalu merendah dan berserah pada Sang Pemberi Kehidupan, derita tak akan pernah menorehkan luka. Kesedihan jadi teman yang menyenangkan selain kebahagiaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dibaikin orang, terima kasih. Dijahatin orang pun terima kasih. Dianugerahi wajah jelek, terima kasih, dikaruniai wajah cantik atau tampan tambah terima kasih. Dikaruniai rejeki sedikit, terima kasih, dikaruniai rejeki berlimpah tambah terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Di tanah ini, saya sering merasakan tuntutan-tuntutan yang muncul dari ketidakpuasan beberapa kelompok orang. Ada yang menuntut Otsus dikembalikan karena mereka rasa Otsus tidak membuat hidup sebagian besar rakyat sejahtera melainkan hanya menyejahterakan para pejabatnya. Ada pula yang menuntut kemerdekaan yang dipenuhi bayangan, jika merdeka maka kesejahteraan pun bisa dicapai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Memang, ujung-ujungnya adalah kesejahteraan, dan menurut sebagian besar dari kita itu hanya bisa dicapai dengan uang yang cukup, bahkan berlimpah. Padahal, semakin dikejar, uang yang berlimpah pun dirasa semakin kurang dan kurang. Koleksi harta benda pun dirasa masih belum cukup. Akibatnya banyak dari kita yang terjebak oleh permainan sendiri. Terkungkung dalam lingkaran setan yang tak bisa diputus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Ujung-ujungnya, kita melupakan apa yang disebut dengan rasa terima kasih. Saking lupanya, pekerjaan kita hanya menuntut dan menuntut. Tak mengingatkan akan kerja keras sebagai perwujudan rasa terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Mengungkapkan rasa terima kasih dan syukur banyak ragamnya. Tidak cukup hanya dengan doa syukur. Tapi melalui kerja dan berusaha (berikhtiar) serta beramal melalui tangan-tangan pemurah dan pemberi. Inilah rangkaian perbuatan dari satu kata tersebut: berdoa, kerja/berusaha dan beramal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dalam sebuah pesan-pesan relijius yang pernah saya dapatkan, jika kamu diberi 1, syukurilah. Beramalah dengan setengahnya. Kelak kamu akan diberikan 3. Jika diberikan 3 kamu masih tetap syukur, beramalah dengan memberikan 2. Kelak akan diberikan 7. Apabila masih tetap kamu syukuri, beramalah juga dengan memberikan 4. Kelak kamu akan diberikan 40, dan seterusnya dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Ungkapan pesan relijius ini bukan isapan bila rasa syukur ini terungkap dalam rangkaian pemberian pula. Ucapan terima kasih tak sekedar terucap dari bibir. Karena ujiannya adalah saat datang pada kita orang-orang yang memerlukan bantuan. Jika kita pelit bin kikir memberikan bantuan, berarti tak ada rasa terima kasih atas pemberian yang kita dapatkan. Jika kita enggan untuk beramal dengan apa yang kita miliki, bisa jadi rasa terima kasih kita sudah terkikis habis dari dasar hati. Akan menjadi sebuah ketragisan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dalam perenungan yang panjang, saya sempat terheran-heran dengan keadaan bangsa ini. Saya coba menelusuri. Bangsa ini dikaruniai kekayaan alam yang berlimpah. Hasil tambang tumpah ruah. Luas hutan sampai tak bisa diukur lagi. Tanahnya banyak yang subur dan bisa tumbuh berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat bagi kehidupan. Belum lagi kekayaan lautnya yang terbentang dari pulau ke pulau, di dalamnya terkandung aneka ragam hayati yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyatnya. Namun justru bangsa ini terpuruk ditengah-tengah kekayaan alamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Bila kita mau menyadarinya, bangsa ini sebenarnya tidak ada rasa terima kasih terhadap kekayaan alam yang diberikan. Hutan digunduli. Areal persawahan dan perkebunan dibabat habis dan dijadikan lahan-lahan yang sarat dengan konglomerasi dan megahnya real estate. Pengolahan tambang diserahkan pada bangsa lain. Laut pun dicemari dan tak dijaga dari jarahan kapal-kapal negara lain. Tragis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Ditengah-tengah rangkaian pemberian yang tiada putus dari Sang Maha Pencipta, bangsa ini tak pernah mau memberikan yang terbaik buat dirinya sendiri. Sehingga rakyatnya pun dibiarkan dalam kemelaratan dan kebodohan yang membuat rasa syukur dan terima kasih hilang dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya yang ada rasa iri penuh caci maki dan kedengkian penuh tuntutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sebagian dari kita mungkin masih ingat dengan lagu perjuangan yang judulnya “Syukur”. Didalamnya ada ungkapan rasa syukur terhadap tanah air pusaka dan kemerdekaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sungguh, bila rasa syukur ini terangkai dalam 3 perbuatan (doa, kerja, amal) maka tanah air pun akan membawa berkah dan kemerdekaan pun akan terangkai dalam bebas dari kemelaratan dan bebas dari kebodohan. Bukan sekedar merdeka dari penjajahan kolonial jaman dulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Adakah dari kita yang setiap harinya merangkai rasa terima kasih?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-140037754401481979?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/140037754401481979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/09/jati-diri-tiada-hari-tanpa-terima-kasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/140037754401481979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/140037754401481979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/09/jati-diri-tiada-hari-tanpa-terima-kasih.html' title='Jati Diri - Tentang Syukur'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK_EXVO2MWI/AAAAAAAAAEQ/dlasUCEAh9c/s72-c/Tangan+memberi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-2737080124336039502</id><published>2008-09-11T19:15:00.003+07:00</published><updated>2010-10-18T09:20:35.414+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom Jati Diri'/><title type='text'>Jati Diri - Tentang Ikhlas</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 180%; font-weight: 700;"&gt;Menuntut Ilmu Ikhlas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK_GV9KHNLI/AAAAAAAAAEY/5Xu9RT6c_0w/s1600/tangan-menengadah.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525853348303418546" src="http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK_GV9KHNLI/AAAAAAAAAEY/5Xu9RT6c_0w/s400/tangan-menengadah.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 273px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 364px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;; font-weight: 700;"&gt;KENALKAN&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt; sebuah ketulusan. Datang dari jiwa yang tak pernah meminta. Hanya memberi dan memberi. Tangan tak pernah sekalipun menengadah, kecuali saat berdoa. Semata-mata bingkisan kepada Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dalam perenungan untuk mencari sosok jati diri seorang anak manusia, saya sering duduk tepekur memikirkan seorang sahabat yang bernama ketulusan. Ia juga terkenal dengan nama ikhlas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sahabat ini memiliki ilmu yang lebih tinggi dari sekedar jujur. Ia mampu menjelajahi dunia hati yang bisa melewati batas ruang dan waktu. Ia kerap duduk sendirian melamunkan saatnya nanti untuk bertemu Tuhannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Kepada manusia ia tak pernah berharap untuk diberi, apalagi meminta. Kepada Tuhannyalah ia meminta, melalui kerja keras dan menerima hasil dengan penuh terima kasih. Ia juga jarang melakukan protes dengan hasil yang ia dapat, kendati ia sering berpikir, apakah yang dikerjakan ini sebanding dengan hasil yang didapat atau tidak. Namun sebagai jati diri, keihlasan ketulusan tak pernah menuntut lebih. Sekalipun ketidakadilan menimpa dirinya. Karena ia mudah juga memaafkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dari hasil yang didapat itu, ia tak segan untuk mendistribusikannya kepada orang lain. Entah kepada orang yang membutuhkan atau kepada orang yang terdesak oleh keperluan hidup. Seringnya ia memberikan kepada kaum miskin dan lemah, serta mereka yang tertindas oleh ketidakadilan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Pemberiaan itu kadang tidak hanya materi belaka, namun juga non materi berupa waktu. Wujudnya bisa melalui tenaga maupun pikiran. Dengan pikiran, pemberian berbentuk solusi, nasehat maupun advis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dengan keikhlasan, pemberian tak pernah ada pengharapan. Ia tak berharap memiliki nama yang populer ditengah-tengah kehidupan sosialnya, sehingga bisa dipakai untuk merengkuh suara banyak dalam pemilihan umum. Ia juga tak pernah merasa perlu untuk mendapatkan hasil dari sesuatu yang diberikan kepada orang lain. Satu-satunya yang dinginkan adalah kepuasan jiwa yang sulit diukur dengan kasat mata dan pendengaran telinga. Cukup rasa senang saat ia duduk sendirian bersama Tuhannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Menjiwai keikhlasan tidak hanya melalui tangan-tangan pemurah yang selalu bekerja dengan memberi dan memberi. Jiwa keikhlasan bisa muncul saat bencana ditimpakan pada mereka. Inilah ujian dari orang-orang yang sedang menuntut ilmu ikhlas. Mereka akan diberikan soal tentang kesabaran. Bila bisa mengerjakan soal tersebut dengan baik, luluslah dia dengan predikat jiwa yang tulus. Inilah bentuk keikhlasan kepada Tuhan. Lebih tinggi dari bentuk keikhlasan kepada sesama manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sebaliknya, bila tidak bisa mengerjakan kesabaran dia akan turun kelas menjadi jiwa yang selalu menuntut dan menghakimi. Jauh dari rasa syukur dan terima kasih. Kemudian yang timbul protes sana-sini. Menyalahkan dan menghujat jadi pekerjaannya sehari-hari. Derita akan jadi makanannya. Kesulitan akan jadi minumannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Bila mau menengok kehidupan kota yang bergelimang materi, rasanya sahabat yang bernama keihklasan ini jarang sekali muncul diantara jiwa-jiwa yang gersang akan rasa kasih. Sesuatu yang dikeluarkan, entah berupa materi maupun non materi, oleh jiwa-jiwa ini sering menuntut imbalan. Jiwa ini akan semakin kosong. Yang terisi hanyalah sifat materi fisik dari wujud seorang manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Contoh yang bisa kita lihat adalah lenyapnya budaya gotong royong ditengah-tengah kehidupan kota. Sangat jarang kita menemui di kota-kota besar budaya ini masih terlestarikan dengan baik. Ini karena sesuatu selalu dinilai dengan mata uang. Bantuan tenaga orang pun akan dihitung dengan jasa sewa. Tak ada yang namanya tenaga sukarela.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dalam kesendirian, saya sering teringat dengan budaya gotong royong yang sering dilakukan oleh orang kampung. Kadang nampak pada acara pendirian rumah atau pergelaran perkawinan dan khitan. Bahu membahu orang kampung akan menyisihkan waktunya untuk memberikan bantuan tenaga ke tetangga yang sedang melaksanakan acara-acara tersebut. Tak ada upah disana. Tak ada tuntutan imbal balik berupa uang. Yang ada kebersamaan dalam merayakan acara-acara itu. Inilah salah satu budaya yang dijiwai keikhlasan yang membuahkan indahnya kebersamaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Budaya lain yang dijiwai keikhlasan adalah budaya kerja bakti. Biasanya budaya ini untuk acara-acàra bersih desa atau kampung. Bahkan juga pembangunan jalan-jalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Mempelajari sifat keikhlasan, saya juga kerap berteman dengan aktivis-aktivis yang berkecimpung pada aktifitas sosial. Ada teman yang sibuk dengan anak-anak jalanan dan gelandangan. Teman ini membagikan waktunya untuk memberikan sedikit ilmu pendidikan kepada anak-anak ini. Mereka tak menerima imbalan. Hanya berharap kepuasan jiwa yang haus dengan rasa kasih berbungkus keikhlasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Bila ingin memahami keikhlasan yang lain, mungkin kita tak perlu mencarinya jauh-jauh. Terhadap ibu yang mengandung dan melahirkan kita, keikhlasan bisa ditemui disitu. Tak ada seorang ibu yang menuntut bayaran kepada anaknya saat dilahirkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Tangan-tangan pemurah yang selalu mengisinya dengan keikhlasan adalah tangan-tangannya Tuhan. Inilah salah satu sifat Ketuhanan yang diwariskan kepada manusia. Perwujudan sifat pemurah Tuhan bisa kita lihat dari bentuk universal Tuhan. Dia tak pernah pandang peduli, apakah itu orang jahat atau orang munafik, Tuhan akan memberi kemurahannya. Sering kali kita merasa heran, mengapa negara-negara barat yang kebanyakan memiliki paham sekularitas atau menjauhkan kehidupan agama dari keseharian mereka namun justru diberi Tuhan materi berkecukupan dan tingkat ekonomi yang tinggi. Sementara negara-negara yang mengamalkan kehidupan beragama justru tingkat ekonominya rendah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Keheranan ini tak akan terjadi bila telah memahami ilmu keikhlasan. Karena keikhlasan tidak hanya menjiwai pemberian, atau sifat pengasih kepada sesama manusia, namun sahabat ini juga muncul untuk memahami kebaikan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Orang yang telah memiliki ilmu ikhlas, tak terbersit sedikitpun buruk sangka terhadap Tuhannya, sekalipun bencana ditimpakan pada mereka. Tak ada protes terhadap Illahi, meskipun takdirnya tak bernasib bagus. Yang ada hanya kesabaran sebagai wujud dari keikhlasan yang terucap dari rasa terima kasihnya kepada Tuhan. (*)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-2737080124336039502?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/2737080124336039502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/09/jati-diri-menuntut-ilmu-ikhlas-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/2737080124336039502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/2737080124336039502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/09/jati-diri-menuntut-ilmu-ikhlas-oleh.html' title='Jati Diri - Tentang Ikhlas'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TK_GV9KHNLI/AAAAAAAAAEY/5Xu9RT6c_0w/s72-c/tangan-menengadah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-1594856832931185231</id><published>2008-02-25T20:13:00.002+07:00</published><updated>2010-11-01T07:24:38.241+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journalism'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Journalism resensi film'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;u&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Resensi Film Jurnalistik&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;Truth: Film Tentang Jurnalisme Serius dan Pertanyaan Untuk Wartawati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emilia Moore, murid berbakat pada journalism school mengidolakan gurunya sang profesor jurnalis, Professor Meredith Beckermen. Namun ia memutuskan untuk menjalani sebagai ibu seorang anak, sebelum akhirnya terjun kembali ke dunia jurnalisme yang membuatnya terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya tak habis pikir. Toh, ia bisa menghasilkan uang banyak untuk menghidupi istri dan anaknya. Tapi kenapa Emilia malah kembali terjun ke jurnalisme yang ia tahu konsekuensi adalah nyawa, seperti yang dibilang gurunya: jurnalisme serius menghasilkan konskuensi serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kepuasan untuk mendapatkan cerita tentang kebenaran? Atau panggilan profesi yang lama ia tak tekuni?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset cerita yang digarap Emilia telah dilakukan lama tanpa sepengetahuan suami.&lt;br /&gt;Emilia mendapatkan sebuah cerita terpotong dari profesor Meredith. Pencemaran air di pembangunan properti. Meredith mengarahkan Emilia untuk menginvestigasi cerita itu. Cerita sebelumnya pernah didalami Meredith, namun tidak diselesaikan. Emilia lah yang didorong Meredith untuk menyelesaikan cerita itu. Sayangnya, selain dorongan untuk membuat jurnalisme serius, Meredith juga memiliki motif lain. Yakni: agar uang ganti rugi yang bertahun-tahun tidak dilunasi perusahaan properti tersebut bisa dibayar. Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Truth dibuka dengan kematian Emilia. Kematiannya dibuat seperti kecelakaan. Lalu datanglah petunjuk dari buku agenda Emilia. Petunjuk lainnya: notes yang ditemukan detektif yang mencurigai kematian Emilia bukan karena kecelakaan tapi dibunuh. Notes ditulis dengan steno khusus yang hanya bisa diterjemahkan murid-muridnya Profesor Meredith. Orang lain, atau reporter lain yang bukan muridnya Prof Meredith tidak akan bisa menerjemahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investigasi pun digarap ramai-ramai. Prof Meredith, Laura Peterson dan Christy. Laura adalah teman sekelas Emilia. Berdua, pernah bercita-cita untuk sukses di jurnalisme sama-sama. Namun, Emilia memutuskan untuk jadi ibu rumah tangga. Emilia berhenti setelah hamil. Sementara Laura menekuni jurnalisme tv. Namanya melambung, tapi Prof Meredith tak menyukainya karena dianggap tidak menjalankan jurnalisme serius. Lalu ditampilkan debat tentang jurnalisme yang ditekuni Laura di tv dengan jurnalisme serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christy adalah murid angkatan terbaru dari Prof Meredith. New comer, tapi penuh semangat. Ketika Christy ada kemauan untuk ikut garap cerita, Meredith mendorongnya. Laura menyayangkan. Kelak, Christy diculik yang membuat Laura menyesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas lapangan pertama Christy adalah ikut dalam sebuah pertemuan dewan distrik di area yang hendak dibangun properti. Ia datang dengan membawa identitas sebagai murid yang mendapat penugasan. Anggota dewan yang pro pembangunan properti tidak curiga kalau ia sedang menjalankan penyelidikan. Sementara yang kontra –kalah suara- merasa bahwa apa yang dikerjakan Christy tidak sekedar penugasan kelas. Christy pun mendapatkan data banyak dari yang kontra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah penyelidikan untuk jurnalisme atau hanya sekedar mengungkap kebenaran, penonton pun tidak akan pernah tahu apa yang sedang dikerjakan Christy. Karena kelak, apakah laporannya dipublish atau tidak, Truth tidak sampai kesana. Karena Truth ditutup dengan pembebasan penculikan Christy dan tertangkapnya dalang pembunuhan Emilia. