Tampilkan postingan dengan label News-Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News-Hukum. Tampilkan semua postingan

12 November 2009

Menarik Benang Merah Rentetan Peristiwa yang Menimpa KPK (Bagian 1)
Saling Memati-Matai dan Adu Jebak

Ketika polisi dan KPK saling memata-matai serta beradu jebak, dengan dalangnya duo Anggodo dan Anggoro.

Catatan: Gatot Aribowo

ADAKAH yang telah membangun teori: polisi memiliki sifat menjebak? Saya tak bertele-tele untuk berteori, bagaimana Susno Duadji, Non Aktif Kabareskrim Mabes Polri sampai berpikiran untuk menghadiahi pelajaran buat adik-adiknya di KPK.
Menarik Benang Merah Rentetan Peristiwa yang Menimpa KPK (Bagian 2)
Buaya Tercebur ke Sungai

 
Dalam sejarah hukum Indonesia, baru kali ini kasus hukum prosesnya dibuka blak-blakan ke publik melalui media. Siapa membohongi siapa?

Catatan: GATOT ARIBOWO

DARI mana munculnya istilah Cicak Buaya? Mengapa saya berani mengatakan buaya tercebur ke sungai? Jawaban pertanyaan terakhir dari saya adalah kecerobohan polisi dengan menetapkan tersangka kepada dua pimpinan non aktif KPK, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, tanpa terlebih dulu menemukan sosok Yulianto.
Memang, munculnya nama Yulianto ini terlambat. Penetapan tersangka terhadap 2 dari 5 pucuk pimpinan KPK ini memang lebih duluan dari BAP kedua Ary Muladi yang menyatakan ia memberikan uang dari Anggodo ke Yulianto, bukan ke Bibit dan Chandra.
Menarik Benang Merah Rentetan Peristiwa yang Menimpa KPK (Bagian 3-Habis)
Dari Banjaran Hingga Masaro Sampailah ke Century

Merentang waktu peristiwa-peristiwa yang melibatkan pimpinan KPK. Adakah invisible hand yang sulit tersentuh?

Catatan: GATOT ARIBOWO

SEMUANYA bermula dari laptop Antasari Ashar (AA). Penyitaan laptop milik AA mengungkap rekaman antara AA dengan Anggoro Wijaya di Singapura. Laptop disita untuk mencari bukti tambahan keterlibatan AA atas pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen, Direktur PT Putera Rajawali Banjaran. Tahu-tahunya polisi dapat rekaman testimoni Anggoro ke AA yang disampaikan dalam pertemuan di Singapura. Isinya menyentak polisi. Ada uang suap yang jumlahnya miliaran ke pejabat dan pimpinan KPK, antara lain ke Chandra M Hamzah, Bibit Samad Riyanto dan M Yasin.