Tampilkan postingan dengan label sastra-cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sastra-cerpen. Tampilkan semua postingan

11 Oktober 2008

Menjaring Makna Cinta

cerita oleh: Garie Bowo

KEPEDIHAN bukan datang dari luar. Ia hadir dari dalam jiwa yang rapuh dengan pikiran yang selalu dihantui dengan keburukan. Itulah saat aku merasa sadar bahwa bukan dia yang menyebabkan kepedihan itu menderaku. Dia hanyalah bayangan ketakutan, muncul dari masa lalu yang mencipta penyesalan semu. 

Yach, semuu. Karena penyesalan hanyalah gumpalan awan kelam yang akan membuat mendungnya suasana hati. Suram, menjadikan langkah-langkah kaki semakin rapuh dalam menapaki hari ini.
Aku jadi ingat dengan ungkapan dari buku seorang penulis yang selalu menyebut dirinya dengan kejernihan. Masa lalu memang telah lewat. Ia tak akan mungkin dibalikkan dengan perjalanan waktu yang selalu berputar maju. Sementara masa akan datang masih gelap. Ia hanya sekumpulan misteri yang tak bisa ditebak secara pasti. Satu-satunya yang ada adalah saat ini, masa sekarang yang perlu dirangkul dan dipeluk mesra. Agar bisa menghirup udara keindahan akan adanya hidup dan kehidupan.

10 Oktober 2008

Doa-Doa Cinta


cerita oleh: Garie Bowo
Hangatnya suasana cinta itu menyejukan iman. Damainya mengharumkan ruangan jiwa yang tenteram. Itulah waktu, ketika aku merasakan getaran cinta yang sulit ia tangkap. Getaran yang membuat detakan jantungku perlahan melemah, dan mati untuk selamanya.

*******
PELAN dari ruangan sebelah, sayup kudengar nyanyian D Massive yang mengawalinya dengan “Kau membuatku berantakan.” Perlahan, kegundahanku muncul kembali diantara kepulan asap Sampoerna Hijau yang mendinginkan tenggorokanku. Terbayang, kehancuran yang membuatku tak karuan saat ini sering kukaitkan dengan sikapnya yang selalu acuh. Membuatku makin tak tahu lagi, akan kukemanakan cinta yang berbalut doa itu.