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-1594856832931185231?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/1594856832931185231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/02/resensi-film-jurnalistik-truth-film.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/1594856832931185231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/1594856832931185231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2008/02/resensi-film-jurnalistik-truth-film.html' title=''/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-3234255995296368419</id><published>2007-11-27T19:17:00.007+07:00</published><updated>2010-10-18T07:14:26.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News-Papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News Story'/><title type='text'>Tenggelamnya Rumpun Melanesia</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; font-weight: 700;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; font-weight: 700;"&gt;Jaksa memburu buku “Tenggelamnya Rumpun Melanesia” untuk disita. Masyarakat memburunya karena penasaran, apa isinya? Disisi lain, potensi dunia tulis menulis yang tumbuh di Papua jadi terancam. Kebebasan berekspresi terganggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLAPNHG1xnI/AAAAAAAAAE4/DUNMWHJub7I/s1600/tenggelamnya+rumpun+melanesia.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525933460704052850" src="http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLAPNHG1xnI/AAAAAAAAAE4/DUNMWHJub7I/s400/tenggelamnya+rumpun+melanesia.JPG" style="cursor: pointer; float: right; height: 320px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 280px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;u&gt;oleh : Gatot Aribowo&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;; font-weight: 700;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;; font-weight: 700;"&gt;DUNIA TULIS MENULIS&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt; di Jayapura digoyang Jaksa Agung. Melalui Surat Keputusannya, Jaksa Agung Hendarman Supandji menarik peredaran buku berjudul “Tenggelamnya Rumpun Melanesia” yang ditulis Sendius Wonda. Buku ini ditarik Kejaksaan Negeri Jayapura dari Toko Buku Gramedia, setelah diperintahkan Jaksa Agung melalui keputusannya Kep-123/A/JA/11/2007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sebanyak 55 buku yang tersisa diambil dari Gramedia Jayapura.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Kami didrop penerbit sebanyak 100 buku. 45 buku telah terjual,” kata Iwan Van Wilan Haro, Supervisor Penjualan Toko Buku Gramedia Jayapura.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Buku itu didrop ke Gramedia Jayapura akhir November lalu. Sementara surat keputusan Jaksa Agung dikeluarkan tanggal 27 November 2007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dalam jangka waktu tidak lebih 15 hari buku telah terjual 45. Hitung-hitungan, dalam sehari buku tersebut terjual 2 hingga 3 buku. Harga buku itu Rp 42 ribu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Kebanyakan memang yang beli masyarakat asli Papua,” kata Iwan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Buku “Tenggelamnya Rumpun Melanesia” yang telah dibeli masyarakat itu oleh Jaksa Agung diminta kembali. Dengan keputusannya Jaksa Agung meminta masyarakat Jayapura yang telah beli dan memiliki buku itu agar menyerahkan buku tersebut ke Kejaksaan Tinggi Papua dan Kejaksaan Negeri Jayapura. Jaksa Agung menilai isi buku tersebut telah mengganggu ketertiban umum, dan dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Nico Mauri, salah seorang warga asli Papua yang tinggal di Tasangka Jayapura mengklaim buku karangan Sendius Wonda merupakan pelanggaran hukum rohani. Ia menilai buku itu bertentangan dengan Kodrat Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Contoh isi dalam buku itu adalah perkawinan silang. Perkawinan itu anugerah. Dan tidak benar jika dikatakan perkawinan silang akan melenyapkan ras Melanesia. Istri saya sendiri bukan peranakan Papua. Tapi saya tidak merasa ras Melanesia saya hilang,” kata Nico.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BUKU TENGGELAMNYA RUMPUN MELANESIA&lt;/span&gt; bersampul warna kuning keputih-putihan. Di sudut kiri tertulis Penerbit DEIYAI, dengan latar gambar burung cenderawasih. Di bawah judul buku tertulis: Pertaruangan Politik NKRI di Papua Barat, dengan ukuran huruf yang lebih kecil dari tulisan Tenggelamnya Rumpun Melanesia. Di bawahnya ada latar gambar peta provinsi Papua, diberi warna coklat kelam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dibawah nama pengarang, dicantumkan tulisan: Menguak fakta pertarungan politik dan pembangunan NKRI terhadap eksistensi Rumpun Melanesia di bumi Papua Barat. Sebagai juru selamat, perangkap, atau malapetaka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Buku tersebut diberi pengantar Socratez Sofyan Yoman, Ketua Umum Badan Pelayanan Pusat Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua. Sofyan menulis pengantarnya setebal 10 halaman, tertanggal 27 Agustus 2007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Buku itu dicetak di Yogyakarta oleh Galangpress.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Buku “Tenggelamnya Rumpun Melanesia” termasuk buku yang ditulis dari pengalaman pribadi Sendius Wonda. Seperti dalam perkawinan silang yang ditulis di bagian enam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dalam bagian itu Sendius sempat mengungkapkan kemarahannya atas pernyataan yang dilontarkan temannya semasa kuliah di Malang untuk mengawini perempuan non Papua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dalam membuat tulisan, Sendius lebih menyandarkan fakta-fakta yang terungkap dari media. Tidak sedikit kutipan dari laporan media lokal maupun nasional yang dimuat dalam buku tersebut. Dari laporan-laporan media, penulis mengapresiasinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Apresiasi diutarakan dalam tulisan berbentuk kekecewaan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah Indonesia dan sikap pejabat-pejabat asli Papua. Ia juga meng-apresiasi penguasaan sektor-sektor ekonomi oleh masyarakat non Papua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Isi buku dari karangan Sendius Wonda lebih banyak menyinggung pertentangan antara ras Melanesia dan Melayu yang ada di Papua dan Indonesia. Buku yang memuat 7 bagian dengan ketebalan 248 halaman itu mengungkapkan kemarahan penulisnya atas pemerintah Indonesia dan lemahnya masyarakat asli Papua terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia untuk Papua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Pada bagian tiga buku tersebut, Sendius mengelompokkan masyarakat asli Papua menjadi tiga golongan dalam menyikapi kebijakan pemekaran. Ia menulis, 3 golongan itu adalah masyarakat Papua asli yang tidak memiliki pendirian, masyarakat Papua asli yang tidak mau tahu serta masyarakat dan pejabat Papua yang ambisius dalam proses pemekaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Ia juga mengklaim dalam bukunya bahwa kebijakan otonomi khusus tanpa mempersiapkan terlebih dulu SDM asli Papua akan menyingkirkan orang asli Papua dari jabatan-jabatan kunci di pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Dalam bukunya Sendius mengkritisi masyarakat Papua yang lebih banyak menghambur-hamburkan uang saat jadi pejabat. Ia juga mengkritisi peredaran minuman keras yang telah mempengaruhi moralitas masyarakat asli Papua. Kritisi ini ia masukkan dalam bagian lima dari bukunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Mengenai HIV/AIDS, Sendius menulisnya di bagian empat. Ia mengkritisi tidak adanya kebijakan pemerintah untuk menutup lokalisasi-lokalisasi dan tempat-tempat hiburan seperti bar dan panti-panti pijat yang ia duga menjadi tempat prostitusi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Di bagian akhir dari buku, Sendius mengeluarkan 3 rekomendasi. Dua diantaranya: perlunya pemerintah membuat perda untuk melindungi hak-hak orang Papua dan perlunya perda yang menutup ijin pasokan miras.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DI GRAMEDIA&lt;/span&gt;, buku-buku karya penulis Papua telah banyak bermunculan. Sedikitnya ada 18 penulis asli Papua yang telah mengeluarkan karya-karyanya dalam bentuk buku. Ada buku-buku karya Frits B Ramandey, karya Ketua MRP Agus Alua, karya Roberth Isir dan lain-lain. Buku-buku karya penulis Papua ini ditempatkan tersendiri oleh Gramedia. Tata letaknya sering diubah-ubah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Ini untuk menghidari kejenuhan saja,” kata Supervisor Penjualan Toko Buku Gramedia Jayapura, Iwan Van Wilan Haro.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Buku-buku yang ditulis banyak bersentuhan dengan politik. Tak sedikit juga yang bersentuhan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat Papua. Bahkan Roberth Isir menulis buku tentang bahaya minuman keras.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Buku “Tenggelamnya Rumpun Melanesia” termasuk buku yang bersentuhan dengan politik dan sosial masyarakat Papua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Frits B Ramandey telah mengeluarkan 13 karya buku. Frits termasuk salah satu wartawan di Jayapura yang aktif mengeluarkan buku. Sebentar lagi ia akan mengeluarkan 3 naskah buku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sebagai penulis, Frits cukup terganggu dengan tindakan Jaksa Agung yang melarang peredaran buku “Tenggelamnya Rumpun Melanesia”, dan ia menyayangkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Itu tindakan represif. Membungkam kebebasan berekspresi,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Kalau ada ISBN, kata Frits, kenapa musti ditarik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;ISBN adalah nomor seri yang dikeluarkan perpustakaan nasional. Sebelum mengeluarkan nomor seri, perpustakaan nasional sudah melihat daftar isi buku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;“Jadi ini juga dilindungi undang-undang,” kata Frits.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot;;"&gt;Sepanjang tahun ini kejaksaan sedikitnya telah menarik peredaran buku sebanyak 2 judul. Yang pertama buku yang mengulas tentang sejarah G 30 S PKI, yang edar sebagai buku pelajaran sekolah. Buku ini bahkan sempat dimusnahkan dengan cara dibakar. Yang kedua buku “Tenggelamnya Rumpun Melanesia” yang edar di Indonesia November lalu. (*)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-3234255995296368419?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/3234255995296368419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2007/11/news-story-tenggelamnya-rumpun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/3234255995296368419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/3234255995296368419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2007/11/news-story-tenggelamnya-rumpun.html' title='Tenggelamnya Rumpun Melanesia'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLAPNHG1xnI/AAAAAAAAAE4/DUNMWHJub7I/s72-c/tenggelamnya+rumpun+melanesia.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-3571852490019677307</id><published>2007-04-25T19:12:00.003+07:00</published><updated>2010-11-01T07:23:42.305+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journalism'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Journalism Review'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;u&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;Wartawan (Trans 7) Ketika Garap Berita “Peluncuran Buku Biografi”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TM4H9vcHsRI/AAAAAAAAAJc/nU_ac8vNS4Y/s1600/Cover.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TM4H9vcHsRI/AAAAAAAAAJc/nU_ac8vNS4Y/s320/Cover.JPG" width="222" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;ALIH-ALIH&lt;/b&gt; hendak mencari penerangan siapa sebenarnya Soeharto, saya benar-benar kecewa dengan garapan berita yang dilakukan Trans 7. Justru lebih baik yang dilakukan SCTV ketika memberitakan Peluncuran Buku Biografinya Soeharto. Hanya menganggap sekedar berita. Meski semestinya tidak boleh dianggap seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku &lt;a href="http://gatotaribowo.blogspot.com/p/perpustakaan-mastot.html"&gt;Siapa Sebenarnya Soeharto&lt;/a&gt; yang digarap teman-teman Tabloid Detak yang saya dapatkan dari pinjaman kawan, menerangkan pada saya sisi-sisi Soeharto yang lain. Entah dari berapa sisi yang musti dilihat dari sosok seorang Soeharto, ketika ada buku Biografinya Soeharto yang ditulis dari “sisi Yayasan” yang berusaha ditulis se-obyektif oleh penulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpang siur. Tapi ada satu kepercayaan yang saya anut dari tulisan, adalah obyektivitas yang dilakukan wartawan seharusnya lebih obyektif dari penulis yang datang dari kelompok lain. Bukannya saya tidak percaya dengan penulis (non fiksi) dari kelompok lain, tapi wartawan dikenalkan dengan prinsip-prinsip jurnalisme (seperti yang dikenalkan Yayasan Pantau ke saya. Bravo.) yang obeyektivitasnya mustinya sudah terasah sejak awal dan terjaga hingga sekarang. (saya belum bisa melakukannya. Jujur!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Entah berapa perspektif lagi, Soeharto harus ditulis. Tapi harusnya yang dilakukan reporter Trans 7 ketika menawarkan ke produsernya (redaktur) tentang adanya peristiwa peluncuran buku ber-perspektif sosok Soeharto adalah mengawali dengan apa sih isi dari buku itu? Tapi produsernya juga kurang memperhatikan apa yang harusnya dilakukan seorang wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trans 7 pun memberitakan, “buku biografi tentang Soeharto diluncurkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayup-sayup saya mendengar, sosok Soeharto dilihat dari yayasan-yayasan yang dimiliki, yang ditulis ….&lt;sori&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpikir, “apakah dengan melakukan yayasanisasi, Soeharto ingin memunculkan bahwa sosok dirinya tidak benar-benar pendosa? Bukankah apa yang dilakukan jauh sebelum 1965 tiba, adalah yang dilakukan seorang pendosa? Ia (yang saya baca dari buku garapannya tabloid Detak) telah menjalin hubungan dengan Bob Hasan menyelundupkan Gula dan Beras ke luar negeri saat masih menjabat Pangdam Diponegoro di Jawa Tengah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto adalah sosok yang (setelah) saya ketahui sebagai mafia yang sekian lamanya membibitkan mafia-mafia baru di negeri ini. Ini lah negerinya mafia, yang dibangun selama 30 tahun lebih oleh cikal bakal mafia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok itu saya ketahui ketika Soeharto ternyata tahu bahwa akan terjadi “Peristiwa G 30 S PKI”. Apakah wartawan (dan redaktur, specially Mufthi Akbar -Produser Redaksi Sore Trans 7- ) tidak mempelajari soal sejarah tentang Soeharto? Ternyata wartawan memang perlu banyak mempelajari hal-hal baru, termasuk mempelajari dari membaca buku tentang sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik lah. Tidak perlu jauh-jauh! Lanjutkan “berita” soal itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini pun disambut positif oleh yang hadir. Termasuk dari Bustanul Arifin &lt;maafkan&gt;. Sementara Bob Hasan memilih diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;//SOUNDBITE BUSTANUL ARIFIN//&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih yang dianggap positif? Ternyata tidak saya temukan jawaban itu. Yang muncul justru -kurang lebihnya-, “buku ini penting untuk mengimbangi buku-buku lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya tidak diketahui tentang niat yayasanisasi dari Soeharto atau tentang apa yang dilakukan yayasannya Soeharto yang ada tindak mafianya &lt;korupsinya&gt;? Kemungkinan penulisnya menulis. Tapi wartawan &lt;bisa&gt; belum membacanya? Kenapa wartawan tidak meluaskan perspektif? Kenapa hanya berputar di buku itu saja? Parahnya, kenapa tidak ada wawancara dengan penulisnya? Akan lebih baik wawancara dengan penulisnya dari tiba-tiba berita selanjutnya yang muncul:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DITENGAH-TENGAH MEROSOTNYA DUET KEPEMIMPINAN SBY-JK/ TERNYATA MASYARAKAT JUSTRU MENDAMBAKAN MASA-MASA KEPEMIMPINAN ORDE BARU, bla-bal-bla…..//&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh!!! Gak relevan!! Apalagi soundbite wawancara yang muncul dari orang awam yang tidak tahu siapa Soeharto. Lebih-lebih ketika wawancara yang muncul…-kurang lebih-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“….KALAU JAMAN DULU (ORBA) ORANG PADA PATUH, AMAN…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru wartawan akan menyesatkan jika tiba-tiba wawancara dengan orang awam. Memang membandingkan adalah hak pemberitaan. Tapi kalau pemberitaan soal buku, hati-hati bung!! Mending hanya dijadikan “sekedar berita” daripada digarap. Sekedar diinfo saja. Bukankah esensi beita itu adalah informasi???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau digarap, “informasikan apa sih isi buku itu? kenapa tiba-tiba menulis buku itu? uji obyektifitasnya!! Karena (biasanya) wartawan itu paling pintar menguji obyektivitas dengan independensinya. Harusnya. (*)&lt;/bisa&gt;&lt;/korupsinya&gt;&lt;/maafkan&gt;&lt;/sori&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-3571852490019677307?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/3571852490019677307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2007/04/journalism-wartawan-trans-7-ketika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/3571852490019677307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/3571852490019677307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2007/04/journalism-wartawan-trans-7-ketika.html' title=''/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TM4H9vcHsRI/AAAAAAAAAJc/nU_ac8vNS4Y/s72-c/Cover.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-1024647973759357855</id><published>2007-04-10T18:55:00.003+07:00</published><updated>2010-11-01T06:54:43.708+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journalism'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Journalism Review'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;u&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Media Televisi: Biangnya Kekerasan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Media televisi yang tayangkan kekerasan justru bisa jadi biangnya kekerasan.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TM4Bemz9M9I/AAAAAAAAAJY/S3gLi7CGKwE/s1600/smack.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TM4Bemz9M9I/AAAAAAAAAJY/S3gLi7CGKwE/s1600/smack.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;“Stop! Sudaaa..h!”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengusan itu keluar dari mulut perwira intel polisi. Ia hampir saja menyelesaikan tontonannya pada peristiwa yang terjadi satu tahun lewat itu. Tontonan peristiwa Abepura, 16 Maret 2006 yang merenggut 4 nyawa teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengusan nafasnya sesaat dilalui dengan desahan yang mengelus dada. Desahan yang mengingatkan saya akan kesedihan yang saya lewati sejak setahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(lihat) Bikin (mau) marah,” kata-katanya berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sesaat kemudian ia bangkit dari duduknya yang tepat dijajaran depan meja komputer. Ia sepertinya sedang menyadarkan dirinya untuk tidak nonton lagi. Sehingga ia secepat itu meninggalkan ruangan. Kakinya melangkah keluar seiring dengan langkah kaki saya masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak beberapa saat lalu kaki saya memang tertahan di depan ruangan yang punya pintu masuk dari samping kiri itu. Saya sengaja. Selain menghindari pengap ruangan yang saat itu disesaki tak kurang 8 orang anggota intel Poresta Jayapura, saya hanya ingin memastikan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mana yang namanya Sardi? Kok gak ada yang kukenal wajahnya dengan nama Sardi?” Benak saya menyakinkan kalau (mungkin) orang yang hendak saya tuju bukan nama Sardi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah dari seorang nama Sardi terlintas beberapa jam lalu. Wajah yang saya kenal sebagai tetangga tempat saya tinggal. Sayangnya saya tak pernah mengenal baik namanya. Kendati sayup-sayup saya seperti mengenal namanya. Saya pun belum lama tahu kalau wajah yang kukenal itu ternyata anggota polisi. Dulu saya mengenal wajahnya di KPUD Kota Jayapura. Saya kira ia pegawai di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam sebelumnya, nama Sardi nongol dalam SMS dari nomor yang tak saya kenal. Nomor itu menyebut nama Sardi. Sementara saya merasa tak pernah mengenal nama Sardi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun membalas SMS itu dengan menanyakan siapa dia. Balasan yang saya terima cukup membuat tensi darah saya naik. Saya tak perduli ketika ia menyebut dirinya Intel Polresta Jayapura. Sepertinya ia merasa sok sebagai intel, yang perlu dikenal wartawan. Sementara kata-kata yang keluar dari SMS-nya memuat makian ke saya. Saya pun membalas dengan menyebutnya orang tak berpendidikan, yang membuat ia langsung membalas dengan permintaan maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud SMS Sardi sebenarnya ingin meminta (dipertontonkan) rekaman gambar peristiwa Abepura 16 Maret 2006, yang saya miliki. Sementara banyak polisi yang telah memiliki gambar tersebut, termasuk satuan intel Polresta Jayapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu bagaimana ceritanya gambar itu bisa tersebar luas. Itu yang saya sesali ketika dulunya saya menyanggupi ketika gambar peristiwa itu diminta anggota reserse yang saya kenal baik. Karena dari situlah gambar (milik) saya menyebar luas. Gambar yang bisa menyulut kemarahan dan berlanjut pada kebencian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu yang sedang saya sebarkan?” Kata hati menuntut saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan dan kebencian itu yang sesaat lalu ditunjukkan perwira intel polisi yang baru keluar ruangan. Tapi masih melekat di ruangan yang sedang menyelesaikan tontonan gambar di layar monitor komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, memang. Tanpa dikata pun sebenarnya kemarahan itu telah menerpa udara yang ada di situ. Kemarahan yang masih banyak disimpan anggota-anggota polisi di Jayapura. Udara itu pun saya hirup. Menyergap. Menyeret, mengajak diri terbawa arus kebencian, yang sesungguhnya saya jauhi. Arus kebencian yang berputar kencang pada gambar yang bercerita tentang sadisme dari kekerasan. Sehingga saya sadar. Membuat saya kembali mengingat gambar yang bercerita tentang kesedihan (sadness).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun lewat. Tapi air mata yang diteteskan sore hari itu di depan ruangan UGD RSUD Abepura, Jayapura-Papua, masih tersimpan dalam kaset mini dv. Kaset itu masih saya simpan. Tak pernah saya putar lagi, kecuali permintaan orang lain. Sekali saja saya tonton sendirian. Ketika hari kejadian itu. Sebagai bagian dari pekerjaan juru kamera yang perlu melakukan preview, untuk cek hasil rekaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah saya putar atas keinginan sendiri. Tapi itu hanya ke sebagian kecil orang disekitar, untuk mengetahui reaksi mereka terhadap sadism n sadness. Sementara saya di depan mereka lebih sering menonjolkan sadness. Kadang bila ingin menunjukkan latar (belakang) secara utuh, bagaimana peristiwa yang tidak disangka itu terjadi, saya memutarnya dari awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaset itu saya bagi 3 bagian cerita. Bagian cerita yang sering saya ikuti: bagian terakhir. Isinya bercerita tentang sadness. Sementara 1 bagian yang sering saya lewatkan adalah bagian tengah. Berisi gambar (yang sering disebut) sadisme. Bagian awal bercerita tentang proses peristiwa hari itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika gambar sadisme itu sedang berlangsung, saya justru memalingkan muka dari layar televisi ke orang-orang yang jadi penonton. Reaksinya macam-macam.&lt;br /&gt;Ada yang menjerit (terutama dari kaum perempuan) dan banyak yang memaki, antara jengkel dan marah. Jengkel terhadap polisi yang tidak bertindak sigap, marah ke&lt;br /&gt;massa yang berbuat sadis. Dua perasaan yang sering digarap jurnalisme televisi, disamping kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan jengkel dan marah terasa juga pada gambar kekerasan di STPDN (IPDN) yang belum lama ini digarap beberapa stasiun televisi. Gambar yang terjadinya 4 tahun silam, diputar kembali. Berulang-ulang. Cukup berhasil mendorong pemerintah sekarang untuk mengubah wajah IPDN. Padahal pada jamannya gambar itu diambil dan ditayang 4 tahun silam, pemerintah (saat itu) tak bisa menghentikan kekerasan STPDN sehingga sekarang terulang lagi. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-1024647973759357855?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/1024647973759357855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2007/04/journalism-media-televisi-biangnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/1024647973759357855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/1024647973759357855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2007/04/journalism-media-televisi-biangnya.html' title=''/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TM4Bemz9M9I/AAAAAAAAAJY/S3gLi7CGKwE/s72-c/smack.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-5257025525819618385</id><published>2006-12-06T19:11:00.003+07:00</published><updated>2010-10-18T07:14:52.278+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News-Papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News Story'/><title type='text'>OPM dari Pemerintah Indonesia</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Nama Organisasi Papua Merdeka ternyata pemberian dari pemerintah Indonesia. Pernah mengumandangkan proklamasinya pada 1 Juli 1971, organisasi ini masih tetap eksis hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="202" src="http://2.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLlXD3KiTlI/AAAAAAAAAGM/ayR8RBymDuA/s400/bendra+OPM.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="400" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Bendera Bintang Kejora, salah satu lambang eksistensi dari Organisasi Papua Merdeka&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLlXD3KiTlI/AAAAAAAAAGM/ayR8RBymDuA/s1600/bendra+OPM.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;u&gt;oleh: Gatot Aribowo&amp;nbsp;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SANGAT SULIT untuk menelusuri keberadaan tokoh-tokoh OPM sekarang. Selain letak persembunyiannya yang jauh di pedalaman, organisasi ini sering menutup diri. Kemunculannya sering aksidental. Tak terduga. Jarang muncul ke media, kecuali pas penyerahan diri atau ingin membuat pernyataan saat mereka dipojokkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama OPM, dari wawancara penulis buku Pemberontakan Organisasi Papua Merdeka, John RG Djopari dengan Terianus Aronggear (SE) dan Melkianus Watofa di Jayapura, 21 Juli 1991, diberikan oleh aparat pemerintah ke pemimpin-pemimpin pemberontakan yang terjadi tahun 1965 di Manokwari. Nama ini diterima oleh pemimpin pemberontakan karena lebih singkat dan mudah diingat jika dibandingkan dengan nama organisasi yang dibentuk sendiri, yakni Organisasi Perjuangan Menuju Kemerdekaan Negara Papua Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama organisasi yang disebut terakhir itu didirikan di Manokwari oleh Terianus Aronggear (SE) tahun 1964. Mulanya organisasi ini bergerak dibawah tanah melawan pemerintah Indonesia. Didukung oleh sejumlah mantan aparat pemerintah UNTEA yang dipecat awal tahun 1963.UNTEA adalah pemerintahan sementara di Papua dibawah Sekjen PBB. Dibentuk atas persetujuan Indonesia dan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain organisasi bentukan Terianus, ada faksi OPM yang lain yang dibuat oleh Aser Demotekay. Faksi ini tidak menempuh cara radikal seperti faksinya Terianus. Lebih kooperasi dengan pemerintah Indonesia. Maklum, Aser adalah pensiunan PNS Provinsi Irian Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faksinya Aser kurang memiliki organisasi yang kuat dan matang, Proses kaderisasi juga tidak dilakukan. Perjuangannya lebih didasari ideologis spiritual. Berbeda dengan Aser, Terianus memiliki organisasi yang tersusun rapi. Komandan-komandan sektor militer dibentuk. Memiliki panglima perang dan kepala polisi. Logistik pun dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesamaan dua faksi ini adalah sama-sama menilai tidak adil atas Persetujuan New York 15 Agustus 1962 antara pemerintah Indonesia dan Belanda, yang tidak melibatkan wakil-wakil dari kebangsaan Papua. Persetujuan inilah yang kemudian membentuk pemerintahan UNTEA di Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanannya, faksi dari Terianus lah yang lebih menonjol. Dokumen membentuk pemerintahan negara Papua Barat pun telah disusun. Jaringan ke luar negeri, terutama di Belanda, dibuka. Lalu muncullah nama-nama seperti Markus Kaisepo dan Nicolaas Jouwe yang ada di Belanda, serta Herman Womsior di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbongkarnya dokumen itu setelah Terianus tertangkap di Biak ketika hendak menyelundupkan dokumen ke luar negeri melalui PNG. Lalu penangkapan besar-besaran dilakukan aparat pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama OPM, saat itu belum dirangkai dengan nama Tentara Pembebasan Nasional (TPN). Nama itu dipopulerkan ketika ada pembentukan markas komando di perbatasan Papua-PNG. Seth Rumkorem, mantan anggota tentara Indonesia dari Kodam IV/Diponegoro, yang membentuk. TPN ini lalu disebut Tentara Nasional Papua (TNP). Markasnya dinamakan Markas Victoria. Dari markas inilah, Seth Rumkorem memproklamirkan pemerintahan Papua Barat. Naskah proklamasi pun dibacakan. Tanggalnya 1 Juli 1971.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang dua tahun kemudian Seth membentuk susunan kabinetnya, yang disusun ulang tiga tahun kemudian dengan nama Kabinet Pemerintahan Revolusioner Papua Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya tentara dan polisi Indonesia asal Papua yang membelot ke OPM menyebabkan pemberontakan dan penyerangan ke pos-pos tentara dan polisi sering terjadi dimana-mana. Tercatat, sejak dibentuknya OPM tahun 1964 hingga sekarang, tak kurang dari 20 serangan/pemberontakan terjadi di Papua. Mulai dari Sorong hingga Merauke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan pucuk senjata milik aparat tentara dan polisi Indonesia berhasil dilarikan. Terbaru, senjata milik anggota polisi di Puncak Jaya. Terbesar, pembobolan gudang senjata Kodim 1702/Wamena beberapa tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan aparat tentara dan polisi Indonesia juga ikut tewas. Sepanjang tahun ini, 3 anggota TNI dan 1 pensiunannya tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regenerasi dan kaderisasi OPM terus berlangsung jauh di pedalaman, dipersembunyian. Dari tahun ke tahun pula, ada saja penyerangan yang dilakukan OPM. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-5257025525819618385?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/5257025525819618385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2006/12/news-story-opm-dari-pemerintah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/5257025525819618385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/5257025525819618385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2006/12/news-story-opm-dari-pemerintah.html' title='OPM dari Pemerintah Indonesia'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLlXD3KiTlI/AAAAAAAAAGM/ayR8RBymDuA/s72-c/bendra+OPM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-8728574694076297586</id><published>2006-12-06T19:07:00.002+07:00</published><updated>2010-10-18T07:15:21.188+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News-Papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News Story'/><title type='text'>Serangan OPM di Akhir Tahun</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLlZK-PzP-I/AAAAAAAAAGQ/KuyLC42Ekag/s1600/89649_anggota_opm_weris_tenggelen_300_225.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="183" src="http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLlZK-PzP-I/AAAAAAAAAGQ/KuyLC42Ekag/s400/89649_anggota_opm_weris_tenggelen_300_225.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Nama OPM kembali dimunculkan. Mereka diklaim dibalik tewasnya Serda Joko Susanto dan Tobias Sirgen di Puncak Jaya. Organisasi garis keras yang ngotot memperjuangkan kemerdekaan Papua sulit hilang.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;u&gt;Oleh : Gatot Aribowo&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Tretet…tet..tet…tet..&lt;br /&gt;Bunyi rentetan tembakan itu begitu lengking terdengar. Orang-orang yang mengikuti acara deklarasi pencalonan Lukas Enembe-Henock Ibo dihari itu, tersentak. Belum usai kekagetan mereka, terdengar lagi bunyi tembakan. Jumat, dari pagi hingga siang itu telah terdengar bunyi letusan senjata sebanyak tiga kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sudah terbiasa dengan suara-suara tembakan, kekagetan orang-orang itu hanya berlangsung sekejap. Cuek, mereka tetap melangsungkan acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tak jauh dari keramaian, seseorang sedang menuruni Gunung Yamo, Mulia Puncak Jaya. Orang itu adalah Edi Padang, tukang senso yang biasa kerja hingga ke hutan-hutan. Edi kini jadi saksi atas kejadian terbunuhnya Serda Joko Tri Susanto dan Serka (purn) Tobias Sirgen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penuturan Edi ke polisi, pada Jumat pagi itu ia diajak Serda Joko dan Tobias untuk naik ke Gunung Yamo. Di gunung tersebut telah menunggu 5 orang yang disebutkan Edi sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM). Bersamanya juga ada Eli Morip, juga seorang warga sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima orang itu, penuturan Edi ke polisi, dua diantaranya menenteng senjata M16. Entah dari mana senjata itu didapat, Edi tidak pernah memikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sambutan hangat yang dirasakan Edi ketika ia bersalaman dengan 5 orang tersebut. Namun kehangatan itu berlangsung sesaat, karena ia disuruh pulang duluan. Sementara Serda Joko dan 2 teman lainnya masih tinggal disitu. Kelak, Joko Susanto dan Tobias Sirgen ditemukan tewas. Sementara Eli Morip yang merupakan saksi kunci atas kematian Joko dan Tobias raib. Dugaan polisi, Eli disandera oleh 5 orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serda Joko adalah anggota satuan tugas (satgas) Kopassus TNI AD yang ditempatkan di Mulia, Puncak Jaya. Sedangkan Tobias Sirgen adalah purnawirawan TNI AD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang satgas yang ditugaskan untuk melucuti senjata yang dimiliki anggota TPN-OPM, Joko diperintahkan atasannya untuk menggunakan pendekatan kekeluargaan terhadap orang-orang yang tergabung dalam kelompok itu. Persuasif, istilah yang dipakai TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pendekatan itu Joko dibantu Tobias dan Eli telah mengadakan pertemuan sebanyak 3 kali dengan orang-orang tersebut. Namun dihari itu adalah pertemuan terakhir antara Joko dengan kelompok tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PASCA ditemukannya Joko dan Tobias meninggal, bendera bintang kejora didapati berkibar di puncak gunung tersebut. Bendera itu berkibar dari Sabtu hingga Minggu. Namun dilaporkan situsnya Suara Papua Merdeka (SPM News) bendera itu masih berkibar hingga Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs tersebut melaporkan, bendera berkibar di Gunung Yamopurom. Hingga Rabu itu lokasi pengibaran bendera dijaga ketat oleh orang-orang yang tergabung dalam kelompok TPN-OPM pimpinannya Goliath Tabuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs itu juga melaporkan bahwa pada Rabu itu ada aparat gabungan dari TNI dan Polisi yang bergerak ke arah lokasi pengibaran bendera. Namun dilaporakan situs tersebut, tentara dan polisi dipaksa mundur oleh orang-orangnya Goliath Tabuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika pasukan TNI/POLRI tadi pagi subuh (Rabu, 13 Desember) sekitar jam 05:30 WPB (waktu Papua Barat) mencoba dan berusaha mendekati lokasi pengibaran bendera bintang kejora dengan tujuan menurunkan bendera tersebut baru sampai di Ujung Lapangan Terbang tepatnya di Karubate, mereka dihadang oleh pasukan TPN-Papua Barat (PB) dan berhasil menolak mundur prajurit TNI/POLRI dan sempat merampas dua senjata api dan amunisi (1 AK dan 1 Pistol dan 1 Magasen AK) milik pasukan anggota Brimob,” demikian tulis laporan situs SPM News.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan tersebut disebarkan melalui jaringan internet ke beberapa mailing list (milis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan ini berbeda dengan laporan polisi yang disampaikan ke Tifa Papua. Pada Rabu itu justru seorang anggota polisi diserang oleh beberapa orang yang tak dikenal. Adalah Briptu Yosafat yang diserang. Senjata miliknya dirampas. Sementara kondisi Yosafat sendiri mengalami luka dibagian kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMENTARA itu penanganan atas kematian Joko oleh TNI diserahkan ke polisi. Belum ada tersangka atas kejadian tersebut. Polisi pun kesulitan untuk melakukan negosiasi dengan pihak-pihak yang diduga polisi ada dibalik kejadian tersebut. Sementara TPN-OPM yang gaung namanya tak pernah disuarakan sendiri oleh orang-orang yang tergabung dalam kelompok tersebut belum memberikan pernyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama TPN-OPM sering disuarakan oleh aparat TNI maupun polisi. Itu diperoleh dari beberapa orang yang kedapatan polisi atau TNI membawa kartu tanda anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data TNI yang diperoleh dari negosiasi-negosiasi yang sempat dilakukan, orang-orang yang bersenjata tersebut memang kelompok yang memiliki nama TPN-OPM. Goliath Tabuni, komandan TPN-OPM di wilayah Puncak Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendekati kelompok-kelompok ini, dikatakan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, persuasif masih akan dilanjutkan. Namun tak menutup kemungkinan akan dilakukan tindakan yang lebih tegas. Entah ketegasan dalam bentuk apa yang dimaksudkan Joko. Namun yang pasti, Goliath Tabuni yang diwawancarai SPM News meragukan pendekatan persuasif yang masih dijalankan Joko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goliath, tulis laporan SPM News, merasa terus dikejar-kejar oleh TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Panglima TNI di Jakarta tidak usah bersilat lidah di media massa agar diketahui publik bahwa tidak ada operasi Militer Papua, padahal kami disini setiap hari diawasi dan dikejar-kejar oleh pasukan TNI/POLRI kaya binatang buruan saja,” demikian ucap Goliath yang diucapkan penulis di SPM News.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan dikejar-kejar TNI yang dirasakan Goliath sepenuhnya juga tak akan mampu menghapuskan perasaan sedih orang tua Joko Tri Susanto, anggota Satgas Kopassus TNI AD yang diduga dibunuh oleh orang dari kelompoknya. Dalam sebuah tayangan televisi, orang tua Joko saat menerima jenazah tampak merasakan kesedihan atas kematian anaknya di medan tugas. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-8728574694076297586?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/8728574694076297586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2006/12/serangan-opm-di-akhir-tahun-oleh-gatot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/8728574694076297586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/8728574694076297586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2006/12/serangan-opm-di-akhir-tahun-oleh-gatot.html' title='Serangan OPM di Akhir Tahun'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLlZK-PzP-I/AAAAAAAAAGQ/KuyLC42Ekag/s72-c/89649_anggota_opm_weris_tenggelen_300_225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-4958021616945785152</id><published>2006-05-01T12:48:00.000+07:00</published><updated>2010-11-04T12:53:26.412+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gatra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News Story'/><title type='text'>Gelora Syariah Mengepung Kota</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNJKSHFX3nI/AAAAAAAAAK0/kd4Um2T0OHU/s1600-h/gatra%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="gatra" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 0px 5px; border-right-width: 0px" height="260" alt="gatra" src="http://lh4.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNJKUZJ89GI/AAAAAAAAAK4/jeKDPSZa-S4/gatra_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="202" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; JEJAK&lt;/strong&gt; regulasi bernuansa Islami di Sulawesi Selatan seolah mengikuti perjalanan karier Patabai Pabokori, 54 tahun. Ketika ia kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, DPRD mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan Al-Quran, 18 April lalu. Patabai bangga. &amp;quot;Inilah satu-satunya perda tentang pendidikan,&amp;quot; katanya. Wakil Gubernur Syahrul Yasin Limpo pun berharap, perda ini dapat mempercepat penurunan buta aksara Al-Quran. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Sebelum itu, saat menjabat sebagai Bupati Bulukumba untuk dua periode (1995-2005), Patabai menggolkan empat perda berspirit syariat Islam. Perda Minuman Keras; Zakat, Infak, dan Sedekah; Baca-Tulis Al-Quran bagi Siswa dan Calon Pengantin; serta Pakaian Muslim/Muslimah. &lt;/font&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Keempatnya lahir pada 2003. Kabupaten ini pun populer sebagai pionir penerapan syariat Islam di Sulawesi Selatan. &lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Eksperimen syariah di Bulukumba bahkan menembus pemerintahan terendah: desa. Sebanyak 12 desa dijadikan areal percontohan penerapan syariat Islam sejak awal 2005. Sedemikian kondangnya nama Bulukumba di mata pendukung syariah, sampai Kongres Umat Islam Sulawesi Selatan III, Maret 2005, pun digelar di sana. Kongres ini kental warna syariahnya. Ada rekomendasi agar umat Islam memilih kepala daerah yang punya komitmen pada syariat Islam. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Sepeninggal Patabai, implementasi syariat Islam di desa-desa pilot project itu kian pesat. Malah melampaui perda kabupaten dan provinsi. Karena desa itu berani menerapkan pidana hudud. Desa Padang, Kecamatan Gantarang, misalnya, menetapkan &amp;quot;peraturan desa&amp;quot;. Isinya, aturan tentang delik perzinaan (cambuk 100 kali), qadzaf alias menuduh zina (cambuk 80 kali atau dilimpahkan ke polisi), minuman keras (cambuk 40 kali), dan pidana qishash (balasan setimpal) bagi tindak penganiayaan. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Kabupaten di Sulawesi Selatan selain Bulukumba juga tak mau ketinggalan. Pangkep, Gowa, dan Wajo seolah berlomba membuat perda syariah. Tapi dinamika ini bukan khas Sulawesi Selatan, yang pada 2002 pernah menuntut otonomi khusus penerapan syariat Islam. Suara serupa berkembang di Provinsi Banten dan Riau. Juga beberapa kabupaten/kota, semisal, Cianjur, Tasikmalaya, Pamekasan, Mataram, dan Dompu. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Gelora bersyariat-ria di berbagai daerah ini sudah bergulir lima tahunan terakhir. Tepatnya sejak otonomi daerah ditetapkan. Tapi akselerasi geliat itu terasa kian melesat belakangan ini, di tengah ingar-bingar polemik nasional tentang Rancangan Undang-Undang Anti-Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP). Meski RUU ini tak eksplisit mengusung idiom syariah, polemik yang mengitarinya diwarnai sentimen pro-kontra syariat Islam. Sampai ada tudingan Arabisasi dan Islamisasi di balik RUU itu. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Belum tuntas berdebat RUU APP, publik tergiring membincangkan ihwal Perda Pelacuran di Kota Tangerang. Lalu muncul kabar tentang Raperda Anti-Maksiat di Kota Depok. Tak mau ketinggalan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta juga menyiapkan Raperda Anti-Maksiat untuk DKI Jakarta. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Silang pendapat pun makin keras. Berbagai simpul pengusung syariat seolah berkejaran diburu tenggat. Perkembangan ini seperti mengamini survei nasional Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat, Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, tentang tingginya dukungan orang pada tawaran penerapan syariat Islam. Dari 2001 hingga 2004, trennya naik. Dukungannya di atas 70%. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Di lapangan, dukungan itu ditandai dengan maraknya simpul pejuang syariat. Ada Majelis Mujahidin yang memang dibentuk untuk penegakan syariat Islam. Mereka menyusun draf revisi KUHP berdasarkan syariat. Ada Komite Persiapan Syariat Islam Banten, Gerakan Penegak Syariat Islam Yogyakarta, Lembaga Pengkajian, Penegakan, dan Penerapan Syariat Islam Garut, Badan Pengkajian dan Pengembangan Syariat Islam Sukabumi, Lembaga Pengkajian dan Penerapan Syariat Islam Pamekasan di Madura, dan Komite Penegakan Syariat Islam di Sulawesi Selatan. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Dalam pada itu, kampanye khilafah Islamiyah (imperium Islam trans-nasional) terus-menerus disuarakan kelompok Hizbut Tahrir. Lewat berbagai aksi demonstrasi, spanduk-spanduk, ceramah, pengajian, diskusi, buku-buku, majalah, dan sebagainya. Mereka menempatkan khilafah sebagai alternatif kegagalan sistem politik (demokrasi) dan ekonomi (kapitalisme) yang tengah berlangsung. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Meski berbagai simpul itu memiliki spektrum agenda berbeda-beda, kesan yang berkembang, agenda penerapan syariat satu paket dengan kampanye khilafah dan negara Islam. Berbagai kalangan di kawasan minoritas muslim, seperti Sulawesi Utara, Bali, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT), umumnya risau melihat semarak syariat. Ada kekhawatiran pada keutuhan nasional. Agama, bagi mereka, tidak bisa masuk dalam hukum negara, termasuk dalam undang-undang. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;quot;Agama apa saja, Islam, Kristen, Buddha, dan Hindu, tidak bisa memasukkan syariatnya dalam undang-undang,&amp;quot; kata Victor Mailangkay, anggota DPRD Sulawesi Utara. &amp;quot;Karena kita telah berkomitmen dalam bingkai NKRI (negara kesatuan Republik Indonesia) yang berdasar Pancasila dan UUD 1945,&amp;quot; ujar Sekretaris Partai Golkar Sulawesi Utara itu kepada Jurichal Antameng dari Gatra. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Ancaman pada integrasi pun dikhawatirkan Ince Sayuna, anggota DPRD NTT. &amp;quot;Ujung-ujungnya merupakan ancaman disintegrasi bangsa,&amp;quot; kata Ince Sayuna kepada Antonius Un Taolin dari Gatra. &amp;quot;Jika syariat Islam berhasil diundangkan, kami warga NTT tidak tertutup kemungkinan akan memisahkan diri dari NKRI. Karena kami hanya satu prinsip, Pancasila harga mati landasan hukum NKRI,&amp;quot; Ince menambahkan. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Wakil Gubernur Bali, I.G.N. Kesuma Kelakan, berpandangan bahwa semua peraturan harus dibuat lintas agama dan lintas suku. &amp;quot;Di Bali, kalau ada perda yang sangat Hindu, saya juga akan tentang,&amp;quot; katanya kepada koresponden Gatra Komang Erviani. Kelakan menyerukan kembali pada komitmen awal, UUD 1945. Kalau ada yang ingin memberlakukan syariat Islam bagi Indonesia, menurut Kelakan, &amp;quot;Mereka berarti tidak paham UUD 45.&amp;quot; &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Anggota DPRD Papua, Yance Kayame, menilai gerakan penerapan syariat Islam tak sampai mengancam integrasi bangsa. &amp;quot;Tapi bisa mengancam, menyulut konflik horizontal,&amp;quot; katanya kepada &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Gatot Aribowo&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dari Gatra. &amp;quot;Memang tidak akan sampai pada disintegrasi bangsa, namun syariat Islam itu kan ideologi. Sangat memicu konflik horizontal bila diterapkan di daerah yang Islamnya minoritas.&amp;quot; &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Sekjen Partai Damai Sejahtera, Denny Tewu, juga berpandangan bahwa ajaran spesifik agama, seperti kewajiban berjilbab bagi muslimah atau keharusan jadi pengikut Kristus, tak perlu masuk undang-undang atau perda. Denny tidak menolak bila nilai agama masuk perda atau undang-undang. &amp;quot;Tapi nilai agama yang universal,&amp;quot; ujarnya. Misalnya, semua agama mengajarkan kebaikan, saling mengasihi, dan bekerja sama. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Arskal Salim, kandidat doktor hukum Islam di Universitas Melbourne, Australia, pernah menyusun lima tingkat penerapan hukum Islam, sebelum sampai pada agenda negara Islam. Pertama, hukum kekeluargaan (perkawinan, perceraian, dan kewarisan). Kedua, masalah ekonomi dan keuangan, seperti perbankan Islam dan zakat. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Ketiga, praktek ritual keagamaan, seperti kewajiban jilbab, larangan alkohol dan judi. Keempat, hukum pidana Islam, terutama penerapan sanksi model cambuk, potong tangan, dan rajam. Kelima, penggunaan Islam sebagai dasar negara. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Lima level itu disusun secara hierarkis, mulai terendah sampai tertinggi. &amp;quot;Tuntutan penerapan lima level hukum Islam mengimplikasikan pembentukan negara Islam,&amp;quot; kata Arskal. &amp;quot;Makin tinggi level tuntutan, makin dekat menuju negara Islam,&amp;quot; dosen Fakultas Syariah UIN Jakarta itu menambahkan. &amp;quot;Sebaliknya, semakin rendah level tuntutannya, semakin rendah tingkat komitmen pada negara Islam.&amp;quot; &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Bila dicermati, unsur level pertama sampai keempat saat ini sudah ada yang terserap dalam legislasi nasional. Hukum kekeluargaan, sejak 1974, terserap dalam Undang-Undang Perkawinan. Perbankan Islam mendapat payung hukum sejak 1992. Ritual agama seperti haji, zakat, wakaf, dan busana Islami sudah masuk undang-undang dan perda. Sedangkan pidana Islam telah diadopsi dalam beberapa qanun di Aceh dan peraturan desa di Bulukumba. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Hanya tingkat kelima yang gagal pada sidang Konstituante 1955. Apakah ini berarti pewujudan negara Islam tinggal selangkah lagi? Arskal menilai belum. &amp;quot;Saya belum melihat semua perda itu sudah sampai level keempat,&amp;quot; katanya. Prinsip hudud dan qishash dalam Quran-hadis belum dipraktekkan. Mestinya, pencuri dipotong tangan, pezina dicambuk 100 kali, atau pemabuk dicambuk 80 kali. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Kalau pezina hanya didenda atau dipenjara, itu bukan pidana hudud, melainkan ta`zir (sanksinya dibikin penguasa untuk tujuan pembinaan). Pidana hudud bisa turun jadi ta`zir bila syarat jatuhnya sanksi hudud tak terpenuhi. Misalnya, orang berzina tapi tak disaksikan empat saksi. &amp;quot;Selama hudud dan qishash belum terjelma dalam perda, tapi masih lebih banyak berupa ta`zir, maka itu masih transisi dari level ketiga ke level keempat,&amp;quot; ujarnya. Jadi, negara Islam masih cukup jauh. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Dua ormas Islam terbesar, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, tetap setia dengan Indonesia sebagai negara-bangsa. Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir juga menyatakan hal serupa. Besarnya dukungan pada syariat Islam tampaknya tidak berbanding lurus dengan sokongan pada negara Islam. Indonesia saat ini baru marak sebagai &amp;quot;negeri syariah&amp;quot;, bukan &amp;quot;negara syariah&amp;quot;. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Tahoma"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Asrori S. Karni dan Bernadetta Febriana, dan Anthony (Makassar) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;        &lt;p&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-fareast-theme-font: minor-fareast; mso-ansi-language: in; mso-fareast-language: in; mso-bidi-language: ar-sa"&gt;&lt;font face="Tahoma"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;[Laporan Utama, Gatra Edisi 25 Beredar Senin, 1 Mei 2006&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-4958021616945785152?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/4958021616945785152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2006/05/gelora-syariah-mengepung-kota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/4958021616945785152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/4958021616945785152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2006/05/gelora-syariah-mengepung-kota.html' title='Gelora Syariah Mengepung Kota'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNJKUZJ89GI/AAAAAAAAAK4/jeKDPSZa-S4/s72-c/gatra_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-1197005290713656766</id><published>2006-04-03T12:33:00.000+07:00</published><updated>2010-11-04T12:35:22.420+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gatra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News-Papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News Story'/><title type='text'>Muka Dua Australia di Papua</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNJGBpqn33I/AAAAAAAAAKs/cuqs-GN73lA/s1600-h/west-papua-flag%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="west-papua-flag" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 5px 5px 0px; border-right-width: 0px" height="198" alt="west-papua-flag" src="http://lh6.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNJGD1tkhuI/AAAAAAAAAKw/okzwS3aIs40/west-papua-flag_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="260" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; AJAKAN itu disampaikan setengah berbisik. ''Kita cari suaka saja ke luar negeri!'' kata seorang mahasiswa ke kuping Arsio Richard Iek, yang tengah tergeletak lunglai di bangsal Rumah Sakit Dian Harapan, Jayapura, Papua. Arsio tak menjawab. Ia hanya menyeringai, menahan sakit di bagian pinggang yang terkoyak oleh sebutir pelor. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Bagi Arsio, ajakan seorang teman itu cukup mengusik. Apalagi disampaikan ketika ia merasa terancam. Boleh jadi, ia akan merasa lebih damai bila jadi menjauh dari tanah kelahirannya, Papua. &lt;/font&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Menggantikan maut yang selalu mengintip di setiap sudut dan celah waktu. Seperti yang baru dialaminya sehari sebelumnya, tepatnya Selasa pekan lalu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Ceritanya, hari itu Arsio sedang bersukacita. Baru saja ia dinyatakan lulus dari Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura. Untuk merayakan keberhasilannya, ia beserta istri dan beberapa teman menggelar pesta ikan bakar di rumah. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Usai pesta, mereka lantas menuju kawasan Bumi Perkemahan Cenderawasih, sebuah dataran tinggi yang biasa digunakan warga setempat untuk menikmati pemandangan kelap-kelip lampu kota di malam hari. Namun, belum juga mereka sampai di tujuan, tiba-tiba dari arah atas meluncur dua sepeda motor, dan berhenti tepat di depan rombongan. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Tanpa ba-bi-bu, di kegelapan malam, seorang dari pengendara motor itu mengeluarkan senjata api. &amp;quot;Dor....!&amp;quot; Senjata menyalak. Sejurus kemudian, tubuh Arsio ambruk bersimbah darah. Jarum jam menunjukkan pukul 21.30 Waktu Indonesia Timur. Suasana jadi panik. Si penembak gelap langsung tancap gas. Sia-sia saja upaya kawan-kawan Arsio mengejar. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Arsio sendiri langsung dilarikan ke Rumah Sakit Dian Harapan, yang berjarak empat kilometer dari tempat kejadian. Esok harinya, ia menjalani operasi guna mengangkat pelor yang bersarang di tubuhnya. ''Peluru bersarang di kandung kemih. Sebelumnya merusak bagian bawah ginjal dan sebagian usus,'' kata Theo Rompas, dokter yang membedah Arsio. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Kini kepala proyektil telah dikirim ke Puslabfor Mabes Polri, Jakarta, untuk menjalani uji balistik. ''Kami menunggu hasil. Apakah peluru yang digunakan itu berasal dari senjata milik polisi atau TNI atau sipil,'' kata Komisaris Besar Kartono, Kepala Humas Kepolisian Daerah (Polda) Papua. Pasalnya, kata Kartono, hingga saat ini ada puluhan surat izin kepemilikan senjata yang dkeluarkan polisi bagi warga sipil. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Apa pun hasilnya, tetap saja rasa takut kadung merasuk pada sebagian warga, terutama keluarga Arsio. Jaminan keamanan dari Polda Papua pasca-insiden Abepura, 16 Maret lalu, dipertanyakan. ''Mana janji Kapolda yang bilang akan memberikan jaminan keamanan bagi kami,&amp;quot; kata Salmon Iek, ayah Arsio. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Celakanya, situasi ini langsung disambar oleh kelompok-kelompok yang selalu bersuara miring terhadap keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ketegangan pasca-peristiwa berdarah Abepura seakan menjadi minyak bagi api pembangkangan mereka. Isu-isu yang digulirkan pun bergeser. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Semula mereka menyoal keberadaan Freeport, perusahaan tambang emas dan tembaga di Timika. Tapi, setelah rusuh, suara mereka menjurus ke sentimen anti-Jakarta. ''Demo Freeport hanya tunggangan,'' kata Moses Weror, pentolan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang bersembunyi di Madang, Papua Nugini (PNG), sejak 1984, seraya mengklaim berada di balik aksi demo anti-Freeport di Abepura. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Pengakuan Moses ini sejalan dengan temuan intelijen bahwa target peristiwa Abepura sebetulnya untuk mencoreng Pemerintah Indonesia. Cita-citanya, aksi unjuk rasa berbuntut pelanggaran hak asasi manusia. Sehingga menjadi jualan yang laku bagi pembentukan opini dunia. Celakanya, yang terjadi di lapangan malah sebaliknya. Empat aparat keamanan Indonesia justru tewas mengenaskan di tangan pendemo. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Mereka kembali mendapat peluang setelah aparat kepolisian menyisir para otak demonstrasi ke hutan-hutan. Maka, meluncurlah tudingan bahwa sejumlah mahasiswa telah jadi korban kebrutalan polisi. Sejak itulah sentimen anti-Jakarta menyeruak. Dan seakan mendapat pengukuhan dengan pemberian suaka kepada 42 warga Papua oleh Australia. Maka, gerakan mencari suaka pun mendapat ruang. Seperti ajakan yang dibisikkan kepada Arsio tadi. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Seorang aktivis Parlemen Jalanan, kelompok yang rajin berunjuk rasa, yang tak mau disebut namanya mengatakan, setidaknya ada enam mahasiswa Uncen yang kini sedang berjuang mendapat suaka dari negeri tetangga, PNG. Tiga di antaranya sudah tiba di PNG, yakni Claudius, Yurianus, dan Roberth. Sedangkan sisanya baru saja menyeberang. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Moses Weror, dari PNG, malah menyebutkan, para pencari suaka itu terdiri dari 16 mahasiswa dan tujuh pemuda yang dituduh sebagai otak demonstrasi. ''Mereka kini sudah berada di PNG, menyeberang lewat jalan tikus,'' katanya kepada Gatra lewat percakapan telepon internasional, sambil menyatakan bahwa penyeberangan ini akan disusul oleh kloter berikutnya. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Selain PNG, kata Moses, Australia dan Vanuatu menjadi negara tujuan pencari suaka. Moses mengklaim, ''Khusus Vanuatu, sudah ada kabar gembira. Warga Papua yang memperjuangkan Papua merdeka, berapa pun jumlahnya, akan diterima.'' Pintu ini terbuka lebar, tutur Moses, berkat lobi pentolan OPM lainnya di Vanuatu, John Otto Ondowame dan Andy Ayamisemba. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Para pembelot itu selama ini dikenal sebagai aktivis yang kerap bergabung dengan organisasi-organisasi yang berada di luar kampus. Sekali waktu mereka bergabung dengan Parlemen Jalanan, dan pada kesempatan lain larut dengan Front Pepera PB (Perjuangan Pembebasan Rakyat Papua Barat). Kedua organisasi ini disebut-sebut polisi berada di belakang peristiwa berdarah Abepura. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Front Pepera PB dibentuk pada akhir Agustus 2005, usai aksi besar-besaran Dewan Adat Papua yang mengembalikan otonomi khusus (otsus), 12 Agustus 2005. Tokoh pendirinya adalah Hans Gebze dan Selvius Bobby. Selvi --panggilan Selvius Bobby-- tercatat sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat Fajar Timur, yang kampusnya berdekatan dengan kampus Uncen di Abepura. Sedangkan Hans dikenal sebagai mahasiswa migran dari Jakarta. Tidak jelas kuliahnya di mana. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Dalam aksi-aksinya, Front Pepera PB selalu membawa bendera warna hitam yang di tengahnya terdapat lingkaran bergaris putih dan huruf M di dalam lingkaran. Tidak jelas arti M di bendera tersebut. Orang yang mengikuti aksi sering menyebutnya sebagai &amp;quot;Merdeka&amp;quot;. Front Pepera dikenal sebagai kelompok semiradikal. Kadang bisa diatur, kadang tidak. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Dalam sebuah pada Oktober 2005, Hans Gebze sempat menggalang massa untuk menduduki kantor DPRD Papua. Tuntutannya sama dengan aksi 12 Agustus, yakni pengembalian otsus. Namun dibumbui dengan tuntutan macam-macam, seperti dialog internasional untuk referendum. Akibat aksi-aksi itu, Hans menjadi uberan aparat keamanan sehingga harus ngumpet di Jakarta. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Sepeninggal Hans yang hingga kini masih bersembunyi, Front Pepera PB dipegang oleh sekjennya, Selvi. Aksi-aksi pun terus dilakukan, sejalan dengan peristiwa-peristiwa yang bergejolak di Papua. Saat terjadi kasus penembakan Waghete pada 20 Januari lalu, yang menewaskan seorang pelajar SMP, kelompok ini turun dan meleburkan diri dengan Solidaritas Masyarakat Papua Peduli Waghete. Di dalamnya ada juga Solidaritas Rakyat Papua Anti-Militerisme, yang dimotori Jeffrison Pagawak. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Duet Selvi dan Jeffri --panggilan Jeffrison Pagawak-- terakhir menggalang kekuatan massa saat terjadi ledakan kasus Freeport. Di samping dua nama itu, ada juga Markus Haluk, aktivis Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah se-Indonesia. Markus pun menjadi penggerak Solidaritas Masyarakat Papua Peduli Kasus Mile 72, yang melakukan aksi tuntutan tutup Freeport di Jayapura. Kasus Mile 72 meledak menyusul pengusiran warga Papua yang sedang memungut ceceran bijih emas di kubangan tailing, limbah penambangan emas. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Pada 15 Maret lalu, Silvi kembali terlihat di Abepura. Ia muncul bersama Kosmos, pentolan Parlemen Jalanan. Esok harinya, meledaklah peristiwa Abepura. Agenda yang diusung tetap: &amp;quot;Tutup Freeport!&amp;quot; Namun, di balik itu, rencana lain tersimpan. Yakni menggelindingkan hasrat Papua merdeka. Sampai akhirnya, waktu untuk &amp;quot;menjualnya&amp;quot; dirasakan tepat, lewat isu pelanggaran hak asasi manusia dan pencarian suaka. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Nah, di sini, peran Australia tak bisa diabaikan. Seperti diakui oleh banyak pentolan pergerakan anti-NKRI, gairah mencari suaka itu sangat terinspirasi oleh sikap Australia yang dengan mudah memberi visa menetap sementara kepada 42 warga Papua, sebulan lalu. Lantas semakin mendapat angin setelah beberapa politisi di Australia ikut nimbrung. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Kerry Nettle, senator dari Partai Hijau Australia, misalnya, langsung jadi &amp;quot;kompor&amp;quot; tak lama setelah peristiwa Abepura. Ia menuding, aparat keamanan telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Mereka menguber mahasiswa hingga ke pegunungan. Malah perempuan yang selalu mengampanyekan Papua merdeka ini bernafsu untuk terbang ke Papua. Hanya saja, Pemerintah Indonesia menutup rapat pintu bagi kedatangannya. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Toh, Nettle tak berhenti cerewet. Larangan datang ke Papua ditudingnya sebagai tindakan kontraproduktif. ''Ini justru memberi kesan, Indonesia ingin menyembunyikan bukti dari komunitas internasional tentang bagaimana mereka (Indonesia) memperlakukan warga Papua Barat. Kalau Indonesia bangga dengan apa yang dilakukan di Papua, harusnya menerima pengamat dunia internasional,'' katanya kepada Gatra, memancing. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Nettle tak sendirian. Senator Bob Brown, rekan Nettle di Partai Hijau, dan Senator Natsaha Stott Despoja dari Partai Demokrat, ikut &amp;quot;bernyanyi&amp;quot;. Keduanya menelan mentah-mentah informasi telah terbunuhnya 16 mahasiswa Uncen yang disampaikan oleh sebuah LSM Papua. Mereka pun bersemangat menjadikan kabar ini sebagai isu internasional. Padahal, kebenaran soal tudingan itu tak pernah terbukti. ''Jangan hanya bicara, berikan bukti,'' Desra Percaya, juru bicara Departemen Luar Negeri, menantang. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Bob bahkan mendesak pemerintahan Perdana Menteri John Howard bersikap lebih serius terhadap kasus Papua. Seperti dikutip oleh ABC NewsOnline, Bob membandingkan situasi ini dengan Irak semasa di bawah Saddam Hussein. ''Pemerintahan Howard telah mengambil bagian dalam invasi Bush (George W. Bush, Presiden Amerika Serikat --Red.) untuk kemerdekaan dan demokrasi di Irak,'' katanya. Tapi, lanjut Bob, ''Ketika hal ini menimpa tetangga kita (Papua), tak ada lagi dukungan kemerdekaan dan demokrasi itu.'' &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Campur tangan itu tak sebatas dijangkau dari dataran Australia. Disinyalir, tangan-tangan negeri tetangga itu sudah sampai di Papua. Mengobok-obok dari dalam. Sinyalemen ini diungkap anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Mengutip laporan intelijen, kata Effendi, terdapat bukti kuat bahwa Australia mendukung gerakan OPM. ''Mereka memberi bantuan-bantuan yang sangat tertutup (ke OPM),'' ujar Effendi kepada Lukman Hakim Arifin dari Gatra, sembari menegaskan bahwa bantuan itu berbentuk dana segar. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Dukungan lainnya diperlihatkan oleh Dewan Serikat Pekerja Australia (ACTU --Australian Council of Trade Union). Bentuknya, lewat penandatanganan nota kesepakatan dengan OPM. Dalam kesepakatan itu, ACTU mendesak Indonesia mendukung kemerdekaan Papua. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Sinyalemen Effendi bisa jadi benar. Namun, di permukaan, pemerintahan John Howard tampak ramah ke Jakarta. Sampai saat ini, Howard tak terpancing oleh memanasnya Papua. Malah, terkait dengan pemberian visa sementara kepada 42 warga Papua pun, Howard masih yakin, ''Hal ini tak bakal merusak hubungan baik Australia dengan Indonesia. Apalagi sampai terjadi pemutusan hubungan diplomatik.'' Howard juga memaklumi sikap Indonesia yang menarik sementara duta besarnya untuk Australia, Mohammad Hamzah Thayeb. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Benarkah Australia bakal teguh, tak tertarik pada gerakan kemerdekaan Papua? Lepasnya Timor Timur dari NKRI sudah sewajarnya membuat Indonesia hati-hati. Sebab desakan elemen-elemen di luar eksekutif Australia terbukti berhasil membuat John Howard pergi ke lain hati. Howard berbalik mendukung, bahkan menjadi bagian dari motor lepasnya Timor Timur. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Jeffry Leonardo, pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengingatkan bahwa apa yang dilakukan Australia saat ini --khususnya pemberian suaka kepada 42 orang Papua-- tak jauh berbeda dengan sikapnya menjelang gejolak di Timor Timur. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Jeffry merujuk contoh pemberian suaka oleh Australia kepada Fransisco Gama alias Cikitu dan kawan-kawan. ''Ketika itu, mereka (Cikitu cs) menjadi bagian kesebelasan Timtim yang mewakili Indonesia pada Arafura Games di Australia tahun 1990,'' kata Jeffry kepada Antonius Un Taolin dari Gatra. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Wajar kalau Jeffry mewanti-wanti. Sikap pemerintahan John Howard bisa berbalik 180 derajat ketika situasi di Papua sudah &amp;quot;matang&amp;quot;. Arah ke sana sebetulnya sudah terlihat. Contoh kecil saja, Senator Barnaby Joyce ikut-ikutan menyuarakan Papua merdeka. Padahal, ia berasal dari Partai Nasional, satu dari dua pilar pendukung pemerintahan Howard. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Secara ekonomi, menurut pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ikrar Nusa Bhakti, kepentingan Australia di Papua tidak begitu besar. Paling hanya Freeport, karena itu merupakan perusahaan multinasional. Tapi, dari segi kepentingan politik, katanya, Australia ingin menjadi superpower di kawasan Pasifik Selatan. &amp;quot;Mereka ingin menunjukkan dirinya sebagai penguasa sekaligus pelindung,&amp;quot; ucapnya. Bagi Australia, bukan rahasia lagi bahwa Indonesia merupakan ancaman serius. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Kalau hal itu (Australia secara resmi memperjuangkan Papua merdeka) kadung terjadi, bisa-bisa Indonesia kembali ketinggalan. Seperti sudah terjadi pada kasus Timor Timur. Sikap perlawanan terhadap Papua bakal menjadi upaya sia-sia belaka. Lebih-lebih, konfrontasi terbuka lewat gelar senjata pun sangat sulit berpeluang. Selain karena Australia mengusiknya lewat dalam Papua sendiri dan pembentukan opini dunia, kekuatan persenjataan mereka sangat jauh dijangkau Tentara Nasional Indonesia. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Sebelum nasi menjadi bubur, Ikrar menyarankan agar Indonesia secepatnya &amp;quot;menekan&amp;quot; Australia. Misalnya dengan menghentikan diskusi kerja sama untuk menyusun perjanjian pertahanan baru dengan Australia, yang sampai saat ini terus berlangsung. &amp;quot;Perjanjian pertahanan baru itu lebih berat kepentingan Australianya, karena berkaitan dengan terorisme,&amp;quot; ujarnya. &amp;quot;Kalau ada teroris di sini, kita usir saja, biar masuk ke Australia,&amp;quot; ia menambahkan. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Ikrar juga setuju, pelajaran terhadap Australia dilakukan dengan penarikan Duta Besar Indonesia dari Canberra, seperti sudah diambil Departemen Luar Negeri. Walau tak sampai harus memutuskan diplomatik, kata Ikrar, ''Bila perlu, menurunkan derajat hubungan diplomatik dengan tak menempatkan duta besar di sana.'' &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Di sisi lain, Ikrar mengkritik kesiapan TNI yang dinilainya lemah. Terutama menyangkut minimnya persenjataan Indonesia. ''Pembelian alutsista juga harus serius,'' kata Ikrar. Senjata itu bukan hanya dipakai untuk internal, tapi untuk memberi pelajaran kepada negara yang macam-macam seperti Australia,'' ujar Ikrar. Kalau tidak, TNI hanya menjadi macan ompong. ''Perang? Perang pakai apa?'' katanya sambil tertawa. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Kritik Ikrar sangat beralasan. Hingga saat ini, uang belanja persenjataan Indonesia sangat kecil. Untuk tahun anggaran ini saja, menurut Juwono Sudarsono, Menteri Pertahanan, hanya Rp 28,5 trilyun, atau setengah dari angka kebutuhan minimum pertahanan, yakni Rp 56 trilyun. ''Jadi, bila anggaran yang didapat hanya segitu, tetap saja tak bisa mewujudkan mimpi-mimpi indah para pengamat,'' kata Juwono, yang juga guru besar ilmu politik Universitas Indonesia ini. &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="ge"&gt;&lt;font face="Georgia"&gt;Walau kekuatan mesin perang memble, bukan berarti upaya menjaga keutuhan NKRI ikut terabaikan. Setidaknya Indonesia punya sejarah ketahanan yang terbukti tangguh, yakni dengan melibatkan rakyat sebagai garda bangsa terakhir. Keterlibatan emosi bisa timbul bila rakyat merasa aman dan terlindungi. Hanya saja, jika sedikit saja aparat keamanan alpa, bukannya semangat patriotik yang tercipta, melainkan justru ajakan mencari suaka seperti yang dibisikkan kepada Arsio.&lt;/font&gt; &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="ge"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="Tahoma"&gt;&lt;strong&gt;Hidayat Gunadi, Luqman Hakim Arifin, Gatot Aribowo (Jayapura), dan Ida Palaloi (Sydney) &lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;&lt;font face="Tahoma"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Tahoma" size="2"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Tahoma" size="2"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; line-height: normal; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;font face="ge"&gt;&lt;font face="Tahoma"&gt;&lt;strong&gt;[Laporan Utama, Gatra Edisi 21 Beredar Senin, 3 April 2006]&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-1197005290713656766?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/1197005290713656766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2006/04/muka-dua-australia-di-papua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/1197005290713656766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/1197005290713656766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2006/04/muka-dua-australia-di-papua.html' title='Muka Dua Australia di Papua'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNJGD1tkhuI/AAAAAAAAAKw/okzwS3aIs40/s72-c/west-papua-flag_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-5942019223730021300</id><published>2006-03-27T10:12:00.005+07:00</published><updated>2010-11-04T10:31:40.307+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gatra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News-Papua'/><title type='text'>Agenda Papua di Balik Visa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TNIn4X0IqgI/AAAAAAAAAKM/yAZ2aVELh8g/s1600/pic01%28160%29.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TNIn4X0IqgI/AAAAAAAAAKM/yAZ2aVELh8g/s1600/pic01%28160%29.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;BILANGAN&lt;/b&gt; Senayan, Jakarta. Suasana rapat paripurna di Gedung DPR, Jumat pekan lalu, tiba-tiba menghangat. Bukan karena pendingin ruangan ngadat, melainkan lantaran sidang yang mengagendakan penutupan masa sidang pertama DPR yang harusnya adem-ayem malah dihujani interupsi. Sejumlah anggota DPR merasa gerah dan perlu bersuara. Mereka geram atas langkah Australia yang memberi visa kepada 42 warga Papua yang sejak Januari lalu ngendon di sana.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah tidak saja harus memanggil Dubes RI, tapi harus memutuskan hubungan diplomatik dengan Australia," ujar Ali Muchtar Ngabalin, salah satu anggota DPR yang resah. Aroma amarah sungguh terasa. Ali meminta DPR sebagai lembaga tinggi negara bersikap tegas. Sikap Australia dianggap tidak menunjukkan persahabatan lagi terhadap Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Ali diamini sejumlah anggota DPR lainnya. Ketua Fraksi PDIP, Tjahjo Kumolo, bahkan terang-terangan meminta pemerintah memulangkan Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia. Alasannya, Australia telah bertindak berlebihan. ''Negeri kanguru'' itu bukan kali pertama ini mencederai persahabatan dengan Indonesia. Kasus perlakuan tidak manusiawi terhadap nelayan Indonesia, kasus Timor Timur, dan perkara lainnya jadi contoh nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Komisi I dari Fraksi PAN, Djoko Susilo, juga mendesak agar semua kerja sama dengan Australia ditinjau ulang. Bahkan Djoko merekomendasikan agar semua bentuk kerja sama yang menguntungkan Australia dihentikan. Jika tidak demikian, menurut Djoko, Indonesia akan terus dipermalukan dan dibuat mainan. "Australia tidak lagi menghargai Indonesia, karena itu harus diambil sikap yang jelas," kata Djoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Fraksi Partai Golkar, Yuddy Krisnandi, bahkan menuding Australia memiliki agenda tersembunyi di Papua. Yuddy yang juga anggota Komisi I DPR ini melihat pemberian visa tanpa dasar hukum itu melecehkan dan merusak persahabatan dengan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protes keras dan kecurigaan para anggota DPR terhadap Australia itu bukan tanpa alasan. Australia ditengarai ''ngotot'' memberikan visa kepada warga Papua. Padahal, Pemerintah Indonesia sejak jauh hari telah meminta Australia mengembalikan mereka ke Papua. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah secara langsung mengutarakan keinginan Indonesia agar warga Papua itu dikembalikan ke daerah asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, hal itu tetap tak jadi pertimbangan. Australia menampik segala upaya Pemerintah Indonesia. Menurut Amanda Vanstone, Menteri Imigrasi dan Multikultural (DIMIA), pihaknya sama sekali tidak melibatkan ''perasaan'' Indonesia sebagai pertimbangan. Selain dibuat secara independen tanpa campur tangan Pemerintah Australia, keputusan yang diambil instansinya, kata Amanda, merupakan putusan berdasarkan pertimbangan individu. "Kami mendasarkan pada hukum Australia yang mengikuti hukum internasional," ujar Amanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis pekan lalu, pihak DIMIA memutuskan memberikan visa perlindungan sementara kepada sekelompok warga Papua yang menyeberang ke Australia. Kelompok berjumlah 43 orang yang dipimpin Herman Wanggai itu tertangkap oleh patroli pantai Australia di Pantai Cape York, Queensland, 18 Januari lalu. Herman yang membawa pula kelurganya meminta suaka kepada Pemerintah Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIMIA sah saja berkilah. Namun dugaan adanya intervensi di balik keputusan itu tetap tercium. Maklum, sebelum keluar pernyataan pemberian visa, Pemerintah Australia sempat menerima surat dukungan dari sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat, antara lain Patrick J. Kennedy, Eni Faleomavaega, dan Donald Payne, akhir Januari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para senator Amerika yang selama ini terkenal resek untuk soal kewilayahan yang menyangkut Indonesia, terutama Papua, meminta Australia tidak mengembalikan para warga Papua tersebut kepada Indonesia. Namun, apakah hal ini yang melatarbelakangi keberanian Australia? Tak jelas juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, hingga akhir pekan lalu, belum terlihat tanda-tanda Pemerintah Australia melunakkan kebijakan soal visa itu. Ketua DPR Agung Laksono sendiri memutuskan menunggu respons dari Pemerintah Australia untuk mengambil langkah selanjutnya. DPR, menurut Agung, juga merasa perlu memanggil Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda, untuk dimintai klarifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Di sudut Pejambon, Jakarta, tempat para diplomat meniti karier, aroma kekecewaan juga terasa. Maklum, masalah visa Australia untuk warga Papua itu tidaklah lepas dari urusan Departemen Luar Negeri. "Kami sangat terkejut, kecewa, dan menyesalkan kebijakan Australia tersebut," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu), Hassan Wirajuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hassan Wirajuda, yang sebelumnya sempat ditelepon ''counterpart''-nya dari Australia, Menlu Alexander Downer, perihal visa tersebut, cepat membuat keputusan. Dubes Indonesia untuk Australia, Teuku Mohammad Hamzah Thayeb, dipanggil pulang. Hassan kecewa karena berbagai upaya Pemerintah RI untuk meyakinkan bahwa warga Papua di Australia itu tidak dalam tekanan atau tengah dikejar hukum tidak digubris. "Level tertinggi pemerintahan sudah menjamin keamanan mereka bila kembali ke Indonesia," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru bicara Departemen Luar Negeri, Yuri Thamrin, melihat keputusan DIMIA itu sama sekali tak berdasar. Pemerintah Indonesia menganggap para pencari suaka itu sekadar migran ekonomi yang berusaha mencari kehidupan baru yang lebih baik. Yuri menyesalkan klaim tanpa dasar yang diajukan para pencari suaka itu telah diterima sebagai alasan pemberian visa. "Padahal, klaim itu sangat sepihak, tanpa mendengar pendapat dari Pemerintah RI," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian visa itu, tambah Yuri, merupakan preseden buruk bagi hubungan kedua negara. Pemerintah Australia sama sekali tidak mempertimbangkan perasaan rakyat Indonesia terhadap isu ini. "Keputusan itu seolah membenarkan spekulasi yang beredar bahwa ada elemen-elemen di Australia yang membantu gerakan separatisme di Papua. Dan Pemerintah Australia tidak melakukan apa pun terhadap mereka," kata Yuri, yang juga merangkap sebagai Direktur Urusan Asia Timur Pasifik, Departemen Luar Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mengherankan jika ayah dua putra, kelahiran 31 Oktober 1961, itu menengarai adanya standar ganda pihak Pemerintah Australia dalam kasus Papua. Maklum, ini bukan kali pertama Australia mengalami masalah dengan para pencari suaka. Sebelumnya Australia sempat disibukkan oleh persoalan masuknya manusia perahu asal Afghanistan. Namun Australia secara kaku dan keras menolak mereka. "Pencari suaka dari negara Timur Tengah saja ditolak tegas, sedangkan pencari suaka dari Indonesia malah dikabulkan dengan tergesa-gesa dan gegabah," tutur Yuri, gusar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan DIMIA kali ini, menurut Yuri, bertentangan dengan semangat kerja sama bilateral, khususnya dalam mencegah imigran gelap. Selama ini, kedua negara berupaya keras untuk mewujudkannya. "Kebijakan ini bakal memperlemah komitmen negara-negara terkait dalam kerja sama pencegahan imigran gelap," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yuri, selain ke-42 orang yang sudah jelas nasibnya, satu warga Papua lainnya kini dikabarkan juga mendapat visa dari Pemerintah Jepang. "Kami memang baru mendengar dan sedang kami cek," ujar Yuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun langkah protes dan penarikan dubes tampaknya belum cukup. Pihak imigrasi Australia sendiri tak terlalu memikirkan dampak pemberian visa itu. Kemungkinan adanya pemutusan hubungan diplomatik disuarakan kalangan DPR. Tapi Hasan Wirajuda mengaku belum membahas langkah sejauh itu. "Kami belum bicara sejauh itu," kata Hassan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun itu, kini publik Indonesia menanti respons dari Pemerintah Australia. Maklum, hingga kini, lewat pernyataan Dubes Australia untuk Indonesia, Bill Former, Pemerintah Australia ternyata tak menyinggung rencana revisi pemberian suaka tersebut. Bahkan Pemerintah Australia selalu berkilah bahwa keputusan DIMIA merupakan keputusan independen dan bukan keputusan eksekutif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill menegaskan kembali komitmen Australia yang tetap menghormati keutuhan dan integritas wilayah Indonesia. "Australia tidak mendukung separatisme atau kemerdekaan bagi Papua," ujar Bill Former.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak DIMIA, menurut rencana, akan segera memindahkan warga negara Indonesia itu ke daratan Australia. Mereka akan diperlakukan laiknya warga penerima suaka lainnya di Australia. Menurut Amanda Vanstone, warga Indonesia itu bakal dipindahkan ke Melbourne. Bahkan 10 orang di antaranya sudah berada di Perth untuk mendapat pelayanan kesehatan. "Semuanya sehat untuk berbaur dengan masyarakat umum," kata Amanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, pimpinan warga Papua yang meminta suaka, Herman Wanggai, menyambut baik putusan DIMIA. "Keputusan itu telah menghargai hak-hak asasi manusia kami," tutur Herman, yang pernah ditahan di Indonesia dalam kasus pengibaran bendera ''Bintang 14'' pada 14 Desember 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Herman, langkahnya menyeberang ke Australia didasarkan atas tindakan kekerasan dan intimidasi yang kerap dilakukan pihak berwenang Indonesia. Ayah dua anak ini mengaku kepada otoritas DIMIA bahwa sering terjadi penganiayaan dan pembunuhan terhadap aktivis kemerdekaan di Papua. Benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima TNI, Marsekal Djoko Suyanto, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengejar 43 warga Papua yang kabur ke Australia itu. ''Saya menjamin, TNI tidak ada niatan mengejar mereka,'' kata Djoko, usai sidang terbatas di kantor Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang dipimpin Menko Widodo AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia bisa berkilah, tapi Australia punya keputusan. Bagi sejumlah pihak di Australia, Herman Wanggai memang punya nilai tersendiri. Warga Papua yang mengklaim dirinya sebagai pimpinan organisasi Melanesia Barat itu kerap bertemu dengan Senator Kerry Nettle. Senator dari Partai Hijau Australia ini terkenal sebagai pendukung Papua Merdeka. Kerry sendiri saat ini dicekal masuk ke Papua oleh Pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi keras Indonesia tidak urung memunculkan perhatian besar dari kalangan oposisi di Australia. Menurut Kim Beazley, pimpinan Partai Oposisi, penarikan Dubes RI merupakan langkah serius dan sangat mengganggu. Beazley berjanji akan meminta Pemerintah RI dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memikirkan kembali langkah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kim Beazley, sebagaimana dikutip The Australian, menuding Jakarta melakukan reaksi berlebihan atas pemberian visa kepada pengungsi Papua itu. Beazley bahkan meminta Indonesia mempertimbangkan kembali keputusannya untuk menarik Dubes RI di Australia. "Ini langkah berlebihan," kata Beazley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pihak imigrasi, menurut Beazley, bukanlah berdasarkan sikap politik Pemerintah Australia terhadap Papua. Australia, kata Beazley, sejak dulu meyakini bahwa Papua merupakan bagian integral dari Indonesia. "Tidak ada sub-agenda Australia untuk melihat terlepasnya daerah tersebut. Tidak ada sama sekali," Beazley menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hendri Firzani, Alexander Wibisono, Arief Ardiansyah, dan Gatot Aribowo (Jayapura)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;[Laporan Utama, Gatra Edisi 20 Beredar Senin, 27 Maret 2006]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-5942019223730021300?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/5942019223730021300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2006/03/agenda-papua-di-balik-visa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/5942019223730021300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/5942019223730021300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2006/03/agenda-papua-di-balik-visa.html' title='Agenda Papua di Balik Visa'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TNIn4X0IqgI/AAAAAAAAAKM/yAZ2aVELh8g/s72-c/pic01%28160%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-2914089619646304470</id><published>2006-03-20T19:03:00.006+07:00</published><updated>2010-10-18T07:15:57.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News-Papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News Story'/><title type='text'>Abepura Berdarah 16 Maret 2006</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Intifada Memakan 3 Brimob&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kesaksian jurnalis televisi ketika merekam tragedi yang menyanyatkan hati.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLlaTnvoQ_I/AAAAAAAAAGU/evaJqnPy5-g/s1600/Evakuasi+16+Maret.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLlaTnvoQ_I/AAAAAAAAAGU/evaJqnPy5-g/s1600/Evakuasi+16+Maret.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;oleh: Gatot Aribowo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“SAYA TAHU DIA PERGI (MAIN) BILYARD.”&lt;/strong&gt; Kata itu keluar dua kali dalam isak tangis Ida, di teras ruangan UGD RSUD Abepura, Kamis siang, 16 Maret lalu. Lirih. Air mata berlinang, mengiringi suasana haru orang-orang disekitarnya. Dipeluknya seorang anggota Brimob Polda Papua dan ditumpahkan kesedihan dan kepiluan hati seorang istri yang ditinggal mati suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ida adalah istri dari Briptu Arizona yang meninggal di RSUD Abepura usai pembubaran aksi pemalangan jalan menuntut penutupan PT Freeport di depan Kampus Uncen, Abepura, 16 Maret lalu. Selain Briptu Arizona, dua anggota Brimob lainnya, masing-masing: Brigadir Syamsudin dan Baratu Daud Sulaiman meninggal ditempat kejadian. Sementara 1 intel Lanud Jayapura, Agung Triyadi ditemukan tewas mengenaskan didalam kampus Uncen.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang luka-luka, sedikitnya ada 20-an orang dengan 1 kritis. Sebagian rawat di RSUD Abepura dan sebagian RS Bhayangkara Polda Papua. Data terakhir menyebutkan, 2 kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brigadir Syamsudin dan Baratu Daud Sulaiman dievakuasi dua jam setelah kejadian berlangsung. Proses evakuasi berjalan lamban mengingat suasana saat itu masih riskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembubaran aksi pemalangan jalan menuntut penutupan PT Freeport dilakukan setelah proses negosiasi mentok. Akhirnya pembubaran paksa itu berbuntut aksi lempar batu dari kelompok massa yang melakukan pemalangan jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi lempar batu terjadi dua kali. Aksi yang pertama terjadi di jalan depan pelataran Aula Uncen. Berawal ketika Waka Polresta Jayapura Kompol Gatot Aris Purbaya meminta bubar ke massa dari pengeras suara mobil polisi. Namun seruan itu tak digubris oleh massa. Berkali-kali seruan, malah menuai lemparan batu. Suasana mulai kacau. Barikade pasukan polisi bertameng dari Satuan Dalmas Polresta Jayapura menjadi tameng. Sedikit-sedikit upaya meredam yang dilakukan beberapa koordinator massa dan komandan-komandan lapangan dari Polisi mampu menghentikan aksi lemparan batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami meminta ke anggota masyarakat yang tidak tergabung dalam aksi, agar keluar dari pinggir kanan kiri jalan! Kami tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi,” teriak salah seorang petugas polisi dari pengeras suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami menghimbau ke saudara-saudara, bapak-bapak, ibu-ibu yang ada ditengah jalan, agar segera membubarkan diri! Kalian telah melanggar undang-undang dengan mengganggu ketertiban umum. Sekali lagi, atas nama undang-undang, kami meminta untuk segera membubarkan diri!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seruan-seruan itu terdengar berulang kali setelah massa belum juga keluar dari badan ruas utama jalan. Bahkan terus menuai emosi dari massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosi itu sebetulnya sudah bangkit ketika barikade polisi maju dua langkah saat proses negosiasi berlangsung sebelum aksi lempar batu yang pertama terjadi.&lt;br /&gt;Nego dilakukan antara koordinator dengan petugas polisi yang jadi komandan lapangan. Tidak jelas, siapa yang komandan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat Kapolresta Jayapura AKBP Taufik Pribadi –yang baru dua minggu dilantik- juga jarang memegang kendali. Lebih sering dilakukan oleh pejabat-pejabat Polda Papua yang berpangkat satu tingkat diatasnya. Setidaknya ada dua pejabat Polda Papua berpangkat melati tiga (Kombes) yang sering bergantian melakukan negosiasi. Ditengah-tengahnya, Direktur Kontras Papua Pieter Ell ikut membantu proses nogosiasi antara dua pihak yang berhadapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam nego-nego, Kosmos, salah seorang pucuk koordinator, meminta massa-nya mundur empat langkah ke belakang setelah menyatakan akan menjamin kehadiran Pangdam XVII/Trikora dan Kapolda Papua dalam aksi berikutnya. “Saya menjamin, dengan bantuan lobi kakak-kakak kita, Pangdam dan Kapolda akan datang menemui kita. Tapi tidak hari ini. Aksi berikutnya, hari Sabtu (18 Maret). Sekarang saya minta, mundur empat langkah! Satu..! Dua…!Tiga…! Empat…!” Terdengar suara Kosmos melalui pengeras suara ke arah massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat bersamaan, tiba-tiba barikade polisi maju dua langkah. Ketika itulah emosi massa mulai bangkit. Kosmos sempat memperingatkan barikade polisi untuk tetap mundur, kembali ke tempat semula. Namun tidak digubris oleh barikade polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai aksi pelemparan batu yang pertama, Selvius Bobby yang selama ini terkenal dengan Front Perjuangan Pembebasan Rakyat (Pepera) Papua Barat ditangkap, dan dimasukkan ke truk polisi. Sempat terdengar teriakannya berkali-kali, “kawan-kawan! Kawan-kawan!” Sebelum akhirnya truk itu lari ke arah Abepura membawa Selvi –panggilan Selvius Bobby- menuju Polresta Jayapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkapan Selvius ini memicu semakin alotnya negosiasi kedua yang dilakukan setelah aksi pelemparan batu yang pertama. Massa masih menduduki jalan. Kali ini mundur ke arah pintu gerbang Kampus Uncen. Berjarak sekitar 10-15 meter ke Abepura dari jembatan penyeberangan. Mereka duduk bersila, bergerombol memenuhi badan jalan yang terdiri dari dua ruas. Dibelakangnya, api masih menyala-nyala dari dua area tempat pembakaran ban. Asap menerpa ke tempat saya berdiri di jembatan penyeberangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang dari kelompok massa telah mempersiapkan batu-batu. Siap dilempar bila terjadi pemaksaan dari polisi. Sedikitnya dua orang terlihat telah menyiakan batu ditangannya yang dilipat ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi pinggir kiri jalan (dalam area kelompok massa), terlihat 3 anggota intel dari beberapa kesatuan TNI maupun polisi. Salah satunya Agung Triyadi, intel Lanud Jayapura yang ditemukan tewas didalam lingkungan kampus Uncen, saat dilakukan penyisiran usai kejadian. Dimungkinkan, Agung dan kawan-kawan disampingnnya telah diincar beberapa orang dari kelompok massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah jembatan penyeberangan, sebuah tenda perpal warna oranye telah terpasang. Terikat dengan tali yang diikat di jembatan dan pintu gerbang Kampus Uncen. Entah dimaksudkan untuk apa. Sebab disekitar lokasi tenda, teduh oleh rindangnya pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan ke arah Sentani, sepanjang 20-an meter dari jembatan penyeberangan, pohon-pohon sengaja ditumbangkan dan ditaruh di tengah jalan. Beberapa lokasi, api terlihat menyala-nyala dari tumpukan ban yang dibakar. Asap tebal mengepul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara didepan gerombolan massa, Kasat Sabhara Polresta Jayapura, AKP Rumarupen terlihat masih melakukan negosiasi dengan beberapa koordinator aksi. Negosiasi juga dibantu oleh beberapa orang dari massa yang dianggap tetua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negosiasi hampir membuahkan hasil. Koordinator-koordinator massa setuju akan membuka satu ruas jalan. Dengan catatan: Selvius Bobby dilepas. Tapi massa menghendaki Selvi dilepas dulu ke hadapan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat negosiasi dilanjut ulang, dua truk Brimob datang dengan kecepatan tinggi dari arah Abepura. Berhenti tepat di belakang barikade polisi yang berjumlah tidak kurang dari 30-an anggota. Melihat itu, massa mulai bersiap-siap. Beberapa koordinator massa mulai enggan melanjutkan negosiasi. Suasanan semakin panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah barisan massa, beberapa orang mulai mengambil batu, disiapkan ditangan yang dilipat di belakang tubuhnya. Ada juga yang pegang batunya ditunjukkan. Siap dilempar, bila chaos.Sebagian yang lain memberi aba-aba ke arah massa yang berada di luar badan jalan untuk masuk ke barisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan massa terdepan mulai berpegangan tangan. Kosmos terlihat mundur ke sisi kanan barikade massa, lalu masuk ke ke tengah-tengah barisan terdepan massa. Ikut bersila. Sejenak kemudian bangkit dan memberikan arahan. Tangannya bergerak-gerak ke depan belakang, kadang memutar mengikuti gerakan tubuhnya mengiringi instruksinya ke beberapa orang didepannya. Sesaat kemudian, dia masuk lagi ke barisan terdepan dan berpegangan tangan dengan anggota massanya disisi kanan kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didepan, barikade polisi Dalmas Polresta Jayapura bergeser ke ruas jalan seberang kampus. Jumlahnya tidak kurang dari 30-an. Disisi satunya, barikade polisi Brimob Polda Papua membentuk barisan barikade bertameng lebih besar dari tameng Dalmas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekali lagi, kami minta ke masyarakat yang ada di depan, yang memenuhi jalan. Agar membubarkan diri!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suruan dari polisi terdengar kembali diiringi barikade polisi yang mulai maju beberapa langkah. Tiba-tiba dari ruas jalan sisi barikade Dalmas, tiga anggota Brimob berlari dari pinggir masuk ke tengah-tengah, diantara dua barikade yang berhadapan. Tembakan gas air mata ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa bubar. Chaos. Lempar batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa berlarian ke arah kampus, di kanan kiri jalan. Dikejar aparat. Barikade meringsek maju, sepanjang 30-an meter dari posisi semula. Melewati jembatan penyeberangan dan pintu gerbang kampus. Ada 60-an anggota gabungan Dalmas dan Brimob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan batu dari sisi kiri kanan, dari dalam kampus menerpa dengan iringan khas, “hu…hu…hu…hu.” 60-an anggota ini terjebak. Dibelakang, tidak ada pasukan yang menghalau massa. Mereka juga terhalau oleh serangan batu.&lt;br /&gt;Mau masuk kampus, daerah terlarang. Tidak ada hak polisi masuk area kampus. Ini dimanfaatkan massa yang terus menyerbu dengan Intifada, sebutan khas Palestina ketika melawan Israel dengan lemparan batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan intifada itu membuahkan hasil. Satu, dua, tiga dan seterusnya, anggota yang membetuk barikade berlindung tameng, berjatuhan. Coba berlarian mundur ke posisi semula. Jatuh, tersangkut pohon. Dimanfaatkan massa yang berhamburan keluar kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyerbu. Menghajar. Menjatuhkan batu, besar atau kecil ke tubuh anggota-anggota polisi yang jatuh. Tak berdaya. Menunggu ajal menjemput, saat itu juga.&lt;br /&gt;Dramatis. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Video Liputan Abepura Berdarah 16 Maret 2006 oleh Gatot Aribowo&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/1IZhLR65qTo?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/1IZhLR65qTo?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-2914089619646304470?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/2914089619646304470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2006/03/intifada-memakan-3-brimob-oleh-gatot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/2914089619646304470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/2914089619646304470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2006/03/intifada-memakan-3-brimob-oleh-gatot.html' title='Abepura Berdarah 16 Maret 2006'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLlaTnvoQ_I/AAAAAAAAAGU/evaJqnPy5-g/s72-c/Evakuasi+16+Maret.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-275122335885173082</id><published>2006-03-20T18:52:00.005+07:00</published><updated>2010-10-18T07:16:25.221+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News-Papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News Story'/><title type='text'>Pasca Abepura Berdarah 16 Maret 2006</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times&amp;quot;, &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Kemarahan yang Belum Reda&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;, &amp;quot;Helvetica&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3 kawannya meninggal mengenaskan. Didepan mata mereka. Dendam seperti menggelayuti. Tak perduli ke sesama anggota polisi, Brimob juga sering melampiaskan emosi.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;, sans-serif;"&gt;&lt;u&gt;oleh: Gatot Aribowo&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLlcE-wcRqI/AAAAAAAAAGY/oqS5-tkRhDM/s1600/70206_bentrokan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLlcE-wcRqI/AAAAAAAAAGY/oqS5-tkRhDM/s320/70206_bentrokan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;tratatat…tratatat..tat..tat…tang..tang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JUM'AT MALAM&lt;/b&gt; (17 Maret 2006), beberapa kali tembakan terdengar tak jauh dari Balai Wartawan, Kantor PWI Papua. Saka, salah seorang warga yang tinggal dilingkungan Kantor PWI Papua coba mengintip dari balik pagar. Tak ada anggota polisi yang menenteng senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu paginya, kembali dia dengar beberapa kali tembakan. Dia berdiri di depan pagar Balai Wartawan. Dilihatnya seorang anggota Brimob berdiri dipinggir jalan, depan Polsek Jayapura Selatan menembakkan senapannya ke atas. Polsek itu letaknya 20-an meter dari Balai Wartawan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siangnya dia ketemu dengan temannya yang bertugas di Polsek Jayapura Selatan. Cerita-cerita, ternyata ada anggota Brimob Polda Papua yang memainkan senjata di Polsek. Tak ada anggota sesama polisi yang berani memperingatkan, atau melarang. Anggota Polsek diminta kerjasamanya oleh Brimob untuk mengamankan mahasiswa dari pegunungan –daerah gunung seperti: Wamena, Puncak Jaya, Tolikara, Pegunungan Bintang, Yahukimo dan Paniai- yang menyembunyikan diri di sektor Jayapura Selatan. Sebab banyak warga pegunungan yang merantau ke Jayapura dan menghuni di daerah Jayapura Selatan, utamanya pemukiman di belakang Kantor Walikota Jayapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor Walikota itu letaknya juga tak jauh dari Polsek. Hanya dihalangi area kosong seluas lebih dari satu hektar, naik ke ketinggian. Jumat malam, Sabar, seorang warga yang tinggal tak jauh dari Kantor Walikota juga mendengar tembakan yang berasal dari pemukiman. Tembakan untuk menakut-nakuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan memang menyelimuti warga –baik yang melintas atau bermukim- di daerah Padang Bulan, Abepura, Kotaraja hingga Entrop. Daerah Entrop hingga ke Jayapura kotanya, tak terdengar tembakan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markas Brimob Polda Papua letaknya di Kotaraja. Jika diurut daerahnya dari Bandara Sentani ke Jayapura, urutannya sebagai berikut: Kabupaten Jayapura (kota kabupatennya Sentani), Buper, Waena, Padang Bulan, Abepura Kota, Kotaraja, Skyland (jalanan naik), Entrop, terputus ke dua arah menuju Jayapura yakni melewati Polimak dan Hamadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampus Uncen Lama, letaknya diantara Padang Bulan dan Abepura Kota, bersebelahan dengan Kampus STT GKI yang berhadapan dengan Lapangan Trikora.&lt;br /&gt;Jalan penghubung dari Abepura ke Sentani hanya ada satu. Tidak ada jalan alternatif. Jadinya ketika diblokade (dipalang) lalu lintas akan lumpuh total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga yang dari Jayapura dan Abepura ke Padang Bulan, Waena hingga ke Bandara di Sentani dan Sentani Kota tidak akan bisa melintas. Inilah yang menyebabkan beberapa penerbangan pesawat mengalami kerugian, selain aktivitas perekonomian lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang dari Abepura ke Jayapura memiliki alternatif lain, selain melewati Markas Brimob di Kotaraja. Alternatif pertama: memutar ke lingkaran Abepura melalui Tanah Hitam tembus ke Skyland. Jalan ini merupakan ruas jalan utama juga. Sementara alternatif lain melalui jalan-jalan tikus, tanpa perlu melintas di Markas Brimob terletak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif terakhir inilah yang digunakan pasukan Brimob mengatur lalu lintas ketika area jalan didepan markasnya mereka tutup. Penutupan jalan ini dibarengi dengan sweeping Mahasiswa Pegunungan. Sweeping terkadang dibarengi dengan tindakan kekerasan. Bentakan ke warga yang melintas dengan kendaraan sering terlontar. Emosi masih menyelimuti dari Kamis sore, 16 Maret hingga Sabtu pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat pagi sebetulnya aktivitas perekonomian di Abepura mulai berangsur-angsur pulih. Namun ketika beberapa anggota Brimob mulai keluar dengan kendaraan dan mengalungkan senjatanya, warga mulai ketakutan kembali. Anggota-anggota Brimob ini berseliweran disepanjang daerah Abepura. Diperbukitan-perbukitan yang mengelilingi Abepura sering terdengar rentetan senjata. Tidak hanya diperbukitan, kadang rentetan senjata terdengar ditengah-tengah pemukiman penduduk. Mencekam, bak film-film Koboi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota-anggota ini tidak lagi terkontrol. Bahkan Kapolda Papua Irjen Pol Tommy Jacobus berkata, “saya tidak bisa mengendalikan mereka. Cuma bisa menghimbau.”&lt;br /&gt;Mereka melakukan sweeping sendiri. Tanpa komando.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak berumur 10 tahun, Katrin Ohaee menuai emosi tindakan koboi yang dilakukan Brimob. Anak itu hingga Sabtu menjalani operasi pengeluaran peluru. Sebutir peluru nyasar ke punggung sebelah kanannya, Jumat siang, 17 Maret lalu.&lt;br /&gt;Anak ini sedang mengambil jemuran bersama ibunya di belakang rumahnya yang terletak di depan Markas Korem 172/PWY di Padang Bulan, Abepura. Celakanya, posisi belakang rumahnya yang terlindung malah terhantam peluru nyasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya hendak mengecek kondisinya ke Ruang Bedah RSUD Abepura, Sabtu siang, seorang Brimob berpakaian preman langsung melakukan pengusiran. Dengan nada bentakan, “atas ijin siapa kamu masuk sini. Sekarang keluar!” Tangannya menunjuk ke arah luar ruangan. Teriakan, “semua wartawan, keluar!”, cukup mengagetkan penghuni ruangan. Disitu tak ada wartawan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, saya sempat berjaga-jaga kalau ada anggota Brimob. Sialnya, saya tak melihat seorang anggota Brimob berpakaian preman. Dia berkaos. Namun ternyata celananya coklat, celana polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersama dengan salah seorang kamerawan Global TV sempat mengambil gambar anak itu, Jumat sore. Kami sangat berhati-hati. Identitas disembunyikan. Kamera handycam mudah masuk tas. Berlagak menjenguk pasien, kami berhasil masuk ke ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai mengambil gambar, kami berencana cek situasi terakhir Abepura Kota. Baru saja turun dari jalan masuk ke rumah sakit, “tang…tang…tang…” 2 anggota Brimob pakaian preman mengendarai sepeda motor sambil mengacungkan senapan ke atas. Show force. Dibelakangnya, mengiringi kendaraan-kendaraan panser Yonif 751/BS, batalyon infanteri TNI yang markasnya di Sentani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perduli ke wartawan, anggota-anggota Brimob masih dalam keadaan marah. Ke wartawan, marahnya Brimob sudah timbul sejak penyisiran usai evakuasinya 2 anggota Brimob yang mati ditempat, Kamis sore. Mereka marah ketika hendak diambil gambarnya sewaktu menemukan 2 warga yang mereka duga masuk dalam barisan kelompok massa. Secara bergantian, anggota-anggota polisi menendang, menghantam, dan menghajar. Diseret. Tak berdaya. Lalu didorong masuk ke dalam mobil ambulans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih belum puas, seorang polisi berpakaian preman mengambil kayu. Melalui jendela mobil ambulans, kayu dihantamkan ke tubuh tergeletak didalam. Setelah itu ambulans berlari kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan kesulitan melacak keberadaan dua warga yang diangkut ambulans itu.&lt;br /&gt;“Wartawan jangan ambil gambar. Ambil yang mereka (anggota kelompok massa) lakukan saja,” teriak salah seorang anggota polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau mau ambil gambar, koordinasi dulu sama kita,” sambung salah seorang anggota di Humas Polda Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak selang berapa lama kemudian, setelah mengambil data-data lapangan belasan wartawan yang masih bertahan dilokasi mundur, menuju ke Abepura. Tidak aman. Brimob dan polisi lainnya masih diliputi emosi atas kematian teman-temannya di depan mata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa wartawan televisi yang baru datang dari Jakarta, tanpa kontak dulu dengan wartawan setempat untuk menanyakan kondisi di Jayapura, malah ketiban marah dari Brimob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, ada beberapa yang kena pukul. Ada kamera dibanting. Ada yang kena tendangan sepatu laras dibelakang. Ada yang cuma dibentak, lalu surut menjauh. Ada yang waspada dengan mengambil gambar secara sembunyi-sembunyi. Ada pewarta foto, dari jarak jauh menggunakan tele-nya mengambil gambar blokade di seputaran Markas Brimob. Tak ada jalan lain lagi mendapatkan foto atau gambar untuk menginformasikan suasana sebenarnya di Jayapura saat itu. Bahkan asrama-asrama mahasiswa dari Pegunungan yang dirusak, tak ada wartawan yang meliput. Takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sudah mengambil foto-foto asrama mahasiswa dari Wamena yang dirusak,” kata Kapolres Wamena AKBP Robert Joensoe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert, Jumat turun dari Wamena atas panggilan Kapolda Papua. Dia diperintahkan untuk menenangkan masyarakat Wamena yang ada di Jayapura. Rencananya masyarakat itu akan turun ke Jayapura untuk menggelar protes atas tindakan koboi yang dilakukan anggota Brimob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sampai kapan kemarahan itu akan mereda. Seorang teman aktivis dari Wamena yang baru saja tiba di Jayapura mengurungkan niatnya saat Sabtu malam, 18 Maret, hendak menemui saya di Jayapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya di Waena. Kita ketemu hari Senin saja. Masih banyak anggota-anggota Brimob di jalanan. Terlalu riskan,” katanya diujung telepon. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-275122335885173082?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/275122335885173082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2006/03/kemarahan-yang-belum-reda-oleh-gatot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/275122335885173082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/275122335885173082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2006/03/kemarahan-yang-belum-reda-oleh-gatot.html' title='Pasca Abepura Berdarah 16 Maret 2006'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_edGsLRhcgaM/TLlcE-wcRqI/AAAAAAAAAGY/oqS5-tkRhDM/s72-c/70206_bentrokan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6017060820436929708.post-6901968326848329717</id><published>2006-02-27T12:13:00.000+07:00</published><updated>2010-11-04T12:24:14.513+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gatra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News-Papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News Story'/><title type='text'>Dunia Lain Rimba Papua</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNJDV6K1pjI/AAAAAAAAAKQ/XRj21qZs-Sk/s1600-h/kangguru-baru%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="Kangguru jenis pohon ditemukan di Papua" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 5px 5px 0px; border-right-width: 0px" height="200" alt="Kangguru jenis pohon ditemukan di Papua" src="http://lh5.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNJDX6Yj31I/AAAAAAAAAKU/cT4zGf2tGNQ/kangguru-baru_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="260" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; BEGITU helikopter rombongan peneliti mendarat di sebuah situ kering di tengah rimba Papua, medio November tahun lalu, jarum jam seakan berputar cepat ke belakang. Bak menembus lorong waktu ke masa silam, para ilmuwan itu tiba di sebuah dunia asing, yang berkembang tanpa manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Beberapa langkah dari tempat pendaratan heli, mereka bertemu dengan seekor landak berpelatuk yang sama sekali tak terganggu oleh kedatangan mereka. &lt;/p&gt; &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Hewan berduri besar nan tajam dengan moncong lancip tanpa gigi itu bukan sembarang landak. Ia saksi evolusi peralihan reptil ke mamalia. Landak kuno itu berkembang biak dengan bertelur seperti biawak atau kura-kura, tapi menyusui seperti musang atau kucing.  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Para peneliti juga menemukan kanguru pohon berbulu keemasan yang sama sekali tak takut melihat manusia. Begitu juga burung-burung yang terbang jinak di sekitar mereka. &amp;quot;Semuanya menunjukkan bahwa hewan-hewan itu telah berevolusi lama tanpa kehadiran manusia, sehingga tak menganggap manusia sebagai ancaman,&amp;quot; kata Doktor Yance de Fretes, biolog dari Conservation International (CI) Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNJDZBkf9mI/AAAAAAAAAKY/Y5WTATqAD5M/s1600-h/kanguru_pohon%5B7%5D.jpg"&gt;&lt;img title="kanguru_pohon" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px 0px 5px 5px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="180" alt="kanguru_pohon" src="http://lh5.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNJDbMRu4MI/AAAAAAAAAKc/xGi5R4p47Js/kanguru_pohon_thumb%5B5%5D.jpg?imgmax=800" width="250" align="right" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Yance adalah peneliti yang mengoordinasikan ekspedisi biologi ke Papua yang telah menemukan dunia baru itu. Ekspedisi itu bukan cuma mendapatkan berbagai hewan baru, juga tumbuhan yang dipercaya telah hidup semasa Pulau Papua menyatu dengan daratan Australia, jutaan tahun silam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dunia baru itu terletak di Pegunungan Foja, atau disebut juga Foja, di Distrik Memberamo Tengah. Berupa hutan perawan seluas kira-kira 50.000 hektare, yang menjadi bagian dari daerah aliran Sungai Memberamo, sungai terbesar di Papua. Wilayah terisolasi itu diapit oleh Pegunungan Tengah di selatan dan Pegunungan Cyclops di sebelah timur.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;quot;Secara geografis, wilayah itu terkurung sejumlah pegunungan lain yang tak memungkinkan fauna penghuninya menjelajah ke luar wilayah,&amp;quot; kata Yance. Bahkan burung-burung tertentu yang sebenarnya bisa terbang jauh ke luar Foja seakan telah terikat tinggal di sana karena kekhasan habitatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNJDdLOtguI/AAAAAAAAAKg/1c4xxFAXRow/s1600-h/kupu-kupu-bruder_hank%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img title="Kupu-Kupu yang ditemukan Bruder Hank" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px 5px 5px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="191" alt="Kupu-Kupu yang ditemukan Bruder Hank" src="http://lh3.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNJDfMiQEVI/AAAAAAAAAKo/4atU6pJRyx4/kupu-kupu-bruder_hank_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="260" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ekspedisi Foja dilakukan pada 9 November hingga 9 Desember 2005 atas kerja sama CI Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Cenderawasih, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Papua I. Empat peneliti asing ikut bergabung. Mereka berasal dari Australia, Amerika Serikat, dan Inggris, dan sudah lama terlibat dalam berbagai penelitian biologi di Papua.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam ekspedisi itu, ditemukan berbagai hewan yang diyakini sebagai spesies baru, atau setidaknya sub-spesies baru. Juga hewan-hewan yang selama ini dianggap telah punah. Antara lain kanguru pohon mantel emas (Dendrolagus pulcherrimus), burung pengisap madu, dan burung mandur dahi emas (Amblyornis flavifrons).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Spesimen terakhir burung mandur, misalnya, ditemukan di Eropa pada 1895 dalam bentuk awetan. Kala itu, para ahli biologi sudah menduga, burung mandur berasal dari koloni Belanda di Asia Timur. Kini, setelah 110 tahun berlalu, baru diketahui, ternyata burung mandur hidup di Papua.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tim ekspedisi juga menemukan kembali burung cenderawasih dari spesies Parotia berlepschidan, yang di wilayah Papua lainnya sudah nyaris punah. Tapi, kata Yance, cenderawasih yang ditemukan di Foja akan diusulkan menjadi spesies baru. Sebab bentuknya agak lain dan penyebarannya cuma di Foja. Begitu juga burung pengisap madu yang diyakini berasal dari genus Meliphagidae, tapi cuma ditemukan di Foja.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ekspedisi itu juga menemukan sekitar 20 sub-spesies katak baru, antara lain katak mata jaring (Nyctimystes fluviatilis) dan katak Xenorhina arboricola serta lima spesies kupu-kupu. Stephen Richards, peneliti asal South Australian Museum, Adelaide, Australia, mengatakan bahwa katak mata jaring dan katak Xenorhina arboricola hanya ditemukan di Papua Nugini dan Foja.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Yang paling membanggakan adalah penemuan kanguru mantel emas. Selama ini, mamalia berkantong yang nyaris punah itu cuma ditemukan di Pegunungan Torricelli, Papua Nugini, pada 1981. Lantaran warnanya yang elok, kanguru mantel emas jadi pembicaraan para ahli mamalia selama 25 tahun. Tapi Yance yakin, kanguru yang ditemukan di Foja berbeda dengan spesies yang hidup di Torricelli. &amp;quot;Kedua lokasi terpisah jauh dan terisolasi,&amp;quot; katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ekspedisi itu juga menemukan sekitar 170 spesies kupu-kupu. &amp;quot;Lima jenis di antaranya diyakini sebagai spesies baru,&amp;quot; kata Bruder Henk, ahli serangga yang telah meneliti kupu-kupu Papua selama lebih dari 30 tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Vegetasi yang menutupi puncak Foja juga banyak yang aneh. Umumnya didominasi pohon berdaun jarum yang dipercaya banyak tumbuh pada zaman ketika Papua masih jadi bagian Australia. Tercatat ada 550 jenis tumbuhan khas, lima di antaranya dianggap sebagai spesies baru. Tim juga menemukan 24 jenis palem-paleman, lima di antaranya dianggap sebagai spesies anyar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kini, semua spesimen fauna dan flora yang ditemukan di Foja tengah diteliti di LIPI. Menurut Yance, dalam beberapa bulan akan diumumkan nama-nama baru untuk spesies atau sub-spesiesnya. Hasil ekspedisi Foja menunjukkan bahwa rimba Papua menyimpan banyak misteri karena masih banyak yang belum terjamah manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Papua merupakan salah satu pulau terbesar di dunia setelah Greenlands di belahan utara bumi. Pulau ini terbentuk dari lepasan lempeng Australia, jutaan tahun lalu. Karena itu, flora dan fauna yang hidup di Papua punya banyak kesamaan dengan yang hidup di Australia. Misalnya kelompok hewan berkantong, burung paruh bengkok, serta berbagai jenis tumbuhan Eucalyptus (kayu putih) dan jambu-jambuan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bahkan sejumlah hewan yang di Australia dianggap sudah punah diduga masih berkeliaran di belantara Papua. Pernah ada laporan bahwa masyarakat Pegunungan Jayawijaya pernah melihat anjing loreng yang mirip sosok macan Tasmania, yang sudah punah pada awal abad ke-20.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tak pelak lagi, para biolog mengincar rimba Papua sebagai objek penelitian. Ekspedisi Foja sendiri merupakan lanjutan penelitian-penelitian sebelumnya, yakni Ekspedisi Wapoga tahun 1998, Dabra dan Yongsu (tahun 2000), dan Raja Ampat (2002-2005). Dalam ekspedisi-ekspedisi itu telah ditemukan kembali berbagai spesies fauna dan flora yang sebelumnya cuma ditemukan di wilayah-wilayah tertentu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ekspedisi Foja terfokus pada hutan di sekitar Sungai Memberamo, muara Sungai Manirim, dan muara Hotice di wilayah Pegunungan Foja. Ketinggiannya mulai 50 meter hingga 1.800 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini dibatasi Teluk Cenderawasih di barat, Sungai Sepik di timur, Pegunungan Torricelli di utara, dan Pegunungan Tengah di selatan. Ada empat sungai yang mengaliri kawasan ini: Sungai Idenburg, Sungai Rouffaer, dan Sungai Memberamo sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Posko utama tim ekspedisi dibangun di Kwerba, kampung yang terletak di tepi Memberamo, Distrik Memberamo Tengah, Kabupaten Sarmi --hasil pemekaran Kabupaten Jayapura. Jaraknya sekitar 450 kilometer di barat Jayapura, atau sekitar satu jam 15 menit dengan pesawat kecil.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ada 13 peneliti yang diterjunkan dalam Ekspedisi Foja. Mereka dibagi menjadi lima tim khusus, masing-masing Tim Burung, Tim Herpets, Tim Botani, Tim Mammals, dan Tim Insect. Burhan Tjaturadi dari CI Indonesia Papua menjadi koordinator lapangan. Ekspedisi juga melibatkan 63 warga Kwerba. Mereka bertindak sebagai pengangkut barang dan penunjuk arah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Perjalanan menembus rimba ke arah puncak Foja dimulai pada 9 November 2005. Tim membangun tiga posko. Posko pertama tak jauh dari Kwerba, sedangkan dua posko terakhir didirikan di tengah rimba perawan pada ketinggian sekitar 225 meter dan 1.500 meter.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tim beberapa kali melakukan pengamatan dari udara, tapi tak juga menemukan tempat pendaratan di puncak Foja karena selalu tertutup kabut. Namun akhirnya mereka menemukan sebuah danau kecil yang sudah mengering pada ketinggian sekitar 1.600 meter.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Beberapa bulan sebelumnya, danau kering itu ditemukan oleh Bruce M. Beehler ketika tengah melintas dengan pesawat jenis Cesna. Vice President for Melanesia for Conservation Biology CI itu langsung mencatat titik koordinatnya. Bruce adalah ahli burung yang sudah 27 tahun melakukan penelitian di seluruh Papua.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Akhirnya, pada 20 November 2005, heli mendarat di danau kering itu membawa sejumlah peneliti, dan terkuaklah dunia baru tadi. Tim Mammals yang dipimpin Doktor Kristopher Helgen --dari School of Earth and Environmental Sciences, University Adelaide, Australia-- langsung menemukan landak dan kanguru mantel emas.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tim-tim lainnya yang melakukan penelitian sejak dari posko pertama juga mencatat berbagai penemuan. Tim Herpets yang dipimpin Stephen Richards dari South Australian Museum, Adelaide, berhasil menemukan 20 spesies baru katak --termasuk katak kecil yang cuma berukuran 14 milimeter.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tim Herpets lebih banyak bekerja pada malam hari, karena katak memilih bersembunyi di siang hari. Perburuan dilakukan hingga sejauh empat kilometer dari posko terakhir. Tim Herpets melacak berbagai katak dengan cara merekam suaranya menggunakan tape recorder khusus.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Stephen yang telah melakukan penelitian katak di seluruh Papua selama 20 tahun amat mengenali karakteristik suara tiap keluarga katak. Telinganya sangat sensitif sehingga mampu membedakan katak biasa dan katak spesies baru. Stephen merekam suara katak dengan sangat hati-hati dari jarak tertentu. Setelah yakin suara itu berasal dari katak yang belum dikenalinya, ia segera melacak posisi katak itu dan menangkapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tim Botani yang dipimpin Doktor Johanis P. Mogen, peneliti utama pada Herbarium Bogoriense LIPI, mencatat 550 spesies tumbuhan, beberapa di antaranya dianggap sebagai spesies baru.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tim Insect yang diketuai Bruder Henk van Mastrigt sukses menemukan berbagai spesies kupu-kupu. Lima jenis di antaranya diyakini sebagai spesies baru. Tim Insect lebih banyak melakukan penelitian di daerah berketinggian sekitar 250 meter. Henk meneliti kupu-kupu Papua sejak 1974.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ekspedisi Foja akhirnya mencatat khazanah baru bagi biologi dunia. &amp;quot;Penelitian ini sangat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dan dunia,&amp;quot; ujar Doktor Dedi Darnaedi, Kepala Pusat Biologi LIPI.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Doktor Jatna Supriatna, Regional Vice President CI Indonesia, mengharapkan penelitian sejenis bisa terus dilakukan di Papua, yang masih banyak menyimpan misteri alam. &amp;quot;Hasil penelitian ini semoga dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan para pengambil keputusan untuk membuat kebijakan yang berpihak pada kepentingan konservasi alam,&amp;quot; kata Jatna. Dengan kata lain, kebijakan yang lebih menguntungkan para pembalak kayu dan para pejabat yang melindunginya harus segera diakhiri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;font face="ta"&gt;Endang Sukendar, Elmy Diah Larasati, dan Gatot Aribowo (Jayapura) [Lingkungan, Gatra Nomor 16 Beredar Senin, 27 Februari 2006]&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6017060820436929708-6901968326848329717?l=gatotaribowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/feeds/6901968326848329717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2006/02/dunia-lain-rimba-papua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6901968326848329717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6017060820436929708/posts/default/6901968326848329717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatotaribowo.blogspot.com/2006/02/dunia-lain-rimba-papua.html' title='Dunia Lain Rimba Papua'/><author><name>--- About My Self ----</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_edGsLRhcgaM/TNJDX6Yj31I/AAAAAAAAAKU/cT4zGf2tGNQ/s72-c/kangguru-baru_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